Showing posts with label orangtua. Show all posts
thumbnail

Membantu Anak Beradaptasi Di Sekolah Baru (Hari Pertama Sekolah)

Bagaimana Orangtua Membantu Anak Beradaptasi?
Bersekolah di taman kanak-kanak menandai awal tahap baru bagi anakanak. Orang tua dan sekolah harus bekerja sama untuk membantu anakanak beradaptasi dengan lancar dengan kehidupan sekolah. Sebelum dan selama tahap awal sekolah anak Anda, anda dapat membantu mereka siap dengan kehidupan sekolah dengan cara-cara berikut:
    Di rumah, beri anak Anda lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan untuk mandiri, misalnya:
  1. berpakaian: mengancingkan baju, mengancingkan restleting, mengikat sepatu
  2. merapikan barang
  3. menyeka keringat dan membersihkan hidung meler
  4. tata cara di meja makan yang sopan
  5. pelatihan toilet
hari pertama anak sekolah
    Dalam kehidupan sehari-hari, beri anak Anda kesempatan untuk belajar:
  1. mendengar dengan penuh perhatian
  2. menjawab pertanyaan
  3. menyatakan kebutuhan
  4. bergaul dengan orang lain
  5. Orang tua, ditemani anaknya, menghadiri “Hari Orientasi” atau “Pekan Orientasi” sekolah, serta aktivitas adaptasi lainnya agar familier dengan para guru dan lingkungan baru sebelum permulaan sekolah.
  6. Biasakan anak Anda dengan lingkungan baru dengan mengajaknya berjalanjalan di lokasi sekolah
  7. Bimbing anak Anda mencoba fasilitas-fasilitas sekolah
  8. Jelaskan pengaturan antar jemput kepada anak Anda dan ingatkan kepadanya tentang langkah pengamanan. Berjanjilah bahwa mereka akan dijemput sepulang sekolah untuk membantu mereka membangun rasa aman
  9. Dorong anak Anda untuk bersosialisasi dengan teman sekolahnya. Pada saat yang sama cobalah untuk mengenal para orang tua lainnya
  10. Peliharalah kedekatan hubungan dengan para guru anak Anda
  11. Bantu anak Anda agar merasa aman dengan berbicara dengannya setiap hari, berbagi perasaan dan pikiran tentang kehidupan sekolah dan menghilangkan keraguannya jika ada.
Ini akan membantu mereka melewati periode adaptasi dengan lancar. Memahami kesulitan yang dihadapi anak dalam mengatasi kehidupan taman kanak-kanak.
    Anak-anak mungkin merasa tidak terbiasa dengan situasi-situasi tertentu pada awal kehidupan sekolahnya, misalnya:
  1. jauh dari rumah
  2. pisah dari orang tua
  3. berada di tempat yang asing baginya
  4. harus bergaul dengan sekelompok orang yang baru (para guru dan anakanak lain)
  5. berada di tempat yang jauh lebih luas ? harus mengikuti rutinitas
    Anak-anak mungkin berperilaku tidak biasa di awal periode sekolah, misalnya:
  1. tidak mau pisah dengan orang tuanya dan menunjukkan ketergantungan yang tidak wajar pada orang tua
  2. merasa sangat lelah
  3. mudah tersinggung
  4. sering menghisap jari
  5. mengompol tanpa sebab yang jelas
mengajari anak membaca dan menulis.
Semua ini mungkin hanya sementara saat anak Anda belum beradaptasi dengan lingkungan baru Anda tidak perlu terlalu cemas dan anak Anda lambat laun akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dengan perhatian dan bimbingan Anda dan sekolah.
    Jika, sekalipun Anda sudah melakukan persiapan, anak Anda tetap menangis dan takut pergi ke sekolah:
  1. jangan terlalu cemas karena kemampuan anak beradaptasi dengan lingkungan baru berbeda-beda
  2. jangan mengancam atau menyuap anak Anda untuk berperilaku baik
  3. hibur dia dengan lembut dan percayakan dia pada pengasuhan gurunya
  4. beri mereka lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan sekolah
  5. beri dukungan dan dorongan yang sesuai, dan berpartisipasilah dalam kehidupan sekolahnya
  6. peliharalah kedekatan hubungan dengan guru, jika perlu, untuk memahami perilaku anak Anda di sekolah dan ciptakan kerja sama dengan guru demi kesejahteraan anak
thumbnail

