Showing posts with label internet. Show all posts
thumbnail

Cara Transaksi M-Bangking Aman

Akses Layanan Perbankan yang Aman dan Praktis
Saat ini, layanan telekomunikasi seluler telah terintegrasi sedemikian rupadengan teknologi informasi dan komunikasi. Hasilnya, dengan ponsel di tangan, serasa kita telah menggenggam dunia. Apa saja bisa dilakukan melalui ponsel, dari sekadar menelepon teman di luar kota, mengirim pesan singkat ke saudara di luar negeri, membeli perkakas rumah tangga, bermain games, dan lain sebagainya. Bahkan, untuk bertransaksi keuangan pun kita tidak harus ke bank lagi karena ada layanan M-Banking.
Sistem keamanan perbankan kembali diuji. Seaman apapun suatu sistem, tidak berarti kita bisa begitu saja mengabaikan keamanan. Tetap saja ada langkah-langkah pengamanan dini yang bisa kita lakukan, termasuk mengamankan ponsel kita dari orang-orang yang tidak semestinya boleh membukanya. Apalagi, mengakses Mbanking begitu mudah. Jadi, ada beberapa hal yang musti diperhatikan untuk mengamankan rekening anda dari tangan jahil yang mampu menjangkau ponsel anda, baik dari sisi transaksi perbankannya maupun sisi ponsel anda:
  1. Jangan biarkan orang lain yang tidak punya kepentingan untuk mengetahui nomor PIN anda. Satu kelebihan transaksi perbankan melalui ponsel adalah tidak perlu lagi menggunakan kartu ATM, sehingga lebih praktis. Jadi, jangan biarkan orang lain yang tidak berhak mengetahui PIN anda, karena dia akan bisa secara mudah mengakses rekening anda melalui M-Banking.
  2. Jangan menyimpan nomor PIN dalam ponsel anda, baik itu dalam daftar nomor kontak maupun dokumen lain. Salah satu kebiasaan buruk banyak pengguna ponsel adalah menyimpan nomor-nomor penting dan mungkin juga rahasia di dalam daftar nomor kontak atau dokumen/folder lainnya.
  3. Kunci ponsel anda secara otomatis jika tidak dipergunakan untuk mencegah orang lain yang tidak berhak membuka ponsel anda dan mengotak-atik-nya.
  4. Jangan tinggalkan ponsel Anda di sembarang tempat, termasuk di rumah dan di desk kantor. Jangan percaya begitu saja atas anggapan bahwa suatu tempat itu aman sekali.
  5. Segera melapor ke bank jika anda kehilangan ponsel. Pastikan ke pihak bank bahwa rekening anda aman, dan jangan lupa untuk meminta agar rekening anda diblokir sementara waktu sampai anda mengganti nomor PIN.
  6. Jangan lupa pula untuk melapor ke pihak operator untuk melaporkan kehilangan ponsel dan nomor anda, sekaligus meminta agar nomor yang hilang tersebut diblokir. Selanjutnya mintalah kartu baru dengan nomor lama yang anda pakai itu. Dengan demikian, nomor yang hilang tidak bisa dipergunakan oleh orang lain.
thumbnail

