kumpulan soal matematika fisika kimia gambar foto dp bbm anak kecil membaca bakat bayi bernyanyi berbicara berhitung guru internet motivasi nikah SD TK paud prasekolah ibu menyusu orangtua bentuk molekul senyawa kimia huruf V T linear oktahedral tetrahedral terdistorsi segitiga datar bipiramida piramida perubahan entalpi pembentukan pembakaran penguraian standar termokimia kalor jenis tetapan ionisasi asam basa lemah kuat garam laju reaksi

Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Membantu Anak Beradaptasi Di Sekolah Baru (Hari Pertama Sekolah)

Bagaimana Orangtua Membantu Anak Beradaptasi?
Bersekolah di taman kanak-kanak menandai awal tahap baru bagi anakanak. Orang tua dan sekolah harus bekerja sama untuk membantu anakanak beradaptasi dengan lancar dengan kehidupan sekolah. Sebelum dan selama tahap awal sekolah anak Anda, anda dapat membantu mereka siap dengan kehidupan sekolah dengan cara-cara berikut:
    Di rumah, beri anak Anda lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan untuk mandiri, misalnya:
  1. berpakaian: mengancingkan baju, mengancingkan restleting, mengikat sepatu
  2. merapikan barang
  3. menyeka keringat dan membersihkan hidung meler
  4. tata cara di meja makan yang sopan
  5. pelatihan toilet
hari pertama anak sekolah
    Dalam kehidupan sehari-hari, beri anak Anda kesempatan untuk belajar:
  1. mendengar dengan penuh perhatian
  2. menjawab pertanyaan
  3. menyatakan kebutuhan
  4. bergaul dengan orang lain
  5. Orang tua, ditemani anaknya, menghadiri “Hari Orientasi” atau “Pekan Orientasi” sekolah, serta aktivitas adaptasi lainnya agar familier dengan para guru dan lingkungan baru sebelum permulaan sekolah.
  6. Biasakan anak Anda dengan lingkungan baru dengan mengajaknya berjalanjalan di lokasi sekolah
  7. Bimbing anak Anda mencoba fasilitas-fasilitas sekolah
  8. Jelaskan pengaturan antar jemput kepada anak Anda dan ingatkan kepadanya tentang langkah pengamanan. Berjanjilah bahwa mereka akan dijemput sepulang sekolah untuk membantu mereka membangun rasa aman
  9. Dorong anak Anda untuk bersosialisasi dengan teman sekolahnya. Pada saat yang sama cobalah untuk mengenal para orang tua lainnya
  10. Peliharalah kedekatan hubungan dengan para guru anak Anda
  11. Bantu anak Anda agar merasa aman dengan berbicara dengannya setiap hari, berbagi perasaan dan pikiran tentang kehidupan sekolah dan menghilangkan keraguannya jika ada.
Ini akan membantu mereka melewati periode adaptasi dengan lancar. Memahami kesulitan yang dihadapi anak dalam mengatasi kehidupan taman kanak-kanak.
    Anak-anak mungkin merasa tidak terbiasa dengan situasi-situasi tertentu pada awal kehidupan sekolahnya, misalnya:
  1. jauh dari rumah
  2. pisah dari orang tua
  3. berada di tempat yang asing baginya
  4. harus bergaul dengan sekelompok orang yang baru (para guru dan anakanak lain)
  5. berada di tempat yang jauh lebih luas ? harus mengikuti rutinitas
    Anak-anak mungkin berperilaku tidak biasa di awal periode sekolah, misalnya:
  1. tidak mau pisah dengan orang tuanya dan menunjukkan ketergantungan yang tidak wajar pada orang tua
  2. merasa sangat lelah
  3. mudah tersinggung
  4. sering menghisap jari
  5. mengompol tanpa sebab yang jelas
mengajari anak membaca dan menulis.
Semua ini mungkin hanya sementara saat anak Anda belum beradaptasi dengan lingkungan baru Anda tidak perlu terlalu cemas dan anak Anda lambat laun akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dengan perhatian dan bimbingan Anda dan sekolah.
