kumpulan soal matematika fisika kimia gambar foto dp bbm anak kecil membaca bakat bayi bernyanyi berbicara berhitung guru internet motivasi nikah SD TK paud prasekolah ibu menyusu orangtua bentuk molekul senyawa kimia huruf V T linear oktahedral tetrahedral terdistorsi segitiga datar bipiramida piramida perubahan entalpi pembentukan pembakaran penguraian standar termokimia kalor jenis tetapan ionisasi asam basa lemah kuat garam laju reaksi

Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Membantu Anak Beradaptasi Di Sekolah Baru (Hari Pertama Sekolah)

Bagaimana Orangtua Membantu Anak Beradaptasi?
Bersekolah di taman kanak-kanak menandai awal tahap baru bagi anakanak. Orang tua dan sekolah harus bekerja sama untuk membantu anakanak beradaptasi dengan lancar dengan kehidupan sekolah. Sebelum dan selama tahap awal sekolah anak Anda, anda dapat membantu mereka siap dengan kehidupan sekolah dengan cara-cara berikut:
    Di rumah, beri anak Anda lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan untuk mandiri, misalnya:
  1. berpakaian: mengancingkan baju, mengancingkan restleting, mengikat sepatu
  2. merapikan barang
  3. menyeka keringat dan membersihkan hidung meler
  4. tata cara di meja makan yang sopan
  5. pelatihan toilet
hari pertama anak sekolah
    Dalam kehidupan sehari-hari, beri anak Anda kesempatan untuk belajar:
  1. mendengar dengan penuh perhatian
  2. menjawab pertanyaan
  3. menyatakan kebutuhan
  4. bergaul dengan orang lain
  5. Orang tua, ditemani anaknya, menghadiri “Hari Orientasi” atau “Pekan Orientasi” sekolah, serta aktivitas adaptasi lainnya agar familier dengan para guru dan lingkungan baru sebelum permulaan sekolah.
  6. Biasakan anak Anda dengan lingkungan baru dengan mengajaknya berjalanjalan di lokasi sekolah
  7. Bimbing anak Anda mencoba fasilitas-fasilitas sekolah
  8. Jelaskan pengaturan antar jemput kepada anak Anda dan ingatkan kepadanya tentang langkah pengamanan. Berjanjilah bahwa mereka akan dijemput sepulang sekolah untuk membantu mereka membangun rasa aman
  9. Dorong anak Anda untuk bersosialisasi dengan teman sekolahnya. Pada saat yang sama cobalah untuk mengenal para orang tua lainnya
  10. Peliharalah kedekatan hubungan dengan para guru anak Anda
  11. Bantu anak Anda agar merasa aman dengan berbicara dengannya setiap hari, berbagi perasaan dan pikiran tentang kehidupan sekolah dan menghilangkan keraguannya jika ada.
Ini akan membantu mereka melewati periode adaptasi dengan lancar. Memahami kesulitan yang dihadapi anak dalam mengatasi kehidupan taman kanak-kanak.
    Anak-anak mungkin merasa tidak terbiasa dengan situasi-situasi tertentu pada awal kehidupan sekolahnya, misalnya:
  1. jauh dari rumah
  2. pisah dari orang tua
  3. berada di tempat yang asing baginya
  4. harus bergaul dengan sekelompok orang yang baru (para guru dan anakanak lain)
  5. berada di tempat yang jauh lebih luas ? harus mengikuti rutinitas
    Anak-anak mungkin berperilaku tidak biasa di awal periode sekolah, misalnya:
  1. tidak mau pisah dengan orang tuanya dan menunjukkan ketergantungan yang tidak wajar pada orang tua
  2. merasa sangat lelah
  3. mudah tersinggung
  4. sering menghisap jari
  5. mengompol tanpa sebab yang jelas
mengajari anak membaca dan menulis.
Semua ini mungkin hanya sementara saat anak Anda belum beradaptasi dengan lingkungan baru Anda tidak perlu terlalu cemas dan anak Anda lambat laun akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dengan perhatian dan bimbingan Anda dan sekolah.