Apa Itu Cara Menghentikan Spam Phishing Spyware Malware

Apa Itu SPAM?
Spam adalah e-mail sampah yang kerap datang bertubitubi ke mailbox kita, tanpa kita kehendaki. Isi dari spam tersebut bermacam-macam, dari sekedar menawarkan produk / jasa hingga penipuan berkedok bisnis kerjasama, tawaran multi-level marketing dan iklan-iklan yang tidak dikehendaki. Spam termasuk ke dalam daftar masalah keamanan yang serius karena dapat digunakan untuk mengirimkan trojan, virus, worm, spyware, dan sasaran serangan phishing.
Apa Itu MALWARE?
Malware adalah sebuah program berisi kode berbahaya, termasuk di antaranya virus, worm, dan trojan. Malware menyebarkan diri dengan memanfaatkan media-media komunikasi populer, seperti email, pesan instan, situs, dan material download lewat koneksi peerto-peer. Malware juga akan berusaha mengeksploitasi kelemahan pada sistem.
Apa Itu SPYWARE?
Spyware adalah sebuah program jahat yang bersembunyi di dalam komputer. Sesuai namanya, program ini akan mematamatai segala aktivitas yang kita lakukan di internet tanpa sepengetahuan kita, lalu mencuri data-data penting seperti username, password, dan informasi rekening bank. Data tersebut kemudian akan dikirim kepada si pembuat program. Spyware biasanya akan terinstal secara otomatis ketika kita men-download software tertentu, atau mengklik iklan tertentu dari sebuah situs, atau mengklik link tertentu dari sebuah pesan e-mail atau yang muncul secara tiba-tiba di pesan instan. Kita mungkin tidak sadar menerima sebuah spyware ketika menyetujui “End User License Agreement” saat menginstal program software.
Apa Itu PHISHING?
Dalam dunia internet, phishing dikenal juga sebagai aksi penipuan online yang mencoba mencuri data-data penting pengguna internet seperti username, password, dan detil informasi kartu kredit. Teknik serangan yang dilakukan umumnya dengan rekayasa sosial, misalnya dengan memanfaatkan isuisu terkini seperti peristiwa bencana alam dan gempa bumi, ajang kompetisi olahraga seperti Olimpiade atau Piala Dunia, dan sebagainya. Teknik ini digunakan untuk mengelabui kita agar mau menyerahkan informasi pribadi. Phishing biasanya menyebar lewat email yang mengatasnamakan sebuah perusahaan ternama, di mana kita akan mendapatkan link yang jika diklik maka link tersebut akan mengarahkan kita ke sebuah situs palsu yang mirip dengan situs resmi perusahaan. Lalu kita akan diminta untuk menginputkan username dan password serta data penting lainnya.
10 Kiat Jitu Hindari Spam
    Untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir masuknya spam ke mailbox kita, berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan:
  1. Tak usah merespon / menjawab / membalas e-mail yang dikirim dari orang yang tidak kita kenal.
  2. Waspadalah, mengirimkan e-mail “remove”, “unsubscribe” atau sejenisnya ke pengirim spam (spammer) justru akan memberikan informasi bahwa e-mail kita aktif kepada mereka, yang akan berakibat semakin membanjirnya spam ke mailbox kita.
  3. Jangan pernah membuka atau mengklik link situs yang ditawarkan atau diinformasikan oleh e-mail yang kita tak kenal pengirimnya.
  4. Buatlah dan gunakan alamat e-mail yang berbeda untuk tiap keperluan, bedakan e-mail yang digunakan untuk keperluan pribadi (termasuk keperluan sekolah ataupun keperluan pekerjaan) dengan e-mail yang ntuk keperluan mendaftar di mailing-list tertentu atau mengisi suatu formulir online di sebuah situs.
  5. Hindari memberikan alamat e-mail pribadi ke sembarang orang, termasuk memasangnya di situs (personal ataupun resmi), blog, Facebook, Twitter, Googleplus.
  6. Jika tetap harus menyantumkan e-mail di situs, maka gantilah tanda ‘@’ dengan ‘[at]’ agar tidak terbaca oleh program otomatis yang mendeteksi alamat e-mail milik spammer. Contoh: surel[at]ictwatch.com.
  7. Jika menerima spam lokal (berbahasa Indonesia), segera hubungi tim khusus penanggulangan spam nasional melalui e-mail abuse@apjii.or.id
  8. Apabila diperlukan, pasang software antispam di komputer kita
  9. Aktifkan fitur anti-spam di layanan e-mail yang Anda lakukan. Biasanya account e-mail di Yahoo, Gmail ataupun Hotmail memiliki fitur anti-spam. Sejumlah Internet Service Provider ISP (Penyedia Layanan Internet) terkemuka di Indonesia juga telah melindungi e-mail para pelanggannya dengan anti-spam. Tanyakanlah kepada ISP langganan Anda.
  10. Bacalah informasi terkini tentang perkembangan spam secara global / internasional serta penanggulangannya di situs www.spamhaus.org
6 Trik Antisipasi Serangan Malware
  1. Pastikan Anda mem-backup data di komputer secara rutin. Malware tidak hanya dapat mencuri informasi perbankan atau informasi pribadi lainnya, tetapi juga dapat menghapus seluruh isi komputer bahkan membuat komputer menjadi tidak berfungsi alias rusak.
  2. Jangan pernah membuka file attachment ataupun link yang berasal dari sumber yang tidak dikenal, termasuk attachment di email dan instant message.
  3. Sebelum membuka file, scan terlebih dahulu file tersebut dengan antivirus. Jangan lupa untuk selalu meng-update antivirus Anda secara rutin.
  4. Perbarui sistem keamanan dan web browser Anda dengan patch terbaru.
  5. Hapus semua pesan yang tidak dikenal, jangan membukanya.
  6. Jika tiba-tiba salah satu teman yang ada dalam daftar instant messanger mengirimkan pesan aneh, file, ataupun link yang mencurigakan, jangan dibalas ataupun membuka link tersebut. Segera tutup saja window chat tersebut.
7 Jurus Aman Tangkis Spyware
  1. Selektiflah dalam memilih materialmaterial yang kita download dari Internet ke dalam komputer.
  2. Bacalah selalu perjanjian lisensi (licensing agreements) dengan seksama, sebelum melakukan proses instalasi software.
  3. Waspadailah aksi penipuan anti-spyware. Ada beberapa software anti-spyware yang justru berisi spyware. Kalau kita tidak jeli, tidak menutup kemungkinan kita terjebak aksi penipuan seperti ini. Untuk itu, telitilah sebelum men-download dan menginstal sebuah aplikasi.
  4. Waspadai iklan-iklan yang muncul tibatiba di setiap komputer ataupun email.
  5. Perbarui selalu browser Internet Anda dengan versi terbaru.
  6. Lakukan scan komputer secara rutin.
  7. Apabila diperlukan, pasanglah software anti-spyware di komputer.
5 Langkah Proteksi Diri dari Phishing
  1. Jangan pernah meng-klik link yang tampak mencurigakan, yang muncul di inbox e-mail Anda, instant messenger ataupun Facebook. Kemungkinan besar link ini akan mengarahkan Anda ke situs phishing.
  2. Jika ingin login ke situs perbankan Anda, daripada mengklik sebuah link, lebih baik ketikkan saja alamat situs bank Anda langsung ke web browser. Perlu diketahui bahwa phisher (pelaku phishing) cukup sering menyertakan link pada halaman Web atau email, yang nantinya akan mengarahkan Anda ke situs lain untuk mengambil keuntungan.
  3. Periksalah address bar pada browser Anda untuk memastikan alamat situs yang Anda kunjungi sudah benar. Halaman web yang Anda buka bisa saja tampil layaknya situs bank resmi, namun sejatinya palsu. Ingatlah, bank tidak akan pernah me-redirect url situs internet banking ke domain lain.
  4. Url situs internet banking yang resmi selalu menggunakan "https" (ditandai dengan adanya icon bergambar gembok di pojok kanan bawah browser). Untuk lebih meyakinkan apakah situs yang diakses adalah situs resmi, perhatikan apakah di situs tersebut terdapat icon "Certificated", yang dikeluarkan oleh perusahaan menyediakan sertifikasi SSL (Secure Socket Layer) internasional. Contohnya: Verisign, Cybertrust, dan sebagainya.
  5. Jangan pernah memberikan informasi pribadi ke siapapun. Bank tidak akan pernah menanyakan password atau PIN perbankan Anda.
12 Praktek Keamanan Pengguna PC
  1. Lakukan investasi dengan membeli solusi keamanan internet yang menggabungkan antivirus, firewall, deteksi penyusupan dan manajemen kelemahan untuk mendapatkan perlindungan maksimum dari malware dan ancaman lainnya.
  2. Pastikan bahwa patch keamanan yang paling baru telah terpasang dan diterapkan segera untuk semua aplikasi yang memiliki kelemahan.
  3. Pastikan bahwa password yang digunakan adalah campuran huruf dan angka, dan seringseringlah mengubahnya. Password tak seharusnya mengandung kata-kata dari kamus.
  4. Jangan pernah membuka, melihat atau menjalankan attachment email kecuali memang attachment itu sudah diketahui tujuannya dan dikirimkan sepengetahuan penerima.
  5. Update definisi virus secara rutin. Dengan memiliki definisi virus yang terbaru, Anda bisa melindungi komputer dari virus terbaru yang sedang menyebar.
  6. Cek secara rutin apakah sistem operasi yang digunakan memiliki kelemahan, install software keamanan di komputer Anda.
  7. Gunakan solusi anti phishing. Dan, jangan pernah memberitahukan informasi rahasia, pribadi atau finansial, kecuali jika bisa dipastikan bahwa permintaan informasi itu benar-benar resmi.
  8. Terlibatlah dengan melacak dan melaporkan upaya serangan. Dengan layanan tracking dari Symantec Security Check, pengguna bisa segera mengidentifikasi lokasi serangan potensial dan meneruskan informasi itu ke ISP penyerang atau pihak berwajib.
  9. Waspadalah karena ancaman keamanan bisa secara otomatis terpasang pada komputer yang menggunakan program berbagi file, download gratisan dan software versi freeware atau shareware tertentu.
  10. Hindarilah mengklik tautan atau attachment pada email atau pesan instan, hal-hal ini mungkin membuka komputer pada risiko yang tidak perlu.
  11. Baca end-user license agreements (EULA) secara hati-hati dan pastikan semua persyaratannya dipahami sebelum menyetujuinya. Beberapa risiko keamanan tertentu bisa dipasang saat pengguna menyetujui EULA atau akibat pengguna menyetujuinya.
  12. Waspadai piranti lunak yang menampilkan iklan pada tampilannya. Banyak program spyware yang melacak bagaimana pengguna merespons iklan semacam ini, kehadiran program semacam ini adalah tanda bahaya. Iklan yang muncul bisa jadi adalah spyware.
thumbnail