    Jika, sekalipun Anda sudah melakukan persiapan, anak Anda tetap menangis dan takut pergi ke sekolah:
  1. jangan terlalu cemas karena kemampuan anak beradaptasi dengan lingkungan baru berbeda-beda
  2. jangan mengancam atau menyuap anak Anda untuk berperilaku baik
  3. hibur dia dengan lembut dan percayakan dia pada pengasuhan gurunya
  4. beri mereka lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan sekolah
  5. beri dukungan dan dorongan yang sesuai, dan berpartisipasilah dalam kehidupan sekolahnya
  6. peliharalah kedekatan hubungan dengan guru, jika perlu, untuk memahami perilaku anak Anda di sekolah dan ciptakan kerja sama dengan guru demi kesejahteraan anak
thumbnail

Cara Guru & Orangtua Mendorong Anak Belajar

Kerja Sama Keluarga dan Sekolah Mengasuh Anak
Orang tua dan sekolah adalah mitra. Untuk memastikan perkembangan anak yang sehat, sekolah membutuhkan dukungan dan bantuan orang tua. Oleh karena itu, pihak keluarga dan sekolah harus menjalin hubungan yang erat untuk memahami kinerja anaknya di sekolah, yang pada gilirannya akan memperbaiki koordinasi antara kedua pihak. Partisipasi aktif orang tua dapat meningkatkan sinergi kerja sama keluarga dan sekolah:
  1. Kunjungi sekolah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai lingkungan sekolah dan pengaturan kurikulum
  2. Amati bagaimana anak Anda belajar di sekolah
  3. Pahami karakteristik pembelajaran dan perkembangan anak. Jangan meminta sekolah untuk memberi tugas menulis kepada anak Anda, terlalu dini, atau melakukan penilaian pada anak Anda menggunakan alat-alat yang tidak tepat seperti dikte, tes dan ujian
  4. Berpartisipasilah dalam aktivitas orang tua yang diselenggarakan sekolah misalnya asosiasi orang tua guru, seminar pendidikan, aktivitas orang tua anak, dan menjadi sukarelawan guru bantu wali murid (parent helpers)
  5. Peliharalah kedekatan hubungan dengan guru untuk memahami pengalaman sehari-hari anak Anda di sekolah
  6. Baca informasi yang diberikan dalam buku pegangan orang tua dan pengumuman yang dikeluarkan sekolah. Manfaatkan surat berkala untuk orang tua, buku pegangan anak dan sebagainya untuk berkomunikasi dengan sekolah apabila perlu
  7. Jika anak Anda alergi dengan jenis makanan tertentu, suhu, barang seharihari atau bahkan mainan, Anda harus menginformasikan hal ini kepada sekolah untuk membuat pengaturan khusus
  8. Manfaatkan saluran komunikasi yang diberikan pihak sekolah. Beri umpan balik dan komentar positif untuk memfasilitasi perkembangan sekolah
mendorong anak belajar
Kembangkan Potensi Anak melalui Pengalaman Belajar yang Komprehensif dan Menyenangkan
Pendidikan anak-anak di usia dini yang berkualitas bertujuan untuk membantu anak berkembang mencapai pertumbuhan yang seimbang dalam bidang etika, intelektual, fiik, keterampilan sosial dan estetika, serta untuk memupuk perkembangan diri seutuhnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan anak-anak di usia dini yang berkualitas, permainan dan aktivitas yang bermakna adalah sangat perlu. Lingkungan belajar yang rileks dan menyenangkan akan mengembangkan potensi anak, memupuk minat mereka dalam belajar dan memungkinkan mereka tumbuh besar dengan sehat dan bahagia. Taman Kanak-kanak Berkualitas
  1. tidak memakai kurikulum yang tidak cocok dengan kemampuan anak
  2. tidak meminta anak di taman kanak-kanak untuk menulis
  3. tidak menugaskan terlalu banyak pekerjaan rumah
  4. tidak menugaskan tugas menyalin berulang-ulang
  5. menghindari latihan aritmetika hanya untuk tujuan latihan
  6. menghindari latihan komputer mekanis ? menghindari penyalinan berulang atau menghafal kosakata bahasa Inggris tanpa berpikir
  7. tidak menggunakan dikte, tes, atau ujian sebagai alat penilaian Latihan di atas akan menghambat minat anak dalam belajar dan menghalangi kreativitas.