    Jika, sekalipun Anda sudah melakukan persiapan, anak Anda tetap menangis dan takut pergi ke sekolah:
  1. jangan terlalu cemas karena kemampuan anak beradaptasi dengan lingkungan baru berbeda-beda
  2. jangan mengancam atau menyuap anak Anda untuk berperilaku baik
  3. hibur dia dengan lembut dan percayakan dia pada pengasuhan gurunya
  4. beri mereka lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan sekolah
  5. beri dukungan dan dorongan yang sesuai, dan berpartisipasilah dalam kehidupan sekolahnya
  6. peliharalah kedekatan hubungan dengan guru, jika perlu, untuk memahami perilaku anak Anda di sekolah dan ciptakan kerja sama dengan guru demi kesejahteraan anak
thumbnail

Cara Guru & Orangtua Mendorong Anak Belajar

Kerja Sama Keluarga dan Sekolah Mengasuh Anak
Orang tua dan sekolah adalah mitra. Untuk memastikan perkembangan anak yang sehat, sekolah membutuhkan dukungan dan bantuan orang tua. Oleh karena itu, pihak keluarga dan sekolah harus menjalin hubungan yang erat untuk memahami kinerja anaknya di sekolah, yang pada gilirannya akan memperbaiki koordinasi antara kedua pihak. Partisipasi aktif orang tua dapat meningkatkan sinergi kerja sama keluarga dan sekolah:
  1. Kunjungi sekolah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai lingkungan sekolah dan pengaturan kurikulum
  2. Amati bagaimana anak Anda belajar di sekolah
  3. Pahami karakteristik pembelajaran dan perkembangan anak. Jangan meminta sekolah untuk memberi tugas menulis kepada anak Anda, terlalu dini, atau melakukan penilaian pada anak Anda menggunakan alat-alat yang tidak tepat seperti dikte, tes dan ujian
  4. Berpartisipasilah dalam aktivitas orang tua yang diselenggarakan sekolah misalnya asosiasi orang tua guru, seminar pendidikan, aktivitas orang tua anak, dan menjadi sukarelawan guru bantu wali murid (parent helpers)
  5. Peliharalah kedekatan hubungan dengan guru untuk memahami pengalaman sehari-hari anak Anda di sekolah
  6. Baca informasi yang diberikan dalam buku pegangan orang tua dan pengumuman yang dikeluarkan sekolah. Manfaatkan surat berkala untuk orang tua, buku pegangan anak dan sebagainya untuk berkomunikasi dengan sekolah apabila perlu
  7. Jika anak Anda alergi dengan jenis makanan tertentu, suhu, barang seharihari atau bahkan mainan, Anda harus menginformasikan hal ini kepada sekolah untuk membuat pengaturan khusus
  8. Manfaatkan saluran komunikasi yang diberikan pihak sekolah. Beri umpan balik dan komentar positif untuk memfasilitasi perkembangan sekolah
mendorong anak belajar
Kembangkan Potensi Anak melalui Pengalaman Belajar yang Komprehensif dan Menyenangkan
Pendidikan anak-anak di usia dini yang berkualitas bertujuan untuk membantu anak berkembang mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam bidang etika, intelektual, fiik, keterampilan sosial dan estetika, serta untuk memupuk perkembangan diri seutuhnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan anak-anak di usia dini yang berkualitas, permainan dan aktivitas yang bermakna adalah sangat perlu. Lingkungan belajar yang rileks dan menyenangkan akan mengembangkan potensi anak, memupuk minat mereka dalam belajar dan memungkinkan mereka tumbuh besar dengan sehat dan bahagia. Taman Kanak-kanak Berkualitas
  1. tidak memakai kurikulum yang tidak cocok dengan kemampuan anak
  2. tidak meminta anak di taman kanak-kanak untuk menulis
  3. tidak menugaskan terlalu banyak pekerjaan rumah
  4. tidak menugaskan tugas menyalin berulang-ulang
  5. menghindari latihan aritmetika hanya untuk tujuan latihan
  6. menghindari latihan komputer mekanis ? menghindari penyalinan berulang atau menghafal kosakata bahasa Inggris tanpa berpikir
  7. tidak menggunakan dikte, tes, atau ujian sebagai alat penilaian Latihan di atas akan menghambat minat anak dalam belajar dan menghalangi kreativitas.
