kumpulan soal matematika fisika kimia gambar foto dp bbm anak kecil membaca bakat bayi bernyanyi berbicara berhitung guru internet motivasi nikah SD TK paud prasekolah ibu menyusu orangtua bentuk molekul senyawa kimia huruf V T linear oktahedral tetrahedral terdistorsi segitiga datar bipiramida piramida perubahan entalpi pembentukan pembakaran penguraian standar termokimia kalor jenis tetapan ionisasi asam basa lemah kuat garam laju reaksi

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Cara Tepat Orangtua Memotivasi Anak

Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Belajar di Rumah
Belajar bagi seorang siswa tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi juga dilakukan di rumah dan di masyarakat. Belajar yang dilakukan di rumah meliputi melengkapi catatan, mempelajari ulang bahan yang telah di dapat, meringkas bahan pelajaran, mengerjakan pekerjaan rumah dan mempersiapkan bahan pelajaran hari berikutnya.
motivasi anak
Membimbing dalam arti memberi bimbingan (guidance) menurut Slameto(1995) yaitu “ membimbing individu agar dapat mengatur hidupnya sendiri, mengembangkan pendapat sendiri, mengambil keputusan-keputusan yang dihadapi, dan memikul bebannya sendiri”. Orang tua dapat membimbing, mengarahkan anak untuk hidup mandiri sesuai dengan potensi yang ada seoptimal mungkin, sebatas pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Menurut Nasution (1985: 26), Peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah mengatasi masalah-masalah dalam belajar, memantau jadwal anak baik jadwal sekolah dan dirumah, memperhatikan kesehatan anak dan memberikan hadiah maupun peringatan. Orang tua dapat memperhatikan dan mengawasi pendidikan anak melalui melatih dan mendorong anak untuk hidup mandiri sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya, misalnya memupuk rasa percaya diri dan berani mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam dirinya.
Orang tua perlu memperhatikan dan mengawasi pendidikan anaknya, sebab tanpa adanya perhatian dan pengawasan yang berkelanjutan dari orang tuanya, pendidikan anak tidak dapat berjalan dengan lancar. Memperhatikan dan mengawasi pendidikan anak dipahami sebagai upaya komunikasi orang tua dengan anak berupa memberi pertanyaan, memberi perintah/larangan, mendengarkan jawaban, yang dimaksudkan sebagai penguat disiplin belajar sehingga pendidikan anak tidak terbengkalai. Hal ini perlu dilakukan karena anak lebih lama di rumah daripada di sekolah dan di tempat lainnya. Membiarkan anak tumbuh dan berkembang secara liar, akan menjadikan anak tersebut sulit diatur/dan dikendalikan oleh orang tuanya, sehingga kelak mengalami masa depan yang tidak menggembirakan.
Menurut Stainback dan Susan (1999: 30), Peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah berarti membantu perkembangan sikap, nilai, kebiasaan dan keterampilan yang mendorong keberhasilan siswa melalui kesediaan orang tua untuk memotivasi anak sehingga berprestasi dalam belajar. Dalam hal memotivasi anak agar berprestasi, orang tua dapat menumbuhkan motivasi anaknya dengan cara menghargai prestasi anak, memberikan hukuman untuk anak-anaknya yang mendapatkan nilai buruk dan hukuman ini sifatnya harus mendidik, menyediakan fasilitas belajar yang cukup, dan orang tua harus bersedia melibatkan diri dalam belajar anak. Menurut Grant Martin (2000: 25), Peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah yaitu orang tua harus bersedia menjadi pendengar aktif, membantu anak menyusun jadwal dan pelaksanaannya, memperhatikan kondisi fisik terutama kesehatan anak, menperhatikan kondisi psikis anak dengan memberikan hadiah maupun peringatan, dapat mengenali dan mengembangkan gaya belajar anak. Hal ini orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memperhatikan dan membantu anak dalam mengatasi masalah-masalah yang menghambat belajarnya.
Berdasarkan pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah berarti kegiatan orang tua dalam memperhatikan dan mengawasi pendidikan anak melalui memotivasi anak untuk berprestasi dalam belajar, memperhatikan dan mengatasi masalah-masalah yang menghambat dalam belajar anak, mengenali dan mengembangkan gaya belajar anak.
    Ada beberapa peranan orang tua untuk menumbuhkan motivasi belajar anak melalui:
  1. Menghargai prestasi anak. Hal ini akan sangat memacu anak untuk lebih giat dalam berprestasi, dan bagi anak yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli anak yang telah berprestasi disekolahnya, baik dalam akademik maupun non akademik. Hadiah deberikan untuk memberikan rasa senang kepada anak, sebab merasa dihargai karena prestasinya yang baik.
  2. Memberikan peringatan pada anak. Peringatan ini berupa hukuman, hukuman ini diberikan dengan harapan agar anak tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Hukuman di sini hendaknya yang mendidik, seperti menghafal, mengerjakan soal, ataupun membuat rangkuaman. Hendaknya jangan yang bersifat fisik, seperti dipukul atau dicubit. Jika hendak memukul, pukullah dengan menepuk pelan seperti cara Rasullullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
  3. Menyediakan fasilitas belajar yang cukup sehingga anak belajar dengan maksimal.
  4. Bersedia melibatkan diri dalam belajar anak. Hal ini dilakukan dengan cara mendampingi anak saat belajar, memberi pengarahan, peringatan, dan melakukan kontrol atas aktivitas anak, memberi dukungan kepada anak, memberi penghargaan terhadap anak, menjadi teladan bagi anak-anak.
thumbnail