Orang tua hendaknya mendorong anaknya untuk:
  1. memiliki pikiran yang ingin tahu
  2. mengeksplorasi
  3. mengeksploitasi kreativitas dan imajinasinya
  4. membangun kebiasaan membaca yang baik
  5. percaya diri dalam menyatakan perasaan dan pendapat
  6. mengembangkan minat belajarnya yang meletakkan dasar untuk pembelajaran seumur hidup
Cara menyayangi anak Anda
Semua orang tua menyayangi anaknya. Namun demikian, yang dibutuhkan anak adalah kasih sayang bukan memanjakan. Kasih sayang orang tua merupakan nutrisi esensial bagi anak dan fondasi yang paling penting untuk memelihara hubungan orang tua dan anak. Setiap anak itu unik dalam kaitannya dengan fiik, bakat, karakter dan minat. Orang tua hendaknya memahami dan menerima keunikan anaknya, serta mempunyai harapan yang wajar pada anaknya. Kehidupan itu sendiri adalah proses belajar.
fasilitas anak belajar di rumah.
Anak perlu belajar dengan mencoba dan melakukan kesalahan selama perkembangannya. Orang tua hendaknya menunjukkan kenakalan anaknya, bukan mereka secara pribadi, dan membimbingnya secara sabar. Beri dorongan spesifi ketika anak Anda membuat prestasi bagus, misalnya dengan memuji upaya dan konsentrasinya. Apabila anaknya menemui kendala, orang tua hendaknya memberi mereka dukungan dan dorongan. Selain itu, orang tua hendaknya meluangkan lebih banyak waktu dengan anaknya setiap hari, berbicara dengannya, mendengarkan apa yang mereka katakan dan berempati dengan perasaan dan emosi anak. Dalam mendisiplinkan anak, orang tua hendaknya konsisten dengan pendekatan dan sikap yang diambil. Perilaku mereka hendaknya sesuai dengan ucapannya. Mereka seharusnya menjadi teladan bagi anaknya. Orang tua hendaknya juga bekerja sama dengan guru untuk membantu anak membentuk kebiasaan yang baik dan tumbuh dengan sehat dan bahagia.
cara mengatasi masalah belajar anak.
Beberapa tip tentang “Cara menyayangi anak Anda” bagi referensi orang tua: Sayangi anak Anda tetapi jangan memanjakannya. Miliki harapan yang realistis tentang kemampuan anak. Tunjukkan perhatian baik pada kesejahteraan fiik maupun psikologis Ikutlah merasakan kegembiraan dan kesedihan mereka. Peliharalah komunikasi sehari-hari dengan anak Anda. Bersabarlah apabila anak melakukan kesalahan Tentukan model peran yang baik bagi anak Anda Sering-seringlah memberikan dorongan dan pujian Disiplinkan dengan sewajarnya untuk memperbaiki kenakalan. Peliharalah kerja sama yang baik antara keluarga dan sekolah.
thumbnail

Pertumbuhan Fisik Perkembangan Intelektual & Emosi Anak

Cara Membantu Anak Anda Tumbuh dengan Bahagia
Pertumbuhan yang sehat dan bahagia meliputi perkembangan yang seimbang dalam hal fisik, intelektual dan emosi.