Orang tua hendaknya mendorong anaknya untuk:
  1. memiliki pikiran yang ingin tahu
  2. mengeksplorasi
  3. mengeksploitasi kreativitas dan imajinasinya
  4. membangun kebiasaan membaca yang baik
  5. percaya diri dalam menyatakan perasaan dan pendapat
  6. mengembangkan minat belajarnya yang meletakkan dasar untuk pembelajaran seumur hidup
Cara menyayangi anak Anda
Semua orang tua menyayangi anaknya. Namun demikian, yang dibutuhkan anak adalah kasih sayang bukan memanjakan. Kasih sayang orang tua merupakan nutrisi esensial bagi anak dan fondasi yang paling penting untuk memelihara hubungan orang tua dan anak. Setiap anak itu unik dalam kaitannya dengan fiik, bakat, karakter dan minat. Orang tua hendaknya memahami dan menerima keunikan anaknya, serta mempunyai harapan yang wajar pada anaknya. Kehidupan itu sendiri adalah proses belajar.
fasilitas anak belajar di rumah.
Anak perlu belajar dengan mencoba dan melakukan kesalahan selama perkembangannya. Orang tua hendaknya menunjukkan kenakalan anaknya, bukan mereka secara pribadi, dan membimbingnya secara sabar. Beri dorongan spesifi ketika anak Anda membuat prestasi bagus, misalnya dengan memuji upaya dan konsentrasinya. Apabila anaknya menemui kendala, orang tua hendaknya memberi mereka dukungan dan dorongan. Selain itu, orang tua hendaknya meluangkan lebih banyak waktu dengan anaknya setiap hari, berbicara dengannya, mendengarkan apa yang mereka katakan dan berempati dengan perasaan dan emosi anak. Dalam mendisiplinkan anak, orang tua hendaknya konsisten dengan pendekatan dan sikap yang diambil. Perilaku mereka hendaknya sesuai dengan ucapannya. Mereka seharusnya menjadi teladan bagi anaknya. Orang tua hendaknya juga bekerja sama dengan guru untuk membantu anak membentuk kebiasaan yang baik dan tumbuh dengan sehat dan bahagia.
cara mengatasi masalah belajar anak.
Beberapa tip tentang “Cara menyayangi anak Anda” bagi referensi orang tua: Sayangi anak Anda tetapi jangan memanjakannya. Miliki harapan yang realistis tentang kemampuan anak. Tunjukkan perhatian baik pada kesejahteraan fiik maupun psikologis Ikutlah merasakan kegembiraan dan kesedihan mereka. Peliharalah komunikasi sehari-hari dengan anak Anda. Bersabarlah apabila anak melakukan kesalahan Tentukan model peran yang baik bagi anak Anda Sering-seringlah memberikan dorongan dan pujian Disiplinkan dengan sewajarnya untuk memperbaiki kenakalan. Peliharalah kerja sama yang baik antara keluarga dan sekolah.
thumbnail

Menangkal Konten Seksual Di Ponsel Anak & Tanda Anak Korban Cyber Bullying

Kiat Menangkal Konten Seksual di Ponsel Murid
Peredaran konten seksual di ponsel atau yang lebihdikenal dengan istilah sexting memang bisa 'meracuni'siapa saja, tak terkecuali para murid. Sebelum pikiran murid kita menjadi tercemar dengan kata-kata atau gambar tak senonoh tersebut, ada baiknya para guru membantu memagari mereka. Berikut kiat untuk menangkal konten esek-esek tersebut:
anak korban bullying
    BAGI GURU:
  1. Mulailah memberi pengertian kepada murid tentang fenomena sexting. Namun bukan berarti Anda lantas menghardik mereka. Intinya adalah jalin komunikasi awal yang baik dan nyaman dengan si murid.