Bimbingan Orangtua Anak Menggunakan Facebook & Internet Jejaring Sosial

20 Pedoman Ortu Bentengi Anak di Jejaring Sosial
Pengguna situs jejaring sosial facebook dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini di Indonesia, telah menunjukkan perkembangan yang begitu pesat. Internet sebagai jaringan teknologi komunikasi dan informasi global telah menembus segala batas penggunanya, apapun statusnya, baik status ekonomi, usia, jender dan latarbelakangnya. Sejuta manfaat bisa di dapat dari situs internet tersebut, namun sebaliknya tidak seluruh isisnya dapat bermanfaat bagi penggunanya jika tidak digunakan secara sehat dan berhati-hati, sebab sifat internet cenderung bebas dari penguasaan pihak manapun.
Oleh karena itu, adalah mustahil bagi kita menolak keberadaan era teknologi komunikasi dan informasi global yang berkembang saat ini. Tinggal saja, bagaimana kita memanfaatkan teknologi itu untuk tujuan yang baik ditengah-tengah pergaulan kita, secara khusus ditengah-tengah kehidupan masing-masing keluarga kita. Peran semua pihak, orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan Negara sangatlah dibutuhkan. Lalu bagaimana kita memanfaatkan internet tersebut secara sehat?
internet aman untu anak
Ada 3 (tiga) benteng bagi anak, remaja agar dapat menggunakan atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi global secara aman, nyaman dan sehat yaitu keluarga, lingkungan sosial, dan Negara.
  1. Orangtua berperanan penting menjadi garda terdepan dalam kehidupan keluarga untuk menyelamatkan anak2 dari dampak buruk internet.
  2. Orangtua harus senantiasa memberikan waktu untuk mendampingi anak saat menggunakan internet di rumah.
  3. Kedua orangtua harus senantiasa menjadi idola anak ditengah-tengah keluarga pada saat anak bereksplorasi dengan internet baik di rumah atau diluar rumah.
  4. Keluarga harus mampu menjadikan dirinya sebagai tempat “curhat” bagi anak dalam menghadapi suka dan duka dalam kehidupannya.
  5. Guru, termasuk tenaga pengajar di sekolah-sekolah regular maupun non regular, ektra kurikuler senantiasa memberikan kontrol, bimbingan, pengawasan serta edukasi terhadap peserta didiknya bagaimana menggunakan internet yang sehat.
  6. Orang tua sebaiknya mengerti atau setidak-tidaknya memahami tentang perkembangan dunia teknologi situs jejaring sosial facebook yang tengah berkembang saat ini.
  7. Janganlah menjadi kebanggaan bagi orangtua, jika memberikan atau membekali anak khususnya bagi anak remaja dengan gadget atau teknologi yang canggih, karena alih-alih gadget atau teknologi yang canggih itu justru bisa membahayakan anak-anak itu sendiri.
  8. Agar tidak memperluas kemungkinan adanya modus operandi baru dalam dunia penculikan, serta penipuan melalui dunia maya, hendaknya anak, remaja jangan memberikan atau mencantumkan data diri yang selengkap-lengkapnya ketika berkorespondensi dengan relasi yang baru dikenal melalui dunia maya seperti hobi, kebiasaan, ciri-ciri serta photo atau gambar yang dapat mengundang pikiran dan niat buruk ke dalam situs jejaring sosial facebook.
  9. Orangtua tidak baiknya turut membantu anak dibawah usia 13 tahun mendaftar ke situs jejaring sosial yang seharusnya belum diperbolehkan bergabung dalam situs jejaring sosial facebook.
  10. Orangtua harus mampu merubah pendekatan kepada anak dari semula otoriter, melarang, bahkan memarahi tanpa penjelasan ketika anak bereksplorasi dengan internet baik di rumah maupun di luar rumah menjadi pendekatan yang komunikatif dan dialogis.
  11. Peranan penting Media juga diharapkan dapat menginformasikan kepada keluarga mengenai dampak dan manfaat dari penggunaan teknologi.
  12. Kunci utama bagi orang tua adalah jangan pernah malas atau enggan untuk mendengarkan aspirasi dari anak, sebagai hak anak untuk berpartisipasi.
  13. Sebaiknya guru, wali murid maupun orangtua harus bertanggung jawab penuh tidak hanya kepada kecerdasan intelektual anak saja, tapi juga harus turut memperhatikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritualitas anak dan peserta didik. Serta lingkungan sekolah wajib mengorganisir kelompok sebaya untuk agar belajar bertanggungjawab atas perilaku mereka diri sendiri.
  14. Untuk diketahui semua pihak yang mempunyai kewajiban melindungi anak, tidak selamanya semua yang “instant” itu baik.
  15. Untuk menghindari kemungkinan anak menjadi korban penculikan, perdagangan dan penjualan anak serta kejahatan seksual dan kejahatan bentuk lainnya, hendaknya orangtua, keluarga harus mempunyai waktu yang cukup mendampingi anak dalam menggunakan internet.
  16. Komunitas lingkungan, termasuk pengelola warung internet, hendaknya memberikan layanan bagi pelanggan internet dengan fasilitas ruangan terbuka tanpa sekat dan memberikan informasi bagaimana menggunakan internet yang sehat.
  17. Anak, remaja atau kelompok sebaya harus dididik untuk mampu mengorganisir dirinya secara bersama melawan dampak negatif dari internet seperti penggunaan situs-situs pornografi.
  18. Anak, remaja tidak serta merta mempercayai kebaikan, ajakan dan harus mampu menolak bujuk rayu dari relasi yang dikenal dari internet. Kalau ada yang mencurigakan, ajaklah orangtuam keluarga untuk mendiskusikannya.
  19. Sesuai dengan pasal 28 UU Dasar 45, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi mempunyai kewajiban memberikan layanan informasi dan petunjuk cara yang sehat mengunakan atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi global bagi masyarakat.
  20. Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi hendaknya membuat situs jejaring sosial bagi anak-anak Indonesia dalam bentuk Indonesian Children Net.
Disarikan sesuai dengan dengan pengalaman empiris HOTLINE SERVICE Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS ANAK) dalam menerima pengaduan masyarakat.
thumbnail

Manfaat & Dampak Jejaring Sosial Facebook & Menjaga Privasi Facebook

Arus perkembangan teknologi bagaimanapun tidak mungkin dibendung. Kita tidak mungkin mengurung anak di rumah dengan menyediakan berbagai fasilitas. Adalah salah jika melarang anak untuk berkenalan dengan teknologi internet, karena bagaimanapun anak butuh bergaul dengan dunia luar melalui teknologi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter adalah produk-produk teknologi yang kini sedang digemari banyak kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Dengan layanan ini, kita dapat berkomunikasi dengan teman lama, memperluas jaringan pertemanan, ataupun sekadar mengetahui keadaan / status teman atau kerabat. Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagi yang masih di bawah umur, untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan yang positif.
Manfaat Jejaring Sosial
  1. Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
  2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
  3. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
  4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka yang berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
Dampak Jejaring Sosial
  1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
  2. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
  3. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
  4. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
5 Aturan Bergaul Di Jejaring
Mintalah persetujuan dari anak Anda untuk memberikan Anda akses masuk ke profil situs jejaring mereka, sehingga Anda mudah memantau aktivitas mereka setiap saat. Lalu, beri imbauan kepada anak untuk mengikuti aturan-aturan dasar bergaul di situs jejaring sosial:
  1. Memasang profil diri secukupnya saja, tidak perlu terlalu lengkap seperti alamat rumah/ sekolah, nomor telepon, dan sebagainya karena rentan dimanfaatkan oleh orang yang memiliki niat tidak baik.
  2. Waspadalah ketika mengadakan pertemuan offline (face-to-face) dengan seseorang yang baru pertama kali dikenal di Internet. Kalaupun memang harus bertemu, ajak beberapa teman atau anggota keluarga yang lebih dewasa untuk menemani dan lakukan pertemuan di tempat publik yang ramai.
  3. Jangan memajang foto yang kurang pantas, karena berpotensi disalahgunakan oleh orang lain yang dapat merugikan kita. Selain itu periksalah kalau teman kita melakukan tagging photo ke profil kita di Facebook. Kalau foto tersebut kita anggap tidak layak atau tidak cocok menjadi bagian dari profil kita, segeralah lakukan remove tag! Dan kalau kejadian tersebut berulang, segera hubungi teman kita untuk tidak lagi melakukan photo tagging ke profil kita. Kalau dia tetap membandel, langsung saja remove as friend!
  4. Lebih selektif dalam meng-approve atau meng-add teman, khususnya yang tak kita kenal sebelumnya. Ketika melakukan approve/add kepada orang baru, perhatikan jumlah “mutual friends”-nya jika di Facebook. Semakin banyak jumlah “mutual friends”-nya, berarti semakin banyak teman-teman kita Facebook yang telah mengenal atau menjadi temannya. Semakin banyak teman kita yang mengenalnya, tentu relatif semakin aman orang tersebut untuk menjadi teman kita. Meskipun demikian, tetaplah waspada. Tidak ada keharusan bagi kita untuk approve/add orang baru yang tidak kita kenal ataupun memang tidak inginkan.
  5. Ingatlah bahwa apa yang ditulis di situs jejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersebar luas. Dampaknya bisa merugikan diri sendiri ataupun pihak lain, dan sangat mungkin berujung pada tuntutan hukum. Think before posting!
7 Tips Hindari “Kecelakaan Privasi di Facebook"
Lantaran tidak berhati-hati ketika menggunakan fitur-fitur di Facebook, orang lain bisamemiliki persepsi miring tentang kita. Misalnya saat foto-foto kita yang tidak layak tersebardi antara rekan atau teman. Atau terpajangnya konten tak pantas di wall yang dapat membuat kita dianggap aneh. Bisa juga ada orang lain yang secara langsung maupun tidak berniat atau telah mencemarkan nama baik kita melalui update status ataupun tagging photo yang mereka lakukan. Beberapa pengguna Facebook mungkin tidak paham, atau malas mempelajari, kiat pengaturan privasi (privacy settings). Padahal caranya mudah. Jangan sampai lantaran ketidaktahuan atau kemalasan, nama baik kita menjadi tercemar dan sulit untuk dipulihkan. Berikut ini tips yang dapat diikuti:
  1. Manfaatkan “Friend List”. Bagi kebanyakan orang, fitur friend list mungkin tidak dianggap penting. Namun hal ini membantu kita memanajemen teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan. Fitur ini juga memudahkan kita mencari teman Facebook lain yang jarang dihubungi. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang.
  2. Hilangkan Nama Kita di “Facebook Search”. Bagi yang belum mengerti, kita bisa menghilangkan nama kita di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari / dilacak orang. Caranya:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ’search’
    3. Non-aktifkan ‘publik search result’
    4. Klik ‘Confirm’.
  3. Jangan Biarkan Anda Dipermalukan Karena Foto/Video. Seringkali foto-foto culun dan memalukan kita yang di upload teman, bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video nya. Caranya:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
    3. Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
  4. Hilangkan “Status Relationship” Kita. Untuk menghindari kisah pribadi asmara kita diumbar ke publik, ada baiknya menghilangkan status hubungan di Facebook. Tapi awas, jika kita tidak memiliki ‘perisai’ diri, hal ini bisa menimbulkan potensi perselingkuhan. Ini semua berbalik ke diri sendiri.
  5. Hindari Aplikasi Berbau Esek-esek. Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya seks favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai hiburan, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif. Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri kita, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau negatif.
  6. Buat “Contact Profile” Anda Lebih Privat. Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail. Ada kalanya, untuk menjaga privasi, kita tak harus membeberkan itu semua ke publik. Kita pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel saja, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja.
  7. Hanya Orang Tertentu yang Boleh Melihat Foto Anda. Saat kita mengupload sebuah foto, sebaiknya jangan diumbar langsung ke publik. Atur kepada siapa saja terbaru anda boleh dilihat. Caranya sama seperti tips nomor 3, namun lebih spesifik:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
    3. Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of Me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
thumbnail