Cara Guru & Orangtua Mendorong Anak Belajar

Kerja Sama Keluarga dan Sekolah Mengasuh Anak
Orang tua dan sekolah adalah mitra. Untuk memastikan perkembangan anak yang sehat, sekolah membutuhkan dukungan dan bantuan orang tua. Oleh karena itu, pihak keluarga dan sekolah harus menjalin hubungan yang erat untuk memahami kinerja anaknya di sekolah, yang pada gilirannya akan memperbaiki koordinasi antara kedua pihak. Partisipasi aktif orang tua dapat meningkatkan sinergi kerja sama keluarga dan sekolah:
  1. Kunjungi sekolah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai lingkungan sekolah dan pengaturan kurikulum
  2. Amati bagaimana anak Anda belajar di sekolah
  3. Pahami karakteristik pembelajaran dan perkembangan anak. Jangan meminta sekolah untuk memberi tugas menulis kepada anak Anda, terlalu dini, atau melakukan penilaian pada anak Anda menggunakan alat-alat yang tidak tepat seperti dikte, tes dan ujian
  4. Berpartisipasilah dalam aktivitas orang tua yang diselenggarakan sekolah misalnya asosiasi orang tua guru, seminar pendidikan, aktivitas orang tua anak, dan menjadi sukarelawan guru bantu wali murid (parent helpers)
  5. Peliharalah kedekatan hubungan dengan guru untuk memahami pengalaman sehari-hari anak Anda di sekolah
  6. Baca informasi yang diberikan dalam buku pegangan orang tua dan pengumuman yang dikeluarkan sekolah. Manfaatkan surat berkala untuk orang tua, buku pegangan anak dan sebagainya untuk berkomunikasi dengan sekolah apabila perlu
  7. Jika anak Anda alergi dengan jenis makanan tertentu, suhu, barang seharihari atau bahkan mainan, Anda harus menginformasikan hal ini kepada sekolah untuk membuat pengaturan khusus
  8. Manfaatkan saluran komunikasi yang diberikan pihak sekolah. Beri umpan balik dan komentar positif untuk memfasilitasi perkembangan sekolah
mendorong anak belajar
Kembangkan Potensi Anak melalui Pengalaman Belajar yang Komprehensif dan Menyenangkan
Pendidikan anak-anak di usia dini yang berkualitas bertujuan untuk membantu anak berkembang mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam bidang etika, intelektual, fiik, keterampilan sosial dan estetika, serta untuk memupuk perkembangan diri seutuhnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan anak-anak di usia dini yang berkualitas, permainan dan aktivitas yang bermakna adalah sangat perlu. Lingkungan belajar yang rileks dan menyenangkan akan mengembangkan potensi anak, memupuk minat mereka dalam belajar dan memungkinkan mereka tumbuh besar dengan sehat dan bahagia. Taman Kanak-kanak Berkualitas
  1. tidak memakai kurikulum yang tidak cocok dengan kemampuan anak
  2. tidak meminta anak di taman kanak-kanak untuk menulis
  3. tidak menugaskan terlalu banyak pekerjaan rumah
  4. tidak menugaskan tugas menyalin berulang-ulang
  5. menghindari latihan aritmetika hanya untuk tujuan latihan
  6. menghindari latihan komputer mekanis ? menghindari penyalinan berulang atau menghafal kosakata bahasa Inggris tanpa berpikir
  7. tidak menggunakan dikte, tes, atau ujian sebagai alat penilaian Latihan di atas akan menghambat minat anak dalam belajar dan menghalangi kreativitas.
Orang tua hendaknya mendorong anaknya untuk:
  1. memiliki pikiran yang ingin tahu
  2. mengeksplorasi
  3. mengeksploitasi kreativitas dan imajinasinya
  4. membangun kebiasaan membaca yang baik
  5. percaya diri dalam menyatakan perasaan dan pendapat
  6. mengembangkan minat belajarnya yang meletakkan dasar untuk pembelajaran seumur hidup
Cara menyayangi anak Anda
Semua orang tua menyayangi anaknya. Namun demikian, yang dibutuhkan anak adalah kasih sayang bukan memanjakan. Kasih sayang orang tua merupakan nutrisi esensial bagi anak dan fondasi yang paling penting untuk memelihara hubungan orang tua dan anak. Setiap anak itu unik dalam kaitannya dengan fiik, bakat, karakter dan minat. Orang tua hendaknya memahami dan menerima keunikan anaknya, serta mempunyai harapan yang wajar pada anaknya. Kehidupan itu sendiri adalah proses belajar.
fasilitas anak belajar di rumah.
Anak perlu belajar dengan mencoba dan melakukan kesalahan selama perkembangannya. Orang tua hendaknya menunjukkan kenakalan anaknya, bukan mereka secara pribadi, dan membimbingnya secara sabar. Beri dorongan spesifi ketika anak Anda membuat prestasi bagus, misalnya dengan memuji upaya dan konsentrasinya. Apabila anaknya menemui kendala, orang tua hendaknya memberi mereka dukungan dan dorongan. Selain itu, orang tua hendaknya meluangkan lebih banyak waktu dengan anaknya setiap hari, berbicara dengannya, mendengarkan apa yang mereka katakan dan berempati dengan perasaan dan emosi anak. Dalam mendisiplinkan anak, orang tua hendaknya konsisten dengan pendekatan dan sikap yang diambil. Perilaku mereka hendaknya sesuai dengan ucapannya. Mereka seharusnya menjadi teladan bagi anaknya. Orang tua hendaknya juga bekerja sama dengan guru untuk membantu anak membentuk kebiasaan yang baik dan tumbuh dengan sehat dan bahagia.
cara mengatasi masalah belajar anak.
Beberapa tip tentang “Cara menyayangi anak Anda” bagi referensi orang tua: Sayangi anak Anda tetapi jangan memanjakannya. Miliki harapan yang realistis tentang kemampuan anak. Tunjukkan perhatian baik pada kesejahteraan fiik maupun psikologis Ikutlah merasakan kegembiraan dan kesedihan mereka. Peliharalah komunikasi sehari-hari dengan anak Anda. Bersabarlah apabila anak melakukan kesalahan Tentukan model peran yang baik bagi anak Anda Sering-seringlah memberikan dorongan dan pujian Disiplinkan dengan sewajarnya untuk memperbaiki kenakalan. Peliharalah kerja sama yang baik antara keluarga dan sekolah.
thumbnail

Bimbingan Orangtua Anak Menggunakan Facebook & Internet Jejaring Sosial

20 Pedoman Ortu Bentengi Anak di Jejaring Sosial
Pengguna situs jejaring sosial facebook dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini di Indonesia, telah menunjukkan perkembangan yang begitu pesat. Internet sebagai jaringan teknologi komunikasi dan informasi global telah menembus segala batas penggunanya, apapun statusnya, baik status ekonomi, usia, jender dan latarbelakangnya. Sejuta manfaat bisa di dapat dari situs internet tersebut, namun sebaliknya tidak seluruh isisnya dapat bermanfaat bagi penggunanya jika tidak digunakan secara sehat dan berhati-hati, sebab sifat internet cenderung bebas dari penguasaan pihak manapun.
Oleh karena itu, adalah mustahil bagi kita menolak keberadaan era teknologi komunikasi dan informasi global yang berkembang saat ini. Tinggal saja, bagaimana kita memanfaatkan teknologi itu untuk tujuan yang baik ditengah-tengah pergaulan kita, secara khusus ditengah-tengah kehidupan masing-masing keluarga kita. Peran semua pihak, orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan Negara sangatlah dibutuhkan. Lalu bagaimana kita memanfaatkan internet tersebut secara sehat?
internet aman untu anak
Ada 3 (tiga) benteng bagi anak, remaja agar dapat menggunakan atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi global secara aman, nyaman dan sehat yaitu keluarga, lingkungan sosial, dan Negara.
  1. Orangtua berperanan penting menjadi garda terdepan dalam kehidupan keluarga untuk menyelamatkan anak2 dari dampak buruk internet.
  2. Orangtua harus senantiasa memberikan waktu untuk mendampingi anak saat menggunakan internet di rumah.
  3. Kedua orangtua harus senantiasa menjadi idola anak ditengah-tengah keluarga pada saat anak bereksplorasi dengan internet baik di rumah atau diluar rumah.
  4. Keluarga harus mampu menjadikan dirinya sebagai tempat “curhat” bagi anak dalam menghadapi suka dan duka dalam kehidupannya.
  5. Guru, termasuk tenaga pengajar di sekolah-sekolah regular maupun non regular, ektra kurikuler senantiasa memberikan kontrol, bimbingan, pengawasan serta edukasi terhadap peserta didiknya bagaimana menggunakan internet yang sehat.
  6. Orang tua sebaiknya mengerti atau setidak-tidaknya memahami tentang perkembangan dunia teknologi situs jejaring sosial facebook yang tengah berkembang saat ini.
  7. Janganlah menjadi kebanggaan bagi orangtua, jika memberikan atau membekali anak khususnya bagi anak remaja dengan gadget atau teknologi yang canggih, karena alih-alih gadget atau teknologi yang canggih itu justru bisa membahayakan anak-anak itu sendiri.
  8. Agar tidak memperluas kemungkinan adanya modus operandi baru dalam dunia penculikan, serta penipuan melalui dunia maya, hendaknya anak, remaja jangan memberikan atau mencantumkan data diri yang selengkap-lengkapnya ketika berkorespondensi dengan relasi yang baru dikenal melalui dunia maya seperti hobi, kebiasaan, ciri-ciri serta photo atau gambar yang dapat mengundang pikiran dan niat buruk ke dalam situs jejaring sosial facebook.
  9. Orangtua tidak baiknya turut membantu anak dibawah usia 13 tahun mendaftar ke situs jejaring sosial yang seharusnya belum diperbolehkan bergabung dalam situs jejaring sosial facebook.
  10. Orangtua harus mampu merubah pendekatan kepada anak dari semula otoriter, melarang, bahkan memarahi tanpa penjelasan ketika anak bereksplorasi dengan internet baik di rumah maupun di luar rumah menjadi pendekatan yang komunikatif dan dialogis.
  11. Peranan penting Media juga diharapkan dapat menginformasikan kepada keluarga mengenai dampak dan manfaat dari penggunaan teknologi.
  12. Kunci utama bagi orang tua adalah jangan pernah malas atau enggan untuk mendengarkan aspirasi dari anak, sebagai hak anak untuk berpartisipasi.
  13. Sebaiknya guru, wali murid maupun orangtua harus bertanggung jawab penuh tidak hanya kepada kecerdasan intelektual anak saja, tapi juga harus turut memperhatikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritualitas anak dan peserta didik. Serta lingkungan sekolah wajib mengorganisir kelompok sebaya untuk agar belajar bertanggungjawab atas perilaku mereka diri sendiri.
  14. Untuk diketahui semua pihak yang mempunyai kewajiban melindungi anak, tidak selamanya semua yang “instant” itu baik.
  15. Untuk menghindari kemungkinan anak menjadi korban penculikan, perdagangan dan penjualan anak serta kejahatan seksual dan kejahatan bentuk lainnya, hendaknya orangtua, keluarga harus mempunyai waktu yang cukup mendampingi anak dalam menggunakan internet.
  16. Komunitas lingkungan, termasuk pengelola warung internet, hendaknya memberikan layanan bagi pelanggan internet dengan fasilitas ruangan terbuka tanpa sekat dan memberikan informasi bagaimana menggunakan internet yang sehat.
  17. Anak, remaja atau kelompok sebaya harus dididik untuk mampu mengorganisir dirinya secara bersama melawan dampak negatif dari internet seperti penggunaan situs-situs pornografi.
  18. Anak, remaja tidak serta merta mempercayai kebaikan, ajakan dan harus mampu menolak bujuk rayu dari relasi yang dikenal dari internet. Kalau ada yang mencurigakan, ajaklah orangtuam keluarga untuk mendiskusikannya.
  19. Sesuai dengan pasal 28 UU Dasar 45, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi mempunyai kewajiban memberikan layanan informasi dan petunjuk cara yang sehat mengunakan atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi global bagi masyarakat.
  20. Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi hendaknya membuat situs jejaring sosial bagi anak-anak Indonesia dalam bentuk Indonesian Children Net.
Disarikan sesuai dengan dengan pengalaman empiris HOTLINE SERVICE Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS ANAK) dalam menerima pengaduan masyarakat.
thumbnail

