thumbnail

Manfaat & Dampak Jejaring Sosial Facebook & Menjaga Privasi Facebook

Soal Matematika: barisan komposisi fungsi invers limit limit II limit euler persamaan lingkaran soal UNBK
Soal Fisika: angka penting angka penting II besaran dimensi elastisitas pegas elastisitas pegas II jangka mikrometer jangka mikrometer II soal UNBK
Soal Kimia: asam basa bentuk molekul entalpi hidrolisis kelarutan kelarutan 2 kesetimbangan kimia laju reaksi larutan penyangga termokimia soal UNBK
ASYIK, les online TURUN HARGA dan pembayaran dengan bank/pulsa SAMA saja. Kamu bisa beli saldo dg pulsa XL/Tsel 50 ribu supaya soal diproses INSTAN atau membayar per soal esai/PG/cabang sama 4000/soal. HORE! Klik whatsapp now.
08130878
Arus perkembangan teknologi bagaimanapun tidak mungkin dibendung. Kita tidak mungkin mengurung anak di rumah dengan menyediakan berbagai fasilitas. Adalah salah jika melarang anak untuk berkenalan dengan teknologi internet, karena bagaimanapun anak butuh bergaul dengan dunia luar melalui teknologi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter adalah produk-produk teknologi yang kini sedang digemari banyak kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Dengan layanan ini, kita dapat berkomunikasi dengan teman lama, memperluas jaringan pertemanan, ataupun sekadar mengetahui keadaan / status teman atau kerabat. Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagi yang masih di bawah umur, untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan yang positif.
Manfaat Jejaring Sosial
  1. Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
  2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
  3. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
  4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka yang berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
Dampak Jejaring Sosial
  1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
  2. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
  3. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
  4. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
5 Aturan Bergaul Di Jejaring
Mintalah persetujuan dari anak Anda untuk memberikan Anda akses masuk ke profil situs jejaring mereka, sehingga Anda mudah memantau aktivitas mereka setiap saat. Lalu, beri imbauan kepada anak untuk mengikuti aturan-aturan dasar bergaul di situs jejaring sosial:
  1. Memasang profil diri secukupnya saja, tidak perlu terlalu lengkap seperti alamat rumah/ sekolah, nomor telepon, dan sebagainya karena rentan dimanfaatkan oleh orang yang memiliki niat tidak baik.
  2. Waspadalah ketika mengadakan pertemuan offline (face-to-face) dengan seseorang yang baru pertama kali dikenal di Internet. Kalaupun memang harus bertemu, ajak beberapa teman atau anggota keluarga yang lebih dewasa untuk menemani dan lakukan pertemuan di tempat publik yang ramai.
  3. Jangan memajang foto yang kurang pantas, karena berpotensi disalahgunakan oleh orang lain yang dapat merugikan kita. Selain itu periksalah kalau teman kita melakukan tagging photo ke profil kita di Facebook. Kalau foto tersebut kita anggap tidak layak atau tidak cocok menjadi bagian dari profil kita, segeralah lakukan remove tag! Dan kalau kejadian tersebut berulang, segera hubungi teman kita untuk tidak lagi melakukan photo tagging ke profil kita. Kalau dia tetap membandel, langsung saja remove as friend!
  4. Lebih selektif dalam meng-approve atau meng-add teman, khususnya yang tak kita kenal sebelumnya. Ketika melakukan approve/add kepada orang baru, perhatikan jumlah “mutual friends”-nya jika di Facebook. Semakin banyak jumlah “mutual friends”-nya, berarti semakin banyak teman-teman kita Facebook yang telah mengenal atau menjadi temannya. Semakin banyak teman kita yang mengenalnya, tentu relatif semakin aman orang tersebut untuk menjadi teman kita. Meskipun demikian, tetaplah waspada. Tidak ada keharusan bagi kita untuk approve/add orang baru yang tidak kita kenal ataupun memang tidak inginkan.
  5. Ingatlah bahwa apa yang ditulis di situs jejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersebar luas. Dampaknya bisa merugikan diri sendiri ataupun pihak lain, dan sangat mungkin berujung pada tuntutan hukum. Think before posting!
7 Tips Hindari “Kecelakaan Privasi di Facebook"
Lantaran tidak berhati-hati ketika menggunakan fitur-fitur di Facebook, orang lain bisamemiliki persepsi miring tentang kita. Misalnya saat foto-foto kita yang tidak layak tersebardi antara rekan atau teman. Atau terpajangnya konten tak pantas di wall yang dapat membuat kita dianggap aneh. Bisa juga ada orang lain yang secara langsung maupun tidak berniat atau telah mencemarkan nama baik kita melalui update status ataupun tagging photo yang mereka lakukan. Beberapa pengguna Facebook mungkin tidak paham, atau malas mempelajari, kiat pengaturan privasi (privacy settings). Padahal caranya mudah. Jangan sampai lantaran ketidaktahuan atau kemalasan, nama baik kita menjadi tercemar dan sulit untuk dipulihkan. Berikut ini tips yang dapat diikuti:
  1. Manfaatkan “Friend List”. Bagi kebanyakan orang, fitur friend list mungkin tidak dianggap penting. Namun hal ini membantu kita memanajemen teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan. Fitur ini juga memudahkan kita mencari teman Facebook lain yang jarang dihubungi. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang.
  2. Hilangkan Nama Kita di “Facebook Search”. Bagi yang belum mengerti, kita bisa menghilangkan nama kita di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari / dilacak orang. Caranya:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ’search’
    3. Non-aktifkan ‘publik search result’
    4. Klik ‘Confirm’.
  3. Jangan Biarkan Anda Dipermalukan Karena Foto/Video. Seringkali foto-foto culun dan memalukan kita yang di upload teman, bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video nya. Caranya:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
    3. Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
  4. Hilangkan “Status Relationship” Kita. Untuk menghindari kisah pribadi asmara kita diumbar ke publik, ada baiknya menghilangkan status hubungan di Facebook. Tapi awas, jika kita tidak memiliki ‘perisai’ diri, hal ini bisa menimbulkan potensi perselingkuhan. Ini semua berbalik ke diri sendiri.
  5. Hindari Aplikasi Berbau Esek-esek. Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya seks favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai hiburan, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif. Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri kita, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau negatif.
  6. Buat “Contact Profile” Anda Lebih Privat. Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail. Ada kalanya, untuk menjaga privasi, kita tak harus membeberkan itu semua ke publik. Kita pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel saja, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja.
  7. Hanya Orang Tertentu yang Boleh Melihat Foto Anda. Saat kita mengupload sebuah foto, sebaiknya jangan diumbar langsung ke publik. Atur kepada siapa saja terbaru anda boleh dilihat. Caranya sama seperti tips nomor 3, namun lebih spesifik:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
    3. Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of Me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.

Masukkan Email

Dapatkan berita soal baru via Email