Pasang Filter Situs Negatif Dengan DNS Nawala


Online Aman, Murid Nyaman
RESIKO ONLINE:
  1. Eksploitasi murid dalam berbagai bentuk, dari penipuan, cyberbullying, pemerasan hingga pelecehan seksual.
  2. Terpapar berbagai konten yang tidak layak (pornografi, materi SARA, iklan merokok atau meminum minuman beralkohol dan sebagainya).
  3. Dengan semakin mudah dan semakin banyaknya file musik dan game yang bisa didownload, maka semakin tinggi pula resiko komputer terkena serangan virus.
  4. Tanpa disadari, beberapa aktifitas download berbagai materi dari Internet merupakan pencurian hak atas kekayaan intelektual (hak cipta).
PENCEGAHAN:
  1. Guru memegang peranan yang besar dalam mengajarkan perilaku ber-Internet yang sehat kepada murid. Baik kita sebagai guru maupun orangtua menekankan kepada murid atau anak tentang berbagai resiko yang dihadapi ketika berkomunikasi atau bertemu dengan orang yang baru dikenal melalui Internet.
  2. Definisikan secara jelas dan gamblang Aturan Penggunaan Internet di sekolah. Kemudian tulis dan pasang aturan tersebut di tempat yang dapat dibaca oleh para murid.
  3. Tegaskan untuk tidak mendownload materi yang secara nyata merupakan materi ilegal, bajakan atau melanggar hak cipta.
  4. Tetaplah menjalin komunikasi yang baik dengan murid kita.
Filter Situs Negatif di Komputer dengan DNS Nawala
Kalau Anda telahmemutuskan inginmemblokir/memfilter (self-censorship) komputer di sekolah, warnet, kantor ataupun rumah, maka gunakanlah DNS Nawala Project. Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif. Menurut informasi di situs Nawala (www.nawala.org), layanan yang diberikan secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.
Bagaimana cara menggunakan DNS Nawala?
Ubah DNS pada komputer atau server Anda ke alamat IP DNS Nawala. Hanya itu saja, dan Anda sudah siap menggunakan DNS Nawala. IP DNS Nawala adalah:
  • 180.131.144.144
  • 180.131.145.145
Operating System apa saja yang bisa menggunakan DNS Nawala?
Hampir semua OS yang umum digunakan (Windows, Mac, Linux) dapat memanfaatkan DNS Nawala.
Siapa yang boleh menggunakan DNS Nawala? Apakah dikenakan biaya?
DNS Nawala dapat digunakan siapa saja, mulai dari pengguna rumahan sampai pengguna komersial. Tanpa batasan penyedia jasa layanan internet yang digunakan. Pengguna tidak dikenakan biaya apapun. Yang harus Anda ingat, teknologi blokir / filter tidak pernah menjamin bahwa Internet yang diakses oleh anak atau murid kita, atau oleh siapapun, akan bebas dari konten negatif 100%. Untuk di rumah atau di sekolah, peran komunikasi yang baik dan intensif antara orangtua dengan anak, atau guru dengan murid, jauh lebih efektif untuk meminimalisir dampak negatif di Internet. Teknologi apapun, hanyalah sebagai alat bantu!
thumbnail

Menangkal Konten Seksual Di Ponsel Anak & Tanda Anak Korban Cyber Bullying

Kiat Menangkal Konten Seksual di Ponsel Murid
Peredaran konten seksual di ponsel atau yang lebihdikenal dengan istilah sexting memang bisa 'meracuni'siapa saja, tak terkecuali para murid. Sebelum pikiran murid kita menjadi tercemar dengan kata-kata atau gambar tak senonoh tersebut, ada baiknya para guru membantu memagari mereka. Berikut kiat untuk menangkal konten esek-esek tersebut:
anak korban bullying
    BAGI GURU:
  1. Mulailah memberi pengertian kepada murid tentang fenomena sexting. Namun bukan berarti Anda lantas menghardik mereka. Intinya adalah jalin komunikasi awal yang baik dan nyaman dengan si murid.
  2. Jika murid Anda kedapatan memiliki atau saling berkirim konten porno via ponselnya, segera suruh mereka hentikan hal itu. Jelaskan kepada mereka bahwa memiliki atau menyebarkan konten seksual lewat ponsel merupakan pelanggaran hukum dan berisiko terhadap sesuatu yang tidak baik.
  3. Tetap tenang ketika menghadapi murid yang membandel, pelajari kondisi kejiwaan si anak pula. Jika mereka sedang 'panas', Anda tentu jangan ikut 'panas' pula.
  4. Lakukan razia isi ponsel murid secara berkala dari kelas ke kelas. Kalau perlu terapkan kewajiban agar ponsel harus dititipkan di ruangan khusus dan tidak boleh dibawa ke kelas, dengan demikian razia bisa dilakukan tanpa mengganggu jam pelajaran.
    BAGI MURID:
  1. Jika mendapat foto/kalimat porno di ponsel, jangan lantas menyebarkannya ke orang lain meskipun ke teman-teman dekat Anda. Mungkin pada awalnya mereka melakukan itu karena iseng, tapi ulah isengisengnya itu bisa menjadi senjata makan tuan suatu saat nanti. Seperti tertangkap saat razia di sekolah atau lainnya.
  2. Jangan takut untuk menjalin komunikasi dengan guru atau orang tua lain mengenai masalah sexting ini. Yakinkan para orang tua bahwa mereka tidak perlu paranoid mengenai hal itu (sexting).
  3. Jika mendapat konten sexting dari teman atau orang yang Anda kenal, berilah pengertian bahwa perbuatan mereka itu berbahaya dan melanggar hukum.
  4. Jika aksi nakal teman Anda tersebut masih belum berhenti, ada baiknya jika Anda dengan orang tua ataupun guru berbicara langsung dengan orang tua anak tersebut.
Waspada Cyber Bullying
Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Disatu sisi, jika digunakan ke arah yang positif, maka hasilnya akan baik. Teknologi memungkinkan anak untuk belajar, bersosialisasi dan berkomunikasi. Di lain sisi, teknologi bisa melukai diri sendiri jika digunakan untuk kepentingan negatif. Tidak sedikit anak yang menjadi korban pelecehan ataupun premanisme di internet. Istilah ini dikenal dengan nama cyber bullying, yaitu perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja, baik yang dilakukan secara online atau melalui telepon seluler. Cyber bullying memanfaatkan pesan SMS, email, instant messaging (IM), blog, situs jejaring sosial, atau halaman web untuk mengganggu, mempermalukan dan mengintimidasi anak. Bentuknya bermacam-macam, seperti menyebarkan isu-isu palsu, memposting foto-foto memalukan, pelecehan seksual, ancaman hingga tindakan yang berbuntut pemerasan. Beberapa kasus di luar negeri, korban dari cyber bullying ini banyak yang akhirnya bunuh diri!
Tanda-Tanda Anak Korban Cyber Bullying
Anak kita menjadi korban cyber bullying? Ini bisa saja terjadi. Dan mungkin anak tidak berani memberitahu kita tentang hal tersebut karena alasan malu, takut dimarahi, atau takut kalau aktivitas online-nya akan dibatasi.
    Berikut ini beberapa pertanda yang harus diperhatikan, ketika anak menjadi korban cyber bullying.
  • Emosi anak menjadi berubah drastis seperti marah atau sedih yang berlebihan setelah menggunakan ponsel atau ber-internet.
  • Anak menarik diri dari teman-teman atau kegiatan yang biasa mereka jalankan.
  • Nilai sekolah anak turun, atau anak merasa tidak puas dengan sekolah atau kelas tertentu.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda depresi yang tidak biasa.
    Jika Anda melihat seorang anak menjadi korban cyber bullying, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Simpan atau cetak bukti-bukti cyber bullying.
  • Identifikasi pelaku cyber bullying.
  • Ajukan keluhan kepada provider internet atau operator ponsel.
  • Mintalah pelaku cyber bullying untuk menghentikan aksinya.
  • Hubungi orang tua pelaku cyber bullying. Ceritakan dengan jelas apa yang telah terjadi. Tunjukkan bukti-bukti, dan kalau perlu beri peringatan bahwa Anda akan mengambil langkah hukum jika tidak aksi cyber bullying tersebut tidak dihentikan.
  • Hubungi pihak sekolah anak Anda jika cyber bullying terjadi di sekolah, seperti guru dan kepala sekolah, sehingga dapat diambil langkah protektif untuk menghentikan tindakan cyber bullying tersebut.
  • Jika cyber bullying sudah mengarah ke tindak kekerasan, pemerasan atau seksual, segera hubungi pihak kepolisian.
thumbnail