Menangkal Konten Seksual Di Ponsel Anak & Tanda Anak Korban Cyber Bullying

Kiat Menangkal Konten Seksual di Ponsel Murid
Peredaran konten seksual di ponsel atau yang lebihdikenal dengan istilah sexting memang bisa 'meracuni'siapa saja, tak terkecuali para murid. Sebelum pikiran murid kita menjadi tercemar dengan kata-kata atau gambar tak senonoh tersebut, ada baiknya para guru membantu memagari mereka. Berikut kiat untuk menangkal konten esek-esek tersebut:
anak korban bullying
    BAGI GURU:
  1. Mulailah memberi pengertian kepada murid tentang fenomena sexting. Namun bukan berarti Anda lantas menghardik mereka. Intinya adalah jalin komunikasi awal yang baik dan nyaman dengan si murid.
  2. Jika murid Anda kedapatan memiliki atau saling berkirim konten porno via ponselnya, segera suruh mereka hentikan hal itu. Jelaskan kepada mereka bahwa memiliki atau menyebarkan konten seksual lewat ponsel merupakan pelanggaran hukum dan berisiko terhadap sesuatu yang tidak baik.
  3. Tetap tenang ketika menghadapi murid yang membandel, pelajari kondisi kejiwaan si anak pula. Jika mereka sedang 'panas', Anda tentu jangan ikut 'panas' pula.
  4. Lakukan razia isi ponsel murid secara berkala dari kelas ke kelas. Kalau perlu terapkan kewajiban agar ponsel harus dititipkan di ruangan khusus dan tidak boleh dibawa ke kelas, dengan demikian razia bisa dilakukan tanpa mengganggu jam pelajaran.
    BAGI MURID:
  1. Jika mendapat foto/kalimat porno di ponsel, jangan lantas menyebarkannya ke orang lain meskipun ke teman-teman dekat Anda. Mungkin pada awalnya mereka melakukan itu karena iseng, tapi ulah isengisengnya itu bisa menjadi senjata makan tuan suatu saat nanti. Seperti tertangkap saat razia di sekolah atau lainnya.
  2. Jangan takut untuk menjalin komunikasi dengan guru atau orang tua lain mengenai masalah sexting ini. Yakinkan para orang tua bahwa mereka tidak perlu paranoid mengenai hal itu (sexting).
  3. Jika mendapat konten sexting dari teman atau orang yang Anda kenal, berilah pengertian bahwa perbuatan mereka itu berbahaya dan melanggar hukum.
  4. Jika aksi nakal teman Anda tersebut masih belum berhenti, ada baiknya jika Anda dengan orang tua ataupun guru berbicara langsung dengan orang tua anak tersebut.
Waspada Cyber Bullying
Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Disatu sisi, jika digunakan ke arah yang positif, maka hasilnya akan baik. Teknologi memungkinkan anak untuk belajar, bersosialisasi dan berkomunikasi. Di lain sisi, teknologi bisa melukai diri sendiri jika digunakan untuk kepentingan negatif. Tidak sedikit anak yang menjadi korban pelecehan ataupun premanisme di internet. Istilah ini dikenal dengan nama cyber bullying, yaitu perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja, baik yang dilakukan secara online atau melalui telepon seluler. Cyber bullying memanfaatkan pesan SMS, email, instant messaging (IM), blog, situs jejaring sosial, atau halaman web untuk mengganggu, mempermalukan dan mengintimidasi anak. Bentuknya bermacam-macam, seperti menyebarkan isu-isu palsu, memposting foto-foto memalukan, pelecehan seksual, ancaman hingga tindakan yang berbuntut pemerasan. Beberapa kasus di luar negeri, korban dari cyber bullying ini banyak yang akhirnya bunuh diri!
Tanda-Tanda Anak Korban Cyber Bullying
Anak kita menjadi korban cyber bullying? Ini bisa saja terjadi. Dan mungkin anak tidak berani memberitahu kita tentang hal tersebut karena alasan malu, takut dimarahi, atau takut kalau aktivitas online-nya akan dibatasi.
    Berikut ini beberapa pertanda yang harus diperhatikan, ketika anak menjadi korban cyber bullying.
  • Emosi anak menjadi berubah drastis seperti marah atau sedih yang berlebihan setelah menggunakan ponsel atau ber-internet.
  • Anak menarik diri dari teman-teman atau kegiatan yang biasa mereka jalankan.
  • Nilai sekolah anak turun, atau anak merasa tidak puas dengan sekolah atau kelas tertentu.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda depresi yang tidak biasa.
    Jika Anda melihat seorang anak menjadi korban cyber bullying, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Simpan atau cetak bukti-bukti cyber bullying.
  • Identifikasi pelaku cyber bullying.
  • Ajukan keluhan kepada provider internet atau operator ponsel.
  • Mintalah pelaku cyber bullying untuk menghentikan aksinya.
  • Hubungi orang tua pelaku cyber bullying. Ceritakan dengan jelas apa yang telah terjadi. Tunjukkan bukti-bukti, dan kalau perlu beri peringatan bahwa Anda akan mengambil langkah hukum jika tidak aksi cyber bullying tersebut tidak dihentikan.
  • Hubungi pihak sekolah anak Anda jika cyber bullying terjadi di sekolah, seperti guru dan kepala sekolah, sehingga dapat diambil langkah protektif untuk menghentikan tindakan cyber bullying tersebut.
  • Jika cyber bullying sudah mengarah ke tindak kekerasan, pemerasan atau seksual, segera hubungi pihak kepolisian.
thumbnail