  2. Jika murid Anda kedapatan memiliki atau saling berkirim konten porno via ponselnya, segera suruh mereka hentikan hal itu. Jelaskan kepada mereka bahwa memiliki atau menyebarkan konten seksual lewat ponsel merupakan pelanggaran hukum dan berisiko terhadap sesuatu yang tidak baik.
  3. Tetap tenang ketika menghadapi murid yang membandel, pelajari kondisi kejiwaan si anak pula. Jika mereka sedang 'panas', Anda tentu jangan ikut 'panas' pula.
  4. Lakukan razia isi ponsel murid secara berkala dari kelas ke kelas. Kalau perlu terapkan kewajiban agar ponsel harus dititipkan di ruangan khusus dan tidak boleh dibawa ke kelas, dengan demikian razia bisa dilakukan tanpa mengganggu jam pelajaran.
    BAGI MURID:
  1. Jika mendapat foto/kalimat porno di ponsel, jangan lantas menyebarkannya ke orang lain meskipun ke teman-teman dekat Anda. Mungkin pada awalnya mereka melakukan itu karena iseng, tapi ulah isengisengnya itu bisa menjadi senjata makan tuan suatu saat nanti. Seperti tertangkap saat razia di sekolah atau lainnya.
  2. Jangan takut untuk menjalin komunikasi dengan guru atau orang tua lain mengenai masalah sexting ini. Yakinkan para orang tua bahwa mereka tidak perlu paranoid mengenai hal itu (sexting).
  3. Jika mendapat konten sexting dari teman atau orang yang Anda kenal, berilah pengertian bahwa perbuatan mereka itu berbahaya dan melanggar hukum.
  4. Jika aksi nakal teman Anda tersebut masih belum berhenti, ada baiknya jika Anda dengan orang tua ataupun guru berbicara langsung dengan orang tua anak tersebut.
Waspada Cyber Bullying
Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Disatu sisi, jika digunakan ke arah yang positif, maka hasilnya akan baik. Teknologi memungkinkan anak untuk belajar, bersosialisasi dan berkomunikasi. Di lain sisi, teknologi bisa melukai diri sendiri jika digunakan untuk kepentingan negatif. Tidak sedikit anak yang menjadi korban pelecehan ataupun premanisme di internet. Istilah ini dikenal dengan nama cyber bullying, yaitu perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja, baik yang dilakukan secara online atau melalui telepon seluler. Cyber bullying memanfaatkan pesan SMS, email, instant messaging (IM), blog, situs jejaring sosial, atau halaman web untuk mengganggu, mempermalukan dan mengintimidasi anak. Bentuknya bermacam-macam, seperti menyebarkan isu-isu palsu, memposting foto-foto memalukan, pelecehan seksual, ancaman hingga tindakan yang berbuntut pemerasan. Beberapa kasus di luar negeri, korban dari cyber bullying ini banyak yang akhirnya bunuh diri!
Tanda-Tanda Anak Korban Cyber Bullying
Anak kita menjadi korban cyber bullying? Ini bisa saja terjadi. Dan mungkin anak tidak berani memberitahu kita tentang hal tersebut karena alasan malu, takut dimarahi, atau takut kalau aktivitas online-nya akan dibatasi.
    Berikut ini beberapa pertanda yang harus diperhatikan, ketika anak menjadi korban cyber bullying.
  • Emosi anak menjadi berubah drastis seperti marah atau sedih yang berlebihan setelah menggunakan ponsel atau ber-internet.
  • Anak menarik diri dari teman-teman atau kegiatan yang biasa mereka jalankan.