5 Alat Bantu Penangkal Konten Negatif di Internet Bagi Anak

5 Pertanyaan Awal Orangtua Kepada Anak Generasi Online
Demi melindungi anak-anak dari ancaman dunia maya, para orang tua sejatinya harus memberikan pengertian agar para buah hati kita selalu mawas diri ketika online. Namun masalahnya, banyak anak yang segan bercerita atau setidaknya sekadar membuka obrolan tentang aktivitas mereka di internet. Alhasil, para orang tua tidak memiliki bayangan apa yang dilakukan anaknya di dunia maya. Diperlukan cara khusus dari orang tua untuk mengorek informasi tersebut. Sebaliknya, para orangtua sebelumnya juga harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan perkembangan teknologi yang sedang tren. Hal ini untuk menyeimbangkan pemikiran antara Anda dan anakanak. Selain itu yang juga tidak kalah pentingnya adalah mengenai bagaimana mengajukan deretan pertanyaan kepada anak-anak. Berikut adalah 5 pertanyaan awal yang bisa dipakai orangtua untuk memulai mengorek informasi dari anak-anak:
anak di internet
1. Apa yang teman-temanmu lakukan ketika berinternet?
Apa yang teman-temanmu lakukan ketika berinternet? Pertanyaan ini untuk mengalihkan perhatian anak dari pikiran ‘Anda ingin menginterogasinya’. Ini juga terdengar seperti pertanyaan biasa dan natural. Dalam taraf ini Anda akan mendengar jawaban untuk main game, chatting, dan Facebook-an.
2. Situs apa yang baru atau yang sedang ngetren?
Tanya anak Anda kenapa memilih situs tersebut. Anda juga situs apa yang sudah tidak populer lagi dan kenapa.
3. Apa saja situs favoritmu?
Nah, di sinilah Anda mulai masuk ke dunia online anak. Mulai dari pertanyaan yang biasa dan tidak menggurui. Biarkan anak-anak bercerita, namun jangan lupa tanyakan kenapa dia memilih situs tersebut.
4. Apakah pernah menemukan kejahatan di internet?
Anak Anda mungkin tidak mengerti artinya, namun setidaknya mereka tahu contoh-contoh yang telah terjadi. Ceritakan tentang berita kejahatan internet yang Anda ketahui, seperti email dan foto yang tidak senonoh, pencurian data pribadi, account palsu di Facebook dan lainnya. Tanyakan apakah anak Anda juga mengetahuinya. Intinya, pastikan anak mengerti apa, jenis dan dampak dari kejahatan internet. Hal ini ampuh untuk membuat mereka waspada dan bakal berpikir ribuan kali agar tidak terjerumus.
5. Pernah melihat hal yang membuat tidak nyaman ketika sedang online?
Ini tahap dimana untuk membuat diskusi lebih lanjut tentang kejahatan internet. Seperti membahas kejadian peredaran foto porno dan situs yang berisi konten rasis. Ini bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga jika sesuatu terjadi di internet mereka bisa sharing ke Anda dan tidak merasa segan.
Alat Bantu Tangkal Materi Negatif
Salah satu langkah antisipasi untuk menangkal materi negatif tersebut adalah dengan menginstal software pengaman di komputer kita. Yang harus diingat adalah, berbagai macam software yang tersedia tidaklah menggantikan peran orang-tua, guru ataupun komunitas dalam memberikan keamanan dan kenyamanan anak kita selama ber-Internet. Software hanyalah alat bantu, yang tidak bisa menjamin 100% menghalau materi negatif dari Internet. Secara umum, software pengaman tersebut terdiri atas:
SOFTWARE PARENTAL (FILTER, MONITOR DAN PENJADWALAN)
k9 web protection
Software ini untuk mencegah anak sengaja atau tidak sengaja membukan dan/atau melihat berbagai gambar yang tak layak (pornografi, sadisme, dan sebagainya) yang terdapat di situs Internet. Software ini juga akan memudahkan orang tua ataupun pengasuh untuk memonitor aktifitas anak selama online dengan berbagai variasi metode pengawasan. Fungsi lain dari software ini adalah untuk membatasi jumlah/durasi waktu anak dalam menggunakan Internet. Termasuk untuk pengaturan hari dan jam tertentu sehingga komputer dapat atau tidak dapat digunakan oleh anak untuk ber-Internet. Contoh software: K9 Web Protection (www.k9webprotection.com)
SOFTWARE BROWSER ANAK
Software browser adalah yang menjadi perantara utama antara Internet dengan komputer yang digunakan. Browser anak secara umum telah dirancang untuk semaksimal mungkin menyaring berbagai situs, gambar atau teks yang tak layak diterima anak. Browser anak juga didisain untuk menarik dan mudah digunakan oleh anak. Contoh software: Kid Rocket (www.kidrocket.org)
SOFTWARE FIREWALL
Software ini akan membantu kita mencegah orang jahil (semisal black hacker) yang berkeliaran di Internet dan mencoba menerobos masuk ke komputer kita untuk mencuri atau merusak data didalamnya, saat kita terhubung dengan Internet. Contoh software: ZoneAlarm (www.zonealarm.com)
SOFTWARE ANTI-SPYWARE
Software ini secara khusus akan berfungsi mendeteksi dan mencegah program jahat seperti sypware dan adware yang gemar menyedot datadata rahasia / privasi kita secara diam-diam. Contoh software: Ad-Aware (www.lavasoft.de)
SOFTWARE ANTI-VIRUS
Software ini untuk mencegah agar program jahat perusak data semisal virus, worm dan trojan horse bercokol dan berkembang-biak di komputer kita. Contoh software: AVG anti-virus (www.grisoft.com)
Beberapa contoh software di atas memiliki versi berlisensi freeware (gratis dan bebas digunakan bagi pengguna individu ataupun non profit) ataupun shareware (gratis dan bebas digunakan dalam periode waktu tertentu).
thumbnail