Peran Orangtua Sebagai Motivator Anak

Peran orang tua terhadap anak di dalam keluarga adalah Motivator, fasilitator dan mediator. (1) Motivator, orang tua harus senantiasa memberikan dorongan terhadap anak untuk berbuat kebajikan dan meninggalkan larangan tuhan, termasuk menuntut ilmu pengetahuan. (2) Fasilitator, kunjungan orang tua kesekolah untuk mengetahui perkembangan anak disekolah dan di rumah orang tua harus memberikan fasilitas, pemenuhan kebutuhan keluarga anak berupa sandang, pangan dan papan, termasuk kebutuhan pendidikan.
motivator anak
(3) Mediator, Peran orang tua dituntut menjadi sebagai mediator, hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan baik jenis dan bentuknya, baik media material maupun non material. Dalam pengertian Doyle mengemukan dua peran orang tua dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti tata letak tempat duduk, disiplin anak, interaksi anak dengan sesamanya, interaksi anak dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.
Orang tua harus bertindak sebagai mediasi (perantara, penengah) dalam hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan terutama dengan sekolah dan anaklah yang menjadi pelaku utama yang diberika peran penting.
Anak-anak dan remaja pada masa sekarang perlulah mendapatkan perhatian dan bimbingan yang penuh kasih sayang dari kedua orang tuannya dan orang dewasa lainnya dalam rumah tangga (keluarga), agar mereka dapat mengalami pertimbangan dan perkembangan yang terarah kepada kebahagiaannya, antara lain dalam proses belajar. 26Perhatian orang tua, Orang yang selalu membimbing segala aktivitas anak- anak nya salah satu aktivitas yang tidak kalah pentingnya dengan aktivitas lainnya adalah belajar. Bimbingan di sini adalah orang tua mau mengarahkan anaknya menghadapi kesulitan belajar, perhatian orang tua terhadap anak-anak yang sedang belajar.
Peran orang tua dalam hal pendidikan anak sudah seharusnya berada pada urutan pertama, para orang tualah yang paling mengerti benar akan sifat-sifat baik dan buruk anak-anaknya, apa saja yang mereka sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai. Para orang tua adalah yang pertama kali tahu bagaimana perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya, hal-hal apa saja yang membuat anaknya malu dan hal-hal apa saja yang membuat anaknya takut. Para orang tualah yang nantinya akan menjadikan anak-anak mereka seorang yang memiliki kepribadian baik ataukah buruk.