  • Nilai sekolah anak turun, atau anak merasa tidak puas dengan sekolah atau kelas tertentu.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda depresi yang tidak biasa.
    Jika Anda melihat seorang anak menjadi korban cyber bullying, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Simpan atau cetak bukti-bukti cyber bullying.
  • Identifikasi pelaku cyber bullying.
  • Ajukan keluhan kepada provider internet atau operator ponsel.
  • Mintalah pelaku cyber bullying untuk menghentikan aksinya.
  • Hubungi orang tua pelaku cyber bullying. Ceritakan dengan jelas apa yang telah terjadi. Tunjukkan bukti-bukti, dan kalau perlu beri peringatan bahwa Anda akan mengambil langkah hukum jika tidak aksi cyber bullying tersebut tidak dihentikan.
  • Hubungi pihak sekolah anak Anda jika cyber bullying terjadi di sekolah, seperti guru dan kepala sekolah, sehingga dapat diambil langkah protektif untuk menghentikan tindakan cyber bullying tersebut.
  • Jika cyber bullying sudah mengarah ke tindak kekerasan, pemerasan atau seksual, segera hubungi pihak kepolisian.
thumbnail

Memilih TK Paud PraSekolah Anak

Dalam lima tahun pertama anak, Anda dapat menempaTK paud prasekolahan anak dalam program prasekolah atau TK paud prasekolah memilih dengan hati-hati. Anggota keluarga, pengasuh dan guru dapat melakukan yang baik untuk membantu otak anak tumbuh dan berkembang selama lima tahun itu. Luangkan waktu untuk bertanya-tanya, cari tahu program pendidikan anak berlisensi apa di daerah Anda. Berencana untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum memutuskan di mana akan menempaTK paud prasekolahan anak Anda. Luangkan waktu ke bahagia dan rasa puas anak lain yang TK paud prasekolah di situ.
anak TK prasekolah paud
anak tk paud prasekolah
Orang-orang yang merawat anak Anda akan menjadi mitra Anda. Melihat bagaimana mereka berhubungan dengan anak-anak ketika Anda mengunjungi. Bertanya pada diri sendiri:
  1. Apakah mereka hangat, peduli, dan responsif terhadap setiap anak?
  2. Apakah mereka memperlakukan setiap anak dengan hormat?
  3. Apakah mereka merespon dengan cepat kebutuhan dan pertanyaan masing-masing anak,
    anak yang marah, dan membantu menyelesaikan masalah mereka?
  4. Apakah mereka berbicara dengan anak-anak, dan mendengarkan apa mereka katakan?
  5. Apakah mereka merencanakan hal-hal yang menarik bagi anak-anak untuk dilakukan?
  6. Apakah mereka memandu perilaku anak-anak dengan cara yang positif?
  7. Bagaimana anak saya menanggapi mereka?
Luangkan waktu untuk berbicara dengan staf dan mencari tahu apa yang mereka sukai tentang pekerjaan mereka dan berapa lama mereka telah merawat anak-anak. Naluri Anda dapat memberitahu Anda jika ini adalah jenis orang yang Anda perlu untuk kehidupan anak Anda. Berbagi Apa yang Anda Ketahui Tentang Anak Anda Anda tahu anak Anda yang terbaik. Luangkan waktu untuk berbicara dengan orang-orang yang akan merawat anak Anda untuk berbagi apa yang Anda ketahui. Berbicara tentang:
Jika anak Anda memiliki kebutuhan khusus yang telah diidentifikasi, Anda mungkin seorang ahli tentang bagaimana ia belajar terbaik. Pastikan untuk berbagi evaluasi laporan Anda miliki dengan staf. Cari tahu apakah mereka memiliki Pengalaman merawat anak dengan kebutuhan yang sama. Menunjukkan mereka apa yang Anda pelajari atau "trik" yang Anda miliki untuk mengajak dia untuk makan. Mendorong staf untuk mengajukan pertanyaan. Anda dapat meyakinkan mereka dengan jawaban Anda.