Mengenalkan Internet Sesuai Usia Anak

USIA 2 S/D 4 TAHUN
Pada usia ini, anak harus didampingi oleh orangtua atau orang dewasa. Melakukan surfing bersama orangtua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orangtua. Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan Internet secara bebas.
orangtua harus memberikan penjelasan mengenai aktifitas apa saja yang terjadi di internet, situs yang bermanfaat dan tidak boleh diakses, serta ancaman yang berpotensi dihadapi. Yang terbaik adalah orangtua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak, selama kita yakin bahwa dia berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.
anak menggunakan internet
USIA 4 S/D 7 TAHUN
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orangtua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orangtua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orangtua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orangtua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.
Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidaknyamanan pada dirinya.
USIA 7 S/D 10 TAHUN
Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orangtua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orangtua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orangtua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk variasi aktifitas lainnya.
Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk hanya membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satudua situs favorit mereka saja.
USIA 10 S/D 12 TAHUN
Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orangtua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orangtua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.
Batasi penggunaan internet, dan libatkan anak-anak pada kegiatan lain seperti olahraga
Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh temantemannya memiliki nilai positif.
USIA 12 S/D 14 TAHUN
Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi yang menggunakan internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan online chat (chatting). Tekankan kembali pada kesepatakan dasar tentang penggunaan internet di rumah, yaitu tidak memberikan data pribadi apapun, bertukar foto atau melakukan pertemuan faceto-face dengan seseorang yang baru dikenal melalui internet, tanpa sepengetahuan dan/atau seijin orangtua. Pada usia ini anak-anak harus sudah memahami bahwa faktanya seseorang di internet bisa jadi tidaklah seperti yang dibayangkan atau digambarkan. Anak pada usia ini juga sudah saatnya mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan penasaran dengan lawan jenisnya. Mereka akan mencoba melakukan eksplorasi untuk memenuhi rasa ketertarikan dan penasaran mereka. Dalam masa ini, orangtua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya. orangtua tidak harus berada di ruangan yang sama dengan sang anak ketika anak tersebut tengah menggunakan Internet. Tetapi anak tersebut harus tahu bahwa orangtua berhak untuk keluar-masuk ke dalam ruangan tersebut kapan saja dan menanyakan apa yang dilakukan anak tersebut ketika sedang online.
Janganlah terkejut apabila anak-anak mulai tertarik dengan materi-materi seksual. Bagaimana orangtua menghadapi hal tersebut, tentu saja tergantung kepada penilaian masing-masing orangtua terhadap materi tersebut. Yang harus diperhatikan adalah materi-materi seksual yang dapat ditemukan ditemukan di Internet adalah berbeda dan kerap lebih berani ketimbang yang bisa didapatkan di media cetak. Jika seorang anak mela kukan eksplorasi yang mendalam di Internet, bisa saja dia mendapatkan situs, chatroom atau mailing-list yang mengeksplorasi fantasi seksual, yang justru dapat mengganggu ataupun menakutkan bagi orangtua maupun anak yang bersangkutan.
Hal ini menguatkan pendapat mengenai pentingnya pemasangan software filter, keterlibatan orangtua yang intensif, menekankan nilai dan norma keluarga serta meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orangtua dan anak. Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orangtua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya. Tetapi di sisi lain, pemasangan software filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orangtua.
Untuk itu kejujuran kepada sang anak menjadi penting, sehingga mereka tahu apa yang orangtua mereka lakukan dengan komputer mereka dan mengapa hal tersebut dilakukan. Jika orangtua ingin memasang software filter, haruslah dijelaskan kepada anaknya bahwa hal tersebut dilakukan untuk melindungi mereka dari materi-materi yang berbahaya atau tidak layak. Seperti keputusan untuk tidak membiarkan anaknya bepergian ke suatu tempat yang cenderung berbahaya, orangtua memiliki hak pula untuk melindungi anaknya melakukan surfing ke situssitus yang negatif di Internet.
USIA 14 S/D 17 TAHUN
Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan seorang anak remaja dan orangtua. Seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas dari orangtua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu diperketat lagi, tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan orangtua. Kehidupan remaja sangatlah rumit, sehingga mereka membutuhkan kebebasan sekaligus arahan pada waktu yang bersamaan. Remaja kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, baik online maupun offline. Tidak jarang remaja memutuskan untuk bertemu muka dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Internet, tentu saja tanpa pengawasan orangtua.
Untuk itu perlu ditekankan benar-benar kepada remaja bahwa siapapun yang mereka kenal di Internet belumlah tentu seperti apa yang mereka bayangkan dan bisa jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terkadang sulit untuk memberikan pemahaman kepada remaja, tidak jarang mereka memahami bahwa mereka pun sejatinya membutuhkan perlindungan terhadap pihak-pihak yang bermaksud mengeksploitasi mereka. Remaja haruslah diberikan pemahaman bahwa kontrol berada di tangan mereka dengan cara tetap waspada terhadap keberadaan pihak yang dapat merugikan mereka.
Bahaya yang terbesar adalah jika seorang remaja putri bertemu dengan seseorang yang baru saja dikenalnya melalui Internet. Jika remaja putri tersebut tetap memaksa ingin bertemu, maka dia haruslah mengajak seorang sahabat atau teman dekatnya untuk menemaninya. Pertemuan tersebut haruslah di tempat publik yang terbuka dan banyak orang. Bagi orangtua, berpikir dan bertindaklah dengan berkacamata pada masa remaja dulu. Tetapkan harapan yang masuk akal dan jangan berlebihan apabila suatu ketika anak remajanya melakukan sesuatu di Internet yang melanggar peraturan keluarga yang telah ditetapkan. Ini bukan berarti orangtua tidak boleh menanggapi secara serius dan menegakkan pengawasan serta disipilin, tetapi cobalah memandang sesuatu secara lebih luas lagi.
Tips sehat anak menggunakan internet.
Jika seorang remaja menceritakan sesuatu kepada orangtua tentang hal-hal negatif yang ditemuinya di Internet, respon orangtua janganlah mencabut hak anak remaja tersebut dalam menggunakan Internet. orangtua harus bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal yang negatif terulang lagi di kemudian hari. Ingatlah, tidak lama lagi seorang anak remaja akan berangkat dewasa. Mereka tidak sekedar harus tahu tentang bagaimana cara bersikap yang baik, tetapi juga harus tahu bagaimana cara membuat pertimbangkan mana yang baik dan yang tidak, baik online maupun offline. Hal tersebut akan lebih bermanfaat dan sesuai bagi kehidupan mereka di masa depan.
thumbnail

Tips Sehat Anak Menggunakan Internet & Komputer

12 Tips Sehat Menggunakan Komputer (Laptop)
  1. Gunakan kursi yang secara dinamis dapat diatur tinggi-rendah dan senderan punggungnya.
  2. Posisi monitor bagian paling atas setidaknya setinggi 5-8 cm di atas arah pandang mata.
  3. Untuk menghindari efek silau dari layar monitor, bisa gunakan filter atau pelindung anti-silau.
  4. Duduklah dengan jarak sekitar satu rentangan tangan dari monitor.
  5. Kaki harus dapat menjejak pada lantai atau pada pijakan kaki yang stabil.
  6. Jika menggunakanalat pemegang/penjepit dokumen, tingginya samakan dengan layar monitor.
  7. Antara siku dan pergelangan tangan sejajar dan lurus saat menggunakan keyboard / mouse.
  8. Lengan dan siku berada dalam posisi santai dekat dengan tubuh Anda.
  9. Monitor dan keyboard posisikan di tengah hadapan Anda.
  10. Gunakan keyboard yang memiliki bagian pengungkit di bawahnya untuk mengatur posisi.
  11. Gunakan alas kerja atau meja yang stabil dan tidak goyah.
  12. Sesekali lakukan istirahat pendek dengan berdiri, perenggangan dan melihat arah lain.
tips komputer internet
Tips Sehat Anak Menggunakan Internet di Tengah Keluarga
Pertama, jika di rumah kita ada anak di bawah umur, gunakan internet bersama dengan anggota keluarga lain yang lebih dewasa. Tempatkan komputer di ruang keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita. Jika diperlukan, berilah penjadwalan/pembatasan waktu untuk anak dalam menggunakan Internet.
Kedua, pelajarilah sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh internet, secara bersama dengan anggota keluarga yang lain. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami Internet, juga tentang cara menggali infor masi yang bermanfaat, sekaligus menjauhi informasi yang negatif.
Ketiga, berikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi/menjawab setiap e-mail ataupun private chat dari orang yang tak dikenal, termasuk tidak membuka file kiriman (attachment) dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
Keempat, pertegaslah kepada siapapun yang menggunakan Internet di rumah kita untuk tidak memberikan data pribadi/keluarga, alamat rumah/sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri lainnya kepada orang yang tak dikenal, ataupun saat mengisi informasi data diri di situs personal, blog ataupun situs lainnya di Internet semisal Twitter.com, YouTube.com ataupun Facebook.com
Kelima, mintalah kepada anak di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas atau yang membuat mereka tidak nyaman, baik disengaja ataupun tidak sengaja terbuka. Bujuklah agar mereka terbiasa bercerita kepada kita tentang segala sesuatu yang mereka temui di Internet.
Lindungi anak dari pencuri data di internet.
Keenam, tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah kita untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face-to-face) dengan seseorang yang baru mereka kenal di Internet. Jika memang mereka bersikeras untuk tetap bertemu, maka harus dipastikan ada orang dewasa yang menemani dan pertemuannya harus berlangsung di tempat umum/publik.
thumbnail