Perhatikan kesehatan fisik anak Anda
  1. Kembangkan kebiasaan tidur awal dan bangun awal
  2. Pastikan anak cukup tidur
  3. Ajari mereka sikap duduk dan berdiri yang benar
  4. Tingkatkan kesadaran kesehatan pribadi mereka
  5. Beri mereka diet yang segar dan seimbang
  6. Beri mereka cukup waktu untuk makan
  7. Bantu mereka membangun kebiasaan makan yang baik, seperti:
    • menjaga diet yang seimbang
    • makan sedang saja pada jam-jam yang teratur
    • menghindari terlalu banyak kudapan
    • mencuci tangan sebelum makan
    • menghindari pemborosan makanan
  8. Ambil langkah pengamanan untuk memastikan keamanan di rumah dan lingkungan sekitar
    • kenali potensi risiko di lingkungan pada tingkat mata anak-anak
  9. Bantu mereka mengurus diri mereka sendiri, misalnya berpakaian, merapikan barang-barang dan sebagainya untuk mengembangkan koordinasi dan kemampuan mengurus diri sendiri
  10. Biarkan mereka melakukan cukup aktivitas fisik
anak balita cerdas
Fasilitasi perkembangan intelektual anak Anda
  1. Ciptakan banyak kesempatan untuk berbicara dengan anak Anda. Gunakan pertanyaan terbuka untuk membiarkan mereka mengekspresikan pendapat dan pikirannya secara bebas
  2. Dengarkan mereka dengan sabar dan cobalah memahami pikiran dan perasaan mereka
  3. Beri anak Anda bimbingan yang tepat, dan dorong mereka membagikan apa yang mereka telah alami dalam kehidupan sehari-hari
  4. Kunjungi perpustakaan bersama anak Anda secara teratur untuk membaca buku bersama guna memupuk minat mereka dalam membaca
  5. Biarkan mereka sering mendengar musik. Ini akan membantu imajinasi, konsentrasi dan emosi mereka
  6. Luangkan lebih banyak waktu untuk bermain dengan anak Anda
    • biarkan mereka mengambil inisiatif dan hindari terlalu banyak batasan dan petunjuk, guna memupuk kreativitas dan imajinasi mereka
  7. Tip umum mengenai cara memilih mainan bagi anak Anda:
    • pilih mainan yang cocok dengan kemampuan mereka
    • pilih mainan yang cocok dengan minat mereka
    • hindari mainan yang runcing atau tepinya tajam atau komponen-komponen kecil, dan pastikan bahwa bahannya aman
    • gunakan bahan yang beragam dan terbuka untuk melepaskan kreativitas anak Anda
    • manfaatkan barang-barang rumah tangga atau produk daur ulang dengan baik untuk membuat mainan sendiri
  8. Ketika anak Anda bermain dengan mainan, perhatikan hal-hal berikut:
    • hindari memberi mereka terlalu banyak mainan sekaligus
    • dorong mereka merapikan mainan setelah bermain
    • ajari mereka untuk menghargai mainan mereka dan tidak membuang mainan lama saat menerima mainan baru
  9. Pilih tayangan televisi dan permainan komputer yang sesuai bagi anak Anda. Saksikan tayangan TV bersama-sama dan jelaskan bila perlu. Ajari mereka cara yang tepat untuk melindungi penglihatan saat menyaksikan tayangan TV atau layar komputer
  10. Ajak anak Anda mengunjungi pameran guna memperkaya pengalaman kehidupan mereka. Diskusikan dengan mereka permasalahan yang relevan dengan pengetahuan umum mereka
7 Jenis Bakat Kecerdasan
Perhatikan perkembangan emosi dan perilaku anak Anda
  1. Semua anak membutuhkan kasih sayang dan dukungan. Anda hendaknya menerima keunikan mereka dan memberi dorongan yang spesifi dan sesuai. Bantu mereka membangun kepercayaan diri
  2. Anak harus dihormati sebelum mereka tahu cara menghormati orang lain. Dengarkan apa yang mereka katakan, usahakan untuk memahami dan mengakui perasaan mereka. Ini membantu anak membangun harga diri mereka
  3. Anak suka sekali meniru orang lain. Orang dewasa hendaknya selalu menjadi model peran yang baik bagi mereka. Ingat, perbuatan Anda lebih penting daripada kata-kata Anda
  4. Ikatan yang baik dan hubungan yang harmonis di antara anggota keluarga memberi anak Anda rasa aman. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh perhatian secara emosional cenderung lebih stabil
  5. Anak-anak biasanya memahami hal-hal secara sebagian. Anda harus membimbing mereka secara menyeluruh dengan sabar pada apa yang dapat mereka lakukan dan bagaimana melakukannya dengan benar. Petunjuk yang diberikan harus jelas dan spesifi, misalnya, katakan “Tolong letakkan mainan kembali ke keranjang” bukannya “Jangan meletakkan mainan sembarangan”
  6. Memanjakan anak Anda atau memberinya kebebasan total akan menghalangi perkembangan mereka untuk memahami konsep benar dan salah. Jika perilaku mereka menjadi berbahaya, mengganggu atau merusak, Anda harus segera menghentikannya
  7. Tunjukkan perilaku kenakalan daripada mengkritik anak Anda secara pribadi, misalnya, katakan “Saya tahu kamu sedih, tapi melampiaskan kemarahanmu pada vas itu tidak benar” daripada mengatakan “kamu anak yang kasar”
  8. Anda mungkin tidak setuju dengan perilaku anak Anda, tapi Anda dapat mencoba mengakui perasaan mereka
  9. Dorong anak Anda untuk mengutarakan perasaan mereka daripada memilih menggunakan perilaku menyerang, merusak atau agresif
  10. Aturlah aktivitas waktu luang dan permainan yang tepat untuk menyegarkan emosi anak Anda. Misalnya, ajak mereka ke taman untuk berlari dan melompat dengan bebas
  11. Beri anak Anda pilihan pada hal-hal sepele. Misalnya, biarkan mereka memilih warna pakaian mereka, mereka akan merasa dihargai dan menikmati otonomi.