  1. Bagaimana anak Anda merespon pengalaman baru dan orang-orang
  2. Apa yang menghibur dia ketika dia marah
  3. lagu dan kegiatan apa apa yang paling disukainya
  4. Apa yang membantu dia tidur ketika ia lelah
  5. Apakah dia memiliki alergi makanan atau masalah medis
    (seperti asma atau diabetes)
  6. Apa yang anak takuti dan bagaimana Anda menangani ketakutan anak Anda
thumbnail

Guru yang Disukai Siswa Memberi PR yang Menyenangkan!

Hasil penelitian beberapa mahasiswa pendidikan memberikan beberapa catatan untuk pelaksanaan pemberian pekerjaan rumah PR yang baik dari guru,
guru disuka
Pekerjaan rumah akan efektif jika dirancang dengan baik, artinya tugas tersebut memang dirancang dalam proses pembelajarannya sehingga memungkinkan siswa untuk menyadari akan tugasnya terkait dengan materi tersebut. Pekerjaan rumah yang telah dirancang sebelumnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami terlebih dahulu maksud dan tujuannya atas penjelasan dari guru. Pemahaman tentang kejelasan tugas pekerjaan rumah beserta dengan rasionalnya menjadikan siswa semakin mantap dan siap mengerjakan.
Pekerjaan rumah memang telah direncanakan/dipersiapkan untuk dikerjakan di luar jam pelajaran sebagai bentuk latihan lebih luas atau memperdalam suatu materi. Kesadaran untuk melaksanakan latihan dan belajar secara teratur dapat dilakukan dengan senantiasa membarengi setiap materi pelajaran dengan tugas-tugas yang harus diberikan.
Melalui persiapan yang matang guru mampu menjelaskan, memberikan contoh, mengantisipasi potensi-potensi kesulitan sehingga pekerjaan rumah bukanlah dipersepsi sebagai beban namun sebagai tantangan dan tugas yang harus diselesaikan.
Pekerjaan rumah diberikan dalam bentuk yang sesederhana mungkin untuk mendorong siswa belajar, merasa kompeten, dan sebagainya. Pengaturan dan pengorganisasian materi sangat menentukan tumbuhnya perasaan mampu pada siswa. Pemberian materi secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks, dari yang mudah menuju ke yang lebih sulit mendorong siswa untuk bersedia mengerjakan.
Tidak merancang pekerjaan rumah sebagai hukuman. Para pendidik pada umumnya sepakat tidak boleh ada kekerasan di dalam pendidikan baik dalam bentuk yang halus dan tertutup ataupun sampai dengan dalam bentuk yang kasar dan bersifat terbuka (overt). Dalam bentuk yang paling halus misalnya pekerjaaan rumah diberikan karena guru sakit hati atau secara sengaja memberikan suatu pekerjaan rumah yang sangat sulit atau tidak masuk akal, sehingga sebenarnya pekerjaan rumah tersebut lebih sebagai bentuk penyaluran kekesalan dari guru.
Guru konsekuen dan bertanggung jawab atas pekerjaan rumah yang diberikan, masudnya adalah tidak sekedar memberikan tugas namun juga memonitor dan mengevaluasi hasil, serta melaporkan hasil kepada siswa. Semangat dan kesungguhan guru dalam mendidik siswa-siswinya dapat dilihat dari cara guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa.
Guru yang tahu persis tentang tujuan yang harus dicapai oleh siswanya atau tujuan pembelajarannya sangat mungkin akan memberikan pekerjaan rumah sebagai bentuk upaya pembentukan kompetensi secara utuh yang harus dimiliki siswa. Dengan demikian, dirinya merasa bertanggung jawab ketika memberikan pekerjaan rumah, tidak sekedar memberikan tugas tetapi tidak pernah memonitor apalagi mengevaluasinya. Konsekuensi dan tanggung jawab guru menjadi salah satu kunci kebermaknaan pekerjaan rumah bagi siswa dan orangtua.