Gaya Bicara Orangtua Menasihati Anak Remaja Tentang Internet

Interaksi Orangtua dan Anak dalam Menghadapi Dampak Internet
Anak remaja memiliki banyak pertanyaan saat masa pencarian identitas diri. Anak Anda akan mulai bertanya dan ingin mengenal lebih jauh mengenai rokok, kekerasan, minuman keras/alkohol, rasa cinta kepada lawan jenis, seks dan lain sebagainya. Sangat penting bagi orangtua untuk mendapatkan kepercayaan anak saat perubahan ini terjadi.
nasihat orangtua
Bagaimanakah cara orangtua menyikapi perubahan pada anak remaja. Apa saja yang sebaiknya orangtua lakukan untuk membantu anak-anak mereka melewati masa transisi ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua di sebuah SMA bahwa 20 dari 30 orangtua yang memberikan kebebesan kepada anak untuk bergaul sesuai dengan keinginan anak, memberikan kebebesan kepada anak untuk menggunakan internet, menyerahkan kepada anak tanpa memberikan pengawasan.
Orangtua sebagai sumber informasi utama
Orangtua sebaiknya adalah orang pertama yang menjadi tempat anak untuk bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pubertas. Orangtua harus siap menerima bahwa anak telah melewati masa kanak-kanak, dan saat ini sudah memasuki masa puber, selanjutnya siap memasuki gerbang masa kedewasaan. Siapkan diri dengan informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pubertas yang diperlukan oleh anak. Informasi bisa diberikan dengan cara menceritakan ke anak pengalaman-pengalaman pribadi dan membelikan bukubuku yang berkaitan dengan puber untuk anak remaja Anda.
Jangan merasa sungkan menjawab pertanyaan anak mengenai sesuatu hal yang terkesan tabu untuk dibicarakan, misalnya, pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah seksual. Anak remaja yang masih labil saat ini membutuhkan petunjuk dan nasihat dari orangtua mengenai hal tersebut. Semakin bertambah usia anak, semakin besar pula rasa keingintahuannya. Selain itu juga karena anak remaja pada umumnya belum memikirkan dengan serius resiko atau konsekuensi tindakan yang dilakukan, serta belum bisa membedakan dengan baik antara cinta dan seks. Cinta adalah emosi yang dilandasi oleh rasa ketertarikan dan kasih sayang. Cinta terkadang sulit dijelaskan dengan kata-kata, dan cinta bukan berarti seks. Seks adalah ekspresi rasa cinta dan kasih sayang dalam sebuah pernikahan (bukan diluar pernikahan).
Jelaskan kepada anak pentingnya menghargai dan menjaga kehormatan dirinya. Hubungan seks adalah sebuah hal suci yang dilakukan antara dua orang yang saling mencintai pada saat yang tepat, yakni setelah memasuki lembaga perkawinan. Tentunya kenakalan remaja bisa dicegah bila orangtua menyampaikan informasi yang tepat dan mudah dicerna oleh anak. Dengan berbekal panduan yang logis dari orangtua maka niscaya anak akan terhindar dari godaan yang dapat menghancurkan masa depannya. Mendapatkan penjelasan dari orang terpercaya, dalam hal ini orangtua, tentu akan lebih baik bagi anak dibandingkan jawaban dari teman-teman sebayanya atau informasi bebas di internet.
Pendidikan nilai agama dan moral sangat diperlukan
Sangat penting bagi anak remaja untuk memiliki benteng pertahanan berupa nilai/moral sebagai kontrol diri yang diperlukan bagi kehidupannya. Dengan begitu, anak dapat menahan diri untuk tidak terjerumus melakukan halhal yang tidak baik karena sudah mengetahui norma dan batasan dalam bergaul, juga mengetahui efek buruknya, baik dinilai dari segi kesehatan maupun rohani. Penanaman nilai-nilai agama yang kuat disertai juga beragam nilai-nilai moral dan norma yang berlaku di masyarakat diharapkan akan mampu menjadi benteng utama pertahanan anak terhadap berbagai macam pengaruh buruk dari luar, kapan dan dimana pun ia berada meskipun tidak berada di dekat orangtuanya.
Komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak
Biasanya kebanyakan orangtua memiliki rasa khawatir dengan perkembangan anak remaja, terutama bila melihat perkembangan jaman saat ini. Jagalah komunikasi dengan anak remaja agar selalu harmonis sehingga ia terarah dengan baik. Komunikasi harus dilakukan dua arah, bukan sebagai orangtua, hanya memberi perintah dan nasihat saja. Tapi berikanlah kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapat dan menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang ingin diketahuinya.
Pada usia puber, anak remaja cenderung memilih untuk mencurahkan isi hatinya dengan teman sebaya dibandingkan dengan orangtua mereka sendiri. Sebagai orangtua ada kalanya perlu bersikap tegas kepada anak dan ada kalanya juga perlu bersikap seperti sahabat bagi anak dengan menjadi pendengar yang baik ketika anak menyampaikan masalahnya. Cobalah untuk memahami isi hati dan perasaan anak dengan cara banyak meluangkan waktu bersama anak. Pembicaraan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan terkesan santai seperti saat berbelanja atau makan siang bersama dengan anak. Orangtua harus peka terhadap isu sensitif yang sedang dihadapi anak. Bila hal yang ingin dibicarakan adalah kehidupan cinta pribadi anak, maka orangtua bisa memilih untuk membicarakan masalah tersebut di kamarnya, bukan di tempat umum. Yang terpenting adalah anak remaja menyerap dengan baik pesan penting berupa nilai dan norma kehidupan yang diperlukan anak agar ia siap menghadapi tantangan di kehidupannya. Bila orangtua mau terbuka dengan anak membicarakan apa saja, maka ketika anak merasa bingung dan butuh teman bicara, ia akan berpaling ke orangtua untuk mendapatkan arahan, bukan ke tempat-tempat lainnya yang belum tentu bisa memberikan pengaruh baik ke anak.
Anak harus selalu menghormati orangtua
Di usia ini terkadang anak-anak yang sudah melewati masa puber merasa bahwa diri mereka bukan anak kecil lagi, tidak suka diatur dan tidak memerlukan orangtua mereka. Percakapan dengan orangtua pada sebagian remaja sekarang hanya terkesan basa basi saja dan rumah diperlakukan seperti hotel (hanya untuk tempat menginap, makan dan minum). Remaja lebih senang menghabiskan waktunya bermain seharian bersama teman di luar rumah, melakukan percakapan atau sibuk mengirim pesan singkat lewat telepon genggam dan mengunci diri di kamar tidur. Sebagai orangtua harus tegas dan meminta anak untuk tetap menghormati orangtua. Hak dan kewajiban anak untuk membantu orangtua tidak berubah dan jangan biarkan anak berani berkata atau melakukan tindakan kasar kepada orangtua. Ketidakstabilan emosi pada diri remaja merupakan hal wajar sebagai bagian proses pendewasaan diri. Anak menjadi lebih sering menentang perkataan orangtua dikarenakan kegalauan dan pertentangan dalam dirinya. Dalam hal ini, pengertian dan kesabaran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak mengatasi ketidakstabilan emosinya.
Memberikan Pilihan dan Dukungan pada Anak
Bila anak berubah menjadi remaja yang menutup diri sesudah menginjak usia puber, ajaklah ia untuk berbicara terbuka mengenai masalah yang dihadapinya. Beberapa kemungkinan masalah yang terjadi adalah anak remaja terkena depresi karena putus cinta, mendapatkan kekerasan fisik dari teman sebaya atau merasa minder karena bentuk tubuhnya. Yakinkan anak bahwa apapun yang terjadi dengannya orangtua akan selalu menyayangi, mencintai, memberikan perlindungan dan menerima anak apa adanya. Sebaiknya orangtua tidak mendikte anak mengenai apa yang harus dilakukan dalam hidupnya. Tugas orangtua memang bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya sebaik mungkin. Tapi dengan mengatakan apa yang harus mereka lakukan maka orangtua akan mengambil kesempatan anak untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang tangguh, matang, percaya diri dan dewasa dalam berpikir.
Memberi Anak Privasi atau Keleluasaan Pribadi
Ada beberapa orangtua yang bersikap terlalu protektif terhadap anak remaja mereka misalnya saja selalu ikut mendengarkan percakapan anak dengan teman di telepon. Atau kasus lain orangtua yang suka menggeledah kamar anak karena anak lebih suka menyendiri atau menutup diri di kamar. Tindakan seperti memata-matai anak akan menyebabkan anak merasa orangtua tidak menaruh kepercayaan kepadanya. Tentu sebagai orangtua perlu menetapkan batasan bagi anak untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang tidak baik. Ingat bahwa orangtua adalah orang dewasa, orangtua yang memiliki kendali terhadap situasi yang terjadi tapi jangan lupakan hak anak juga untuk mendapatkan privasi.
Membangun Komunikasi yang Baik dengan anak
Anak-anak membutuhkan figur dalam masa pertumbuhan mereka. Maka dari itu, orangtua haruslah bertindak sebagai cermin bagi anak-anak.Dan komunikasi yang baik akan menjadi perantara serta menjembatani kepentingan dan kemauan diantara keduanya. Komunikasi adalah cara untuk membangun ikatan yang kuat dengan orang-orang di sekitar kita, termasuk anak-anak kita. Dengan adanya komunikasi, kita juga bisa belajar memahami apa yang mereka perlukan dan atau inginkan. Komunikasi bisa disampaikan secara verbal dan non-verbal. Komunikasi non-verbal bisa mencakup semua jenis ekspresi emosional, tindakan, bahasa tubuh, dan kata-kata yang berarti.Dengan membentuk komunikasi yang baik, diharapkan mereka juga akhirnya dapat mengungkapkan pikiran dengan cara yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa tips untuk berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak kita.
Kasih sayang dan perhatian
Sebagai orangtua, kita harus memprioritaskan bahwa kebutuhan anak atas perhatian dan kasih sayang, adalah modal utama untuk "kesehatan" jiwa mereka dalam pertumbuhannya. Dan sebaliknya, jika kita mengabaikan hal tersebut, maka hal ini akan sangat memicu kebencian dalam hati si anak, sehingga mereka tidak akan membuka diri untuk berkomunikasi.
Meluangkan waktu untuk anak
Anak-anak sangat suka bermain. Mereka juga banyak belajar lewat berbagai permainan tersebut. maka tak ada salahnya bagi orangtua untuk bermain di lantai dengan anak-anak setidaknya selama 20 menit. Dengan banyak meluangkan waktu bersama mereka, paling tidak tiga kali sehari, akan membuatnya tertarik. Dan pada akhirnya mereka akan mulai membuka diri untuk berkomunikasi.
Menjadi pendengar yang baik
Terkadang kita sebagai orangtua, kita merasa lebih banyak tahu tentang berbagi hal dari pada anak-anak kita. Selanjutnya, secara tidak sadar orangtua lalu memaksakan diri untuk memberi nasehat tentang ini dan itu. Padahal, anakanak punya banyak hal untuk dibicarakan. Dan sebenarnya yang mereka inginkan adalah seorang pendengar yang menarik sehingga mereka dapat mencurahkan semua hal dalam hati kecil mereka.Dan jika akhirnya orangtua memang harus memberikan nasehat, maka orangtua harus memilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya, tentu saja setelah melalui proses banyak mendengar tentang apa yang dirasakan oleh putra-putri mereka tersebut. Komunikasi seperti ini sangatlah penting, karena kedekatan antara orangtua bisa dimulai dari sini.
Melibatkan diri dengan anak-anak
Memang tanggung-jawab menjadi orangtua tidaklah ringan. Terkadang hal tersebut sudah sangat menyita waktu serta pikiran kita. Namun sebagai orangtua, kita tidak boleh mengabaikan kepentingan anak-anak kita, karena merekalah investasi sebenarnya bagi kita di masa depan. Menunjukkan kepada mereka bahwa kita terlibat dan tahu tentang dunianya, adalah langkah efektif untuk memulai komunikasi. Tentu saja, dalam melakukan hal tersebut, orangtua harus melihat dari perspektif seorang anak.
Dorong mereka untuk bicara
Setelah pendekatan untuk masuk ke dalam diri anak berhasil, selanjutnya doronglah mereka untuk bicara. Orangtua harus menghindari dalam buru-buru menunjukkan sifat dominan saat anak berbicara dengan anak-anak, karena hal tersebut bisa memutus akses untuk anak mau berbicara lebih banyak. Orangtua bisa memulai dengan mengajukan pertanyaan sederhana yang akan dinikmati anak saat menjawab. Selain lewat verbal, orangtua juga dapat memberikan bantuan komunikasi melalui beberapa hal visual. tunjukkan gambar, atau video terkait dengan minat mereka seperti pada permainan, hewan, dan lain sebagainya.
Jaga ekspresi
Ketika memulai komunikasi dengan anak, orangtua harus menghindari kesan serius menghindari kesan serius pada wajah dan pada nada suara. Mencoba untuk tetap tersenyum dan menunjukkan keceriaan akan membuat mereka lebih merasa nyaman. Jika orangtua mudah terlihat marah dan kecewa, serta berkomunikasi dengan nada buruk atau terlihat saat berbicara, maka komunikasi non-verbal yaitu ekspresi wajah tersebut akan mengirimkan pesan negatif kepada anak.
Mereka adalah kita
Terkadang ketika orangtua mengingat kembali masa-masa kecil mereka, termasuk juga hal-hal yang menyakiti atau membahagiakan, akan menjembatani kesenjangan komunikasi para orangtua dengan anak-anak mereka sekarang. Dengan melakukan hal tersebut, para orangtua bisa mendapat sebuah cara baru untuk bagaimana bersikap dan berkomunikasi yang tepat dengan anak-anak mereka.
thumbnail