Manfaat Pelukan Orangtua Kepada Anak

Ketika itu hari cerah sekali di musim semi. Bunga-bunga mengharumkan udara dan kelompok bunga Lila membuat hati saya gembira sementara saya menyetir mobil sepanjang jalan yang lebar dan diteduhi pohon-pohonan. Kemudian tiba-tiba sebuah stiker di mobil yang tepat ada di depan saya mengganggu ketenangan jiwa saya. Apakah Anda memeluk anak Anda hari ini? huruf-huruf yang tebal dan berwarna merah menantang. Saya membelok ke jalan lain. Beberapa menit kemudian, stiker yang sama muncul lagi, memaksa saya menghadapi pertanyaan itu.
Saya menggigil Ketika saya teringat kepada berondongan celaan pagi itu di dapur` "Mark, aku sudah bilang kemarin lehermu kotor dan kau masih belum membersihkannya!" Mengapa saya tidak mengucapkan terima kasih kepada Mark karena dia telah membersihkan lantai kamar mandi, tanpa diminta? Mengapa saya tidak mengatakan kepadanya betapa saya sangat menyukai kemejanya yang baru?
"Robert," suara saya terngiang-ngiang kembali di telinga, "kalau kau pulang ke rumah sebelum larut semalam, kau bisa bangun pagi pada waktunya untuk menyiapkan bekal makan siangmu sendiri." Saya sudah melupakan undangan pesta yang ditolak Bob minggu yang lalu supaya dia bisa mengunjungi neneknya. Dan makan pagi di tempat tidur yang disiapkannya ketika saya sakit salesma.
"Giliran siapa sekarang untuk membuang sampah? ... Siapa yang membiarkan lampu tetap menyala di gudang bawah tanah?" Jelas sekali, saya tidak memeluk anak saya hari itu. Dan saya juga tidak yakin mengenai hari sebelumnya. Lebih merasa sebagai monster daripada sebagai seorang ibu, saya memutuskan untuk mengetahui bagaimana orang tua lainnya akan menanggapi pertanyaan yang mengguncangkan jiwa saya. Maka pada pertemuan kelompok orang tua murid berikutnya di sekolah, saya melihat tulisan Apakah Anda memeluk anak Anda hari ini? dengan huruf-huruf besar di papan tulis yang jelas dilihat dan menunggu reaksi. Hampir setiap orang membelok ke jalan lain, pura-pura tidak melihat pertanyaan itu.
pelukan anak
Akhirnya, didorong oleh beberapa orangtua yang berani menghadapi dirinya sendiri, kami melewatkan dua jam berikutnya dengan susah payah untuk bersikap jujur. Hampir semua di antara kami mengakui bahwa kami tidak memeluk anak kami hari itu, bahkan banyak di antara kami yang menyadari bahwa peluk-memeluk bukan gaya hidup kami yang umum. Kita cepat mencela anak-anak kita, tetapi lambat dalam memuji mereka. Kita sering mengagumi mereka, tetapi jarang menyatakan kekaguman kita. Sedikit demi sedikit, kami mengungkap tiga alasan mengapa sikap kita sebagai ayah dan ibu tidak memperagakan perasaan yang sesungguhnya kepada anak-anak kita:
  1. Banyak diantara kita yang tidak tahu bagaimana caranya memeluk. Beberapa orang masih berpikir bahwa pelukan hanya sekedar merangkul lengan belaka. Tidak begitu! Saya jadi menyadari bahwa saya memeluk Bob Ketika saya menyiapkan brokoli dengan saus jeruk yang disukainya. Dan Mark mendapat pelukan setiap kali ayahnya menyiapkan rubrik olahraga dari surat kabar ketika pendaki gunung muda kami pergi berkemah. Kami menyimpulkan bahwa nada suara yang manis bisa merupakan pelukan. Demikian pula senyuman, kejapan mata, remasan tangan, mengacak-acak rambut, bisikan "Semoga berhasil," rangkulan pada bahu, surat pendek di bantal.
  2. Kita mungkin takut memeluk. Beberapa orangtua, terutama para Ayah, rupanya mau memperlihatkan perasaannya. Namun lebih-lebih mereka takut "merusak" anaknya dengan pujian. Orangtua sering resah memikirkan jangan-jangan anak mengembangkan pandangan yang terlalu tinggi mengenai dirinya. Tetapi saya belum pernah bicara dengan psikiater, ahli psikologi atau pekerja sosial yang tidak mengatakan bahwa pandangan yang terlalu rendah, ego yang lemah, adalah sebuah masalah besar.
  3. Kita tidak selalu melihat kesempatan untuk memeluk. Kita tidak punya masalah dalam memeluk bayi yang manis, tentu saja. Tetapi bayi tidak memindahkan kotoran dari tangannya ke sehelai handuk yang kemudian perlu dicuci. Mereka juga tidak mempermalukan orangtuanya di hadapan tamu. Atau memakai telepon sepanjang malam. Tempat tidur yang berantakan, pakaian kotor yang berserakan di lantai dan musik rock yang memekakkan telinga tidak mendorong kita untuk memberikan pelukan. Maka tidak mengherankan, kalau kita orangtua kadang-kadang menjadi kesal sehingga kita tidak bisa melihat kebaikan di antara "keburukan".
Peran orangtua agar anak percaya diri.
Ada cara-cara untuk melatih mata kita sehingga kita melihat anak kita dengan pandangan memuji dan bisa memeluk mereka. Salah satu cara berasal dari Profesor Marie Hughes, yang sudah pensiun dari Universitas New Mexico dan selama bertahun-tahun mendorong para guru agar mengirim surat ke rumah setiap minggu untuk memuji sesuatu yang dilakukan setiap anak.
Kadang-kadang pujian itu mudah saja, "Tony menyelesaikan bukunya yang keenam bulan ini; kami semua banggakannya!" Atau, mungkin, "Kiki terpilih menjadi ketua kelas senin; dia seorang pemimpin yang baik!" Tetapi seorang anak yang paling sulit dipeluk biasanya paling memerlukan pelukan. Karena Profesor Hughes menginginkan agar setiap anak dipuji setiap minggu, para guru yang diberinya bimbingan kadang-kadang harus berusaha keras mencari pujian yang benar-benar sah. Namun dalam pencarian itu mereka menemukan kualitas yang mungkin luput dari perhatian mereka. "Tio masih punya kesulitan dalam membaca, tapi kegagalan tidak pernah membuatnya putus asa. Saya mengagumi semangatnya!" Atau, "Kami mendapat guru pengganti pada awal pekan ini dan Lola banyak membantunya. Dia layak mendapat ucapan terima kasih untuk kebaikannya".
Ada teknik kedua untuk memeluk anak-anak: bersikap sopanlah kepada anak-anak sebagaimana Anda bersikap terhadap orang dewasa. Bukankah itu kedengaran cukup sederhana? Tidak! Hanya sedikit di antara kita yang akan bicara kepada teman-teman tanpa memperhatikan penghargaan yang tidak pernah diberikan kepada anak kita. "Coba berdiri tegak." Itu bukan perintah yang bijaksana. "Kau pernah melihat bagaimana rupa sweater yang kau pakai? Itu terlalu sempit dua nomor." Itu pun kata-kata yang tanpa perasaan.
Teknik saya yang ketiga untuk memberikan pelukan terpikir oleh saya ketika saya sangat kesal kepada Bob. Setelah menceritakan kepada seorang teman baik bahwa anak saya menjadi "tidak punya pikiran, selalu menentang dan suka berbuat semaunya sendiri," saya berhenti untuk menghela napas. Sebelum saya bisa meneruskan keluhan saya, teman saya berkata, "Tapi Bob anak yang sangat pemurah dan dia tidak pernah menuntut. Aku ingin sekali Nancy lebih seperti dia, bukannya selalu meminta sesuatu yang baru.
"jangan terlalu keras kepada Nan," saya mendesak. "Aku tidak pernah mendengar anak itu mengatakan hal yang tidak baik tentang siapapun. Dia benar-benar anak manis," Tiba-tiba saya menyadari: cara untuk mengagumi anak kita sendiri adalah membayangkan untuk sesaat seandainya mereka anak orang lain. Perspektif yang baru ini agaknya menghasilkan sesuatu yang perlu diberi pelukan setiap kali!
thumbnail