Mencegah Anak Mengunjungi Situs Dosa

Situs Dewasa adalah sebutan yang dihaluskan yang bukan berarti situs tidak boleh ditonton oleh anak remaja dan boleh ditonton orang dewasa. Tetapi baik remaja maupun dewasa berdosa melihatnya. Oleh karena itu disebut situs dosa.
anak melihat situs dosa
Upaya Orangtua Menghadapi Dampak Internet
Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan internet dalam adalah akan marah bila orangtua membatasi penggunaan internet. Anak juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja. Berbagai bahaya di internet dan masalah kecanduan internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari internet, sebagai orang-tua dapat melindungi anak dengan melakukan hal-hal berikut:
Orangtua Perlu Memiliki Pengetahuan Tentang Internet
Jangan mengganggap diri terlau tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orangtua tidak memahami teknologi sehingga orang-tua berpikir tidak ada dampak negatif dari internet.
Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat
Kadang orang-tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang-tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak.
Peringatkan bahwa Allah SWT Maha Melihat
Karena orangtua tidak dapat mengawasi anak 24 jam, biasakan anak untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat orangtua tidak ada atau saat muncul situs dosa mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Allah, sehingga walau orangtua tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Allah
memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.
Batasi Penggunaan Internet
Jangan biarkan anak anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa orangtua melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini.
Jaga komunikasi yang baik dengan anak
Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan orangtua untuk menanamkan nilai-nilai moral. orangtua dapat menjelaskan kepada anak apa saja bahaya dari penggunaan internet agar mereka tidak mudah terkecoh.Semua orang-tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya internet dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga orangtua perlu melindungi anak dari bahaya penggunaan internet seperti situs dosa dan para pemangsa atau predator seksual.
Cara Pencegahan Bahaya Internet Pada Anak
Melihat fakta yang ada disarankan agar orangtua menggunakan filter untuk memonitor penggunaan internet putra-putri mereka. Aktifitas online yang semakin meningkat di kalangan anak-anak telah menjadi ancaman. orangtua perlu lebih dari sekedar memperingatkan anak mereka mengenai isi internet. Dalam keadaan seperti ini hal yang paling mendesak dilakukan orangtua harus berdiskusi bersama anak mengenai topik yang mengundang rasa ingin tahu mereka sekaligus melindungi anak dari ancaman dunia maya.
13 Cara orangtua mencegah anak mengujungi situs dewasa berdosa.