Mengangkat Bayi Naik Turun (Guncang), Merusak Otak Bayi

Saat memiliki bayi sesekali Anda perlu mengurus diri sendiri. Karena anak Anda belajar banyak dari Anda, kesehatan Anda dan kesejahteraan sangat penting. Sebagai orang tua, ada kala Anda akan lelah, frustrasi, dan kewalahan. Mungkin sulit bagi Anda untuk menanggapi anak Anda dengan cara yang positif. Ketika Anda merasa seperti itu coba untuk mengontrol diri. Cari seseorang yang Anda kenal, teman, anggota keluarga, dokter yang bisa membantu Anda melalui waktu sulit. Kamu mungkin ingin meminta seseorang untuk merawat bayi Anda selama beberapa jam sementara Anda menghabiskan waktu sendiri. Ingat bahwa stres yang konstan dapat berbahaya bagi perkembangan otak anak Anda. Anak melihat frustrasi Anda lalu membekas seperti luka yang tidak pernah sembuh.
jangan guncang bayi naik turun
mengguncang bayi naik turun
Ada hal penting, "Jangan pernah mengguncang bayi Anda! (biasanya dengan mengangkat bayi naik turun)" Guncangan dapat menyebabkan otak bayi Anda membengkak, berdarah, atau memar. Jadi, jangan menaik-turunkan bayi ke udara, meskipun Anda hanya bermain (bercand). Menyakiti otak bayi Anda dengan guncangan menyebabkan ketidakmampuan belajar, kebutaan, kejang, keterbelakangan mental, dan bahkan kematian.
Merangsang perkembangan otak bayi.
Perlakukan diri Anda dan bayi Anda dengan tetap sehat. Makanan bergizi dan berolahraga secara teratur perlu untuk Anda. Letakkan bayi Anda di kereta dorong dan berjalan-jalan dan menikmati alam. Pergi ke taman kanak-kanak TK. Ketika Anda mengurus diri sendiri setara Anda mengurus anak Anda.
Ingat ini! Untuk memberikan bayi awal hidup terbaik dan otak yang sehat:
  1. Apa yang Anda lakukan dengan anak Anda, baik atau buruk, dapat mempengaruhi bagaimana otaknya tumbuh dan berkembang. Dibutuhkan 15-20 tahun untuk otak manusia tumbuh ke ukuran penuh, tetapi sebagian besar koneksi dibuat pada awal tahun.
  2. Jaga dirimu, baik sebelum dan setelah bayi Anda lahir, dengan makan makanan sehat, berolahraga setiap hari, memiliki biasa check-up, dan mencoba untuk tetap tenang.
  3. Bantu anak Anda untuk merasa aman dan nyaman dengan menanggapinya kebutuhan, tetap tenang, dan meyakinkan ketika dia ketakutan.
  4. Sentuh, berpelukan, dan tahan anak Anda untuk membiarkan dia tahu Anda menyukai dan untuk membantunya tenang.
  5. Memberikan banyak sensorik pengalaman-mencicipi, menyentuh, melihat, mendengar, dan berbau. Pengalaman ini membangun koneksi yang membangun otak anak Anda.
  6. Mintalah dokter untuk memeriksa mata bayi Anda selama beberapa bulan pertama.
  7. Membangun hubungan dengan anak Anda. Anak-anak mengingat orang-orang khusus dalam hidup mereka lebih cenderung tumbuh menjadi orang yang merasa aman, dapat berhubungan baik kepada orang lain, dan siap dan bersemangat untuk belajar.
  8. Bicara, bernyanyi, bermain musik, membaca, bercerita, sentuhan, dan bermain dengan anak Anda setiap hari.
  9. Luangkan waktu untuk menemukan perawatan anak atau program prasekolah yang hangat, penuh kasih, dan aman.
Untuk melindungi otak bayi Anda dan perkembangan yang sehat:
  1. Hindari alkohol, obat-obatan, dan merokok selama kehamilan.
  2. Jangan mengguncang atau membuang bayi di udara.
  3. Membuat rumah Anda aman.
  4. Bawa bayi Anda untuk pemeriksaan rutin.
thumbnail

Memilih TK Paud PraSekolah Anak

Dalam lima tahun pertama anak, Anda dapat menempaTK paud prasekolahan anak dalam program prasekolah atau TK paud prasekolah memilih dengan hati-hati. Anggota keluarga, pengasuh dan guru dapat melakukan yang baik untuk membantu otak anak tumbuh dan berkembang selama lima tahun itu. Luangkan waktu untuk bertanya-tanya, cari tahu program pendidikan anak berlisensi apa di daerah Anda. Berencana untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum memutuskan di mana akan menempaTK paud prasekolahan anak Anda. Luangkan waktu ke bahagia dan rasa puas anak lain yang TK paud prasekolah di situ.
anak TK prasekolah paud
anak tk paud prasekolah
Orang-orang yang merawat anak Anda akan menjadi mitra Anda. Melihat bagaimana mereka berhubungan dengan anak-anak ketika Anda mengunjungi. Bertanya pada diri sendiri:
  1. Apakah mereka hangat, peduli, dan responsif terhadap setiap anak?
  2. Apakah mereka memperlakukan setiap anak dengan hormat?
  3. Apakah mereka merespon dengan cepat kebutuhan dan pertanyaan masing-masing anak,
    anak yang marah, dan membantu menyelesaikan masalah mereka?
  4. Apakah mereka berbicara dengan anak-anak, dan mendengarkan apa mereka katakan?
  5. Apakah mereka merencanakan hal-hal yang menarik bagi anak-anak untuk dilakukan?
  6. Apakah mereka memandu perilaku anak-anak dengan cara yang positif?
  7. Bagaimana anak saya menanggapi mereka?
Luangkan waktu untuk berbicara dengan staf dan mencari tahu apa yang mereka sukai tentang pekerjaan mereka dan berapa lama mereka telah merawat anak-anak. Naluri Anda dapat memberitahu Anda jika ini adalah jenis orang yang Anda perlu untuk kehidupan anak Anda. Berbagi Apa yang Anda Ketahui Tentang Anak Anda Anda tahu anak Anda yang terbaik. Luangkan waktu untuk berbicara dengan orang-orang yang akan merawat anak Anda untuk berbagi apa yang Anda ketahui. Berbicara tentang:
Jika anak Anda memiliki kebutuhan khusus yang telah diidentifikasi, Anda mungkin seorang ahli tentang bagaimana ia belajar terbaik. Pastikan untuk berbagi evaluasi laporan Anda miliki dengan staf. Cari tahu apakah mereka memiliki Pengalaman merawat anak dengan kebutuhan yang sama. Menunjukkan mereka apa yang Anda pelajari atau "trik" yang Anda miliki untuk mengajak dia untuk makan. Mendorong staf untuk mengajukan pertanyaan. Anda dapat meyakinkan mereka dengan jawaban Anda.
  1. Bagaimana anak Anda merespon pengalaman baru dan orang-orang
  2. Apa yang menghibur dia ketika dia marah
  3. lagu dan kegiatan apa apa yang paling disukainya
  4. Apa yang membantu dia tidur ketika ia lelah
  5. Apakah dia memiliki alergi makanan atau masalah medis
    (seperti asma atau diabetes)
  6. Apa yang anak takuti dan bagaimana Anda menangani ketakutan anak Anda
thumbnail

Peran Orangtua Membimbing Anak Berbakat

Membimbing Anak Berbakat
bakat prestasi
  1. Orangtua sebagai pendidik (educator), artinya orangtua-lah dalam proses pendidikan anakdapat memiankan peran dalam pembentukan pribadi dan moral, bahkan meletakkan dasar-dasar dalam kecakapan hidup.
  2. Orangtua sebagai guru, artinya bahwa orangtua dalam kehidupan sehari-hari dapat memainkan peran untuk melakukan kegiatan belajar, apakah itu kegiatan membaca, menulis, maupun berhitung, sehingga anak-anak memiliki kesiapan untuk melakukan aktivitas belajar sebagaimana yang dikehendaki di sekolah.
  3. Orangtua sebagai motivator, artinya bahwa orangtua dapat memotivasi anak dan mendorongnya baik langsung maupun tidak langsung, sehingga membuat anak-anak itu menyukai kegiatan belajar dan bekerja.
  4. Orangtua sebagai supporter, artinya bahwa orangtua seharusnya mampu memberikan dukungan baik moril maupun materiil yang sangat diperlukan anak untuk melakukan kegiatan belajar baik di rumah maupun kepentingannya di sekolah. Dukungan yang deberikan hendaknya didasarkan pada prinsip-prinsip pedagogis, sehingga benar-benar dukungannnya lebih bermakna bagi pertumbuhan dna perkembangan anak.
  5. Orangtua sebagai fasilitator, artinya bahwa orangtua seharusnya mampu menyisihkan waktu, tenaga, dan kemampuannya untuk menfasilitasi segala kegiatan anak dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Orangtua dapat menciptkan lingkungan yang kondusif bagi terciptanya kegiatan belajar dan bermain bagi anak di rumah, sehingga memungkinkan semua kebutuhan anak untuk tumbuh dan berkembang dapat dicapai dengan mudah.
  6. Orangtua sebagai model, artinya bahwa orangtua seharusnya menjadi contoh dan teladan di rumah dalam berbagai aspek kecakapan dan perilaku hidupnya, sehingga anak-anak dapat mengikuti yang baikbaik di rumah, sebelum anak-anak memasuki kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Misalnya : tutur kata, kebiasaan membaca, berdialog atau berdiskusi setiap menghadapi persoalan dengan cara yang sedemokratis mungkin dan tidak dengan sikap otoriter, respek antara sesama, dan sebagainya.
Sering kali orangtua anak berbakat di-stereotype secara berlebihan bahwa mereka menginginkan sekali pengakuan dari masyarakat yang disebabkan oleh penempatan anaknya dalam program pendidikan bagi anak berbakat. Namun pada dasarnya jumlah orangtua yang seperti ini tidaklah banyak dan bisa dibilang sangat sedikit. Lepas dari itu semua bahwa kalau dilihat dari kebutuhan orangtua anak berbakat, nampaknya dapat dikatagorikan sebagai berikut:
  1. Referal merupakan langkah awal dalam menangani anak berbakat yang apat dilakukan manakala orangtua memahami karakteristik anak berbakat. Untuk itulah bimbingan dan infornasi tentang ciriciri keberbakatan sangatlah diperlukan.
  2. Asesmen, artinya bahwa kebutuhan ini sangat terkait dengan pada siapa anak berbakat dapat dites dengan tepat, tes apa yang sangat tepat diterapkan bagi anak berbakat, dan seterusnya.
  3. Penempatan, artinya bahwa tipe penempatan atau program yang tersedia untuk anaknya.
  4. Dukungan di rumah, artinya bahwa dukungan dari rumah, berupa apa pun baik peralatan tertulis, atau lainnya yang dapat
    disumbangkan bagi keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di SMA.
  5. Kontribusi orangtua, artinya bahwa apa yang dapat dilakukan untuk membantu kemajuan anak berbakat. Untuk kepentingan ini diperlukan pengetahuan dan keterampilan tentang cara dan strategi mengatasi kebutuhan anak berbakat.
  6. Strategi untuk memperbaiki integrasi sosial, sehingga dapat tercipta lingkungan yang subur bagi terbentuknya kecakapan sosial bagi bagi anaknya.
  7. Kesempatan untuk tukar menukar pengalaman sesama orangtua melalui suatu forum yang produktif.
  8. Pengakuan dan dukungan dari sistem pendidikan berkenaan dengan situasi yang dihadapi oleh anak-anaknya dan orangtua
    sendiri.
Keuntungan Kelas aksel Untuk Anak Berbakat
Membimbing Anak Tidak Berbakat
Anak berbakat yang berprestasi kurang (underachiever). Anak berbakat yang underachiever adalah anak yang menampilkan skor pada tes dengan menakjubkan, melainkan mereka tidak mampu menampilkan prestasi sebagaimana yang diharapkan. Ada sejumlah karakteristik yang ditunjukkan oleh anak berbakat underachiever, di antaranya:
  1. Cenderung memiliki konsep diri rendah dan menilai dirinya negatif.
  2. Merasa tertolak oleh keluarga, merasa orangtua tidak merasa puas teradap dirinya.
  3. Berkecenderungan tidak mau bertanggung jawab terhadap tindakan yang dia lakukan.
  4. Tidak suka sekolah atau guru, dan cenderung memilih teman yang memiliki sikap negatif terhadap sekolah.
  5. Motivasinya rendah terhadap pencapaian prestasi akademik,
  6. Cenderung memiliki kebiasaan belajar yang jelek, dan malas mengerjakan PR.
  7. Memiliki sifat kepemimpinan yang rendah dan kurang populer di antara teman sebayanya.
thumbnail

3 Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak

Rahasia belajar matematika fisika kimia murid belajar SMP SMA Sukses Privat terutama menjelang UN. Tahukah Anda, apa membuat konsentrasi anak meningkat saat belajar? Tahukah Anda, apa yang membuat anak cepat memahami matematika kimia fisika? Ternyata, saat belajar dengan membaca buku, isi kepala kita butuh olah raga. Bentuk olah raga itu adalah kepala melakukan gerakan sentripetal!
Kalau belajar sambil geleng-geleng atau angguk-angguk kepala, ya malah tidak khusyuk. Memang bukan, alatnya:
» Kursi putar, Jika anak belajar dikursi biasa ketika belajar pasti cepat bosan dan mengantuk, tapi kursi putar dapat menyebabkan gerakan setripetal pada otak kita, nah ini penting supaya anak enjoy dan tetap terjaga. Jangan heran mengapa seorang bos atau menejer suatu perusahaan besar biasanya menggunakan kursi putar, jelas karena kursi putar menimbulkan inspirasi.
» Kursi Goyang. Siapa bilang kursi goyang hanya untuk manula, anak juga boleh pakai kok, nah khasiatnya bagus ketika anak membaca buku pelajaran sekolah dengan duduk di atasnya. Tahukah anak mengapa orang tua kita rela membeli kursi goyang untuk kakek nenek kita, karena kursi goyang memang sebenarnya bagus untuk membangkitkan semangat hidup. Nah kalau kursi putar memberi gerakan sentripetal mendatar, kalau kursi goyang naik turun!
harga kursi goyang murah manula lansia kakek nenek
» Lampu Pixar, Bagi yang tidak suka belajar malam, gunakan lampu ini. Memang penerangan lampu kamar tidak cukup untuk anak belajar. Terangnya lampu pixar mampu membangkitkan semangat belajar dan meningkatkan kecepatan memahami isi bacaan.
harga lampu belajar lampu pixar hellokiti warna pink merah muda lucu
Itulah tiga alat yang bisa bantu konsentrasi saat belajar matematika fisika kimia menjelang UN SMP SMA.
thumbnail

Peran Orangtua Agar Anak Percaya Diri

Menurut penelitian di US, masa kanak-kanak pria muda yang memiliki kepercayaan diri dan sukses memiliki tiga hal yang sama:
Pertama, ada kasih sayang dalam keluarga, bukan hanya pernyataan dengan pelukan dan ciuman, tetapi kasih sayang yang menyatakan penghargaan dan perhatian bagi anak. Setelah anak mendapatkan bahwa dirinya menjadi sasaran perhatian yang mendalam dan kebanggaan, dia mulai merasa bahwa dia orang yang berharga.
anak mandiri
Kedua, orangtua anak anak dengan percaya diri tinggi tampak sekali tidak terlalu sering memperbolehkan dibandingkan dengan orangtua anak-anak yang punya percaya diri rendah. Anak yang orangtuanya serba memperbolehkan bisa merasa ketakutan dan merasa tidak aman. Dia terpaksa membuat keputusan dalam bidang-bidang yang tidak diketahui atau belum dialaminya untuk mengambil pilihan yang masuk akal. Dia mencurigai bahwa orangtuanya tidak memberlakukan peraturan hanya karena mereka tidak begitu mempedulikan apa yang terjadi terhadap dirinya.
Ketiga, ada suasana demokratis yang menonjol dalam keluarga dengan percaya diri tinggi. Orangtua setelah menetapkan aturan perilaku dan wewenang mereka dalam aturan itu, mendorong anak agar menyatakan gagasannya sendiri untuk dibicarakan. Pandangannya walau mungkin jauh dari yang diharapkan, diteliti dengan penghargaan dan dengan cermat. Sebagai orangtua kita semua memiliki kekurangan secara manusiawi, tetapi kebanyakan di antara kita bisa berbuat lebih baik daripada apa yang sekarang dilakukan. Anak yang gagal mengembangkan percaya diri memperlihatkan satu gejala atau lebih yang benar-benar memerlukan pertolongan:
Ketakutan dan sikap malu-malu. Pada anak-anak prasekolah keadaan ini pada umumnya normal, tetapi hal itu harus dipandang serius kalau terus bertahan sampai lewat kelas enam atau tujuh. Bahaya yang terdapat di sini adalah bahwa orangtua mungkin berbuat terlalu banyak dan bukan terlalu sedikit di bidang yang bersifat sosial. Jangan memaksa anak menghadapi suatu keadaan sosial sebelum dia siap. Seorang anak bisa diandalkan pada waktunya sendiri yang tepat untuk siap.
Menggertak dan membuat. Seorang anak yang suka bertindak dengan cara ini biasanya menginginkan perhatian. Seorang ayah melaporkan, "Saya benci kepada anak yang suka menggertak, dan setiap kali saya melihat anak laki-laki saya berbuat begitu, saya memberinya hukuman berat, tapi rupanya itu tidak menyelesaikan." Ayah dalam kasus ini adalah seorang pialang saham yang sibuk yang tidak banyak melewatkan waktu dengan keluarganya. Anaknya yang ingin sekali mendapatkan perhatian si Ayah, telah menemukan cara yang pasti untuk memperolehnya. Yang diperlukan adalah perhatian dan itu lebih baik daripada tidak ada apa-apa sama sekali. Yang harus dilakukan oleh orangtua adalah membantu anak mendapatkan cara konstruktif untuk memperoleh perhatian, tetapi itu tidak bisa dilakukan oleh ayah yang tidak pernah dirumah.
Ketidakmampuan membuat keputusan. Orangtua yang biasa kebingungan dan tidak pasti sendiri merupakan contoh yang jelek bagi anak. Ketidakpastian mereka menular dan menghambatnya. Kalau seorang anak membuat keputusan yang salah dan mendapat celaan keras, dia cenderung menyimpulkan bahwa cara yang paling aman dan paling mudah untuk menyenangkan orangtuanya adalah dengan tidak membuat keputusan sama sekali. Keputusan yang salah tidak selalu merupakan kegagalan, tetapi hanya merupakan kesalahan yang bisa dipetik oleh anak.
Harus ada diskusi keluarga yang terbuka tentang masalah orang dewasa yang timbul. Kalau orangtua kadang-kadang membuat keputusan yang salah, ini juga harus dinyatakan. Kepada seorang anak harus ditunjukkan bahwa kesempurnaan tidak diharapkan dari setiap orang. Kemudian dia harus didorong untuk mengambil serangkaian keputusan kecil yang hampir tidak memungkinkan yang membuat kesalahan. Biarlah dia memilih buku yang akan dipinjamnya dari perpustakaan. Biarlah dia menyiapkan pakaiannya sendiri untuk pergi ke sekolah dan memilih masakan untuk makan malam. Banyak sekali yang dipertaruhkan dalam keputusan kecil seperti itu, sebab tanpa mengembangkan keyakinan bahwa dia bisa mengatasi masalah melalui keputusan yang bisa diterima dia tidak akan punya keberanian maupun optimisme untuk mengatasi kesulitan di kemudian hari setelah masalah semakin berat.
Mengira akan gagal. Beberapa anak bisa membuat keputusan dengan cukup cepat, tetapi keputusannya tidak realistis. Mereka menetapkan sasaran yang berada di luar jangkauan kemampuannya, kerapkali dengan dorongan orangtua yang mencoba memanfaatkan anak untuk meningkatkan mereka sendiri. Pada kasus yang khas tentang seorang ayah yang aspirasi bagi anaknya termasuk menuntun pelajaran di Yale Universiti walaupun anak kurang mampu Untuk itu setelah sejumlah kegagalan yang tak terelakkan si Pemuda jadi mengira akan gagal pada setiap proyek yang diambilnya.
Akan lebih baik kalau Ayah menahan diri untuk tidak mendesak anaknya. Orangtua tidak bisa memaksa anaknya untuk berhasil, tetapi dia bisa mendorong agar-anak yang mencapai sasaran yang semestinya dan menjelaskan kalau anaknya gagal, itu akan menjadi tanggung-jawab sendiri dan kalau anaknya sukses, itu juga karena hasil usahanya sendiri atau kemenangannya sendiri. Ini bisa banyak artinya untuk membebaskan anak dari perasaan bahwa dia ditekan dan dimanipulasi oleh orangtuanya demi tujuan mereka, bukan tujuannya sendiri.
Tidak ada keinginan untuk menyatakan pendapat. Beberapa orangtua memperlihatkan kepribadian yang pasif suka menarik diri dan tampaknya tidak tertarik kepada dunia di sekelilingnya. Mereka sudah mengamati bahwa pandangan yang dinyatakan dengan kuat kerap kali menimbulkan pertengkaran kemarahan dan sakit hati dan semua itu ingin dihindarinya. Mereka bisa diam-diam memendam pendapat, tetapi kegagalan untuk menyatakan dan membelanya menyebabkan pendapat itu perlahan-lahan lenyap dan bersamanya ikut lenyap pula percaya diri anak.
Ini biasanya terjadi dalam keluarga yang orangtuanya tidak merasa aman dan tidak yakin tentang pendapatnya sendiri serta mengundurkan diri dari medan pertempuran gagasan. Orangtua seperti itu sangat menekankan pada ketenangan dan persesuaian pendapat dalam keluarga. Mereka melihat dunia sebagai tempat yang penuh ancaman dan mereka menginginkan anak-anaknya menghindari bahaya ikut terlibat.
Memang, seorang anak yang sedang dalam proses mengembangkan percaya diri yang tinggi bisa punya watak yang sulit di rumah. Dia menuntut hak-haknya, menyatakan pendapatnya dan siap bertengkar untuk membela pendiriannya. Dia mencari persaingan dengan cara untuk menguji dirinya sendiri.
Tidak bisa memahami kehidupan. Pada pertengkaran masa remajanya, seorang pemuda semakin banyak melihat ke dunia luar. Kalau percaya dirinya rendah, dia akan memandang masa depan dengan rasa takut. Dunia merupakan kekacauan yang mengerikan, katanya kepada diri sendiri dan tampaknya tidak ada seorangpun yang berusaha memperbaikinya. Kalau orangtua saya dan generasi yang lebih tua tidak bisa memerintah dunia, tentunya tidak ada seorangpun yang bisa mengharapkan saya mencoba apapun. Mengapa harus repot-repot pergi ke sekolah? Mengapa harus mengejar Ambisi?
Orangtua hampir-hampir tidak bisa memungkiri bahwa dunia kacau-balau, tetapi kurang lebih memang selalu demikian. Anak harus mencari ketertiban keamanan dan kasih sayang di dalam rumah, di dalam kesatuan keluarga. Begitu anak mengetahui bahwa dia ada artinya dalam rumah, dia dengan penuh gairah akan terjun ke dunia luar untuk ikut terlibat.
Orangtua tidak boleh memaksa anak untuk ikut dalam kegiatan luar. Mereka hanya bisa memberi dorongan dan menuntun ke arah yang dipilih anak. Tetapi keterlibatan apapun meski sederhana pada awalnya, bisa mengakibatkan peran semakin besar. Seorang ayah dihadapkan dengan tekad anaknya untuk berhenti dari sekolah menengah, dia mendapatkan pekerjaan musim panas bagi si anak di sebuah toko swalayan. Anak itu mengembangkan perhatian pada perdagangan melihat nilai pendidikan dan atas kemauannya sendiri kembali ke sekolah pada musim gugur.
Coopersmith memulai penelitian ini lebih dari 9 tahun yang lalu dan sekarang kebanyakan anak sudah menentukan sikap setelah dewasa dan menetapkan pola karirnya. Semakin banyak pemuda yang mandiri dan sukses yang berasal dari keluarga yang menuntut pendirian dan tanggung jawab yang paling kuat dan yang cukup menarik para pemuda ini pula yang menjaga ikatan keluarga yang paling akrab dan paling penuh kasih sayang.