Apa IQ Penentu Kecerdasan Anak?
Orang tua hendaknya memperhatikan bahwa: Sejalan dengan pertumbuhan anak Anda, mereka mungkin mengalami masalah terkait dengan belajar atau adaptasi dengan situasi kehidupan. Sebagian besar masalah ini tidak serius atau dan juga tidak selamanya. Masalah tersebut dapat dipecahkan jika Anda bersedia meluangkan lebih banyak waktu dan upaya untuk memberikan bantuan yang sesuai dan tepat waktu kepada mereka. Anda seharusnya tidak boleh terlalu cemas, tapi bersikaplah positif dan menerima dengan menghubungi kepala sekolah, guru atau para profesional terkait (lihat Lampiran 1) sedini mungkin. Bersamasama, Anda akan dapat menemukan sebuah solusi yang pada gilirannya akan meningkatkan perkembangan anak Anda yang sehat dan bahagia.
thumbnail

Memilih Taman Kanak-kanak TK Baik Untuk Anak

Apakah Taman Kanakkanak yang Baik itu
Lingkungan dan fasilitas
  1. Lingkungan fiik yang aman dan higienis
  2. Ruang bermain yang luas
  3. Beragam mainan dan sumber belajar
  4. Fasilitas pengajaran yang komprehensif yang memenuhi kebutuhan anak
  5. Lingkungan yang merangsang untuk belajar
Manajemen sekolah
  1. Mematuhi ketentuan Undang-undang Pendidikan (Education Ordinance) dan Peraturan Pendidikan (Education Regulations)
  2. Menampilkan sertifiat pendaftaran dan sertifiat biaya di tempat yang mencolok dalam bangunan-bangunan sekolah
  3. Menampilkan akomodasi ruang kelas yang diizinkan di tempat yang mencolok setiap ruang kelas
  4. Mendayagunakan staf pengajar sesuai dengan Peraturan Pendidikan (Education Regulation )s
  5. Mengatur makanan dan transportasi untuk anak dengan baik
  6. Transparan. Memberikan informasi terkait dengan operasi, perkembangan dan rencana mendatang sekolah kepada masyarakat
Misi Sekolah
  1. Sejalan dengan perkembangan sosial
  2. Diketahui oleh orang tua
Tujuan kurikulum
  1. Sejalan dengan kebijakan pendidikan pra-dasar Hong Kong dan karakteristik perkembangan anak
  2. Memupuk sikap belajar positif dan kebiasaan baik anak
  3. Memupuk anak untuk mencapai perkembangan yang komprehensif dan seimbang
Kandungan kurikulum
  1. Mengatur aktivitas belajar yang terpusat pada anak berdasarkan pada kemampuan, minat dan kebutuhan anak
  2. Memungkinkan anak belajar dengan senang melalui permainan dan aktivitas
  3. Memberi aktivitas untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kreativitas anak
  4. Mengatur aktivitas musik dan fiik yang memadai untuk anak setiap hari
Belajar dan mengajar
  1. Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan sikap profesional
  2. Guru hendaknya ramah dan sabar, serta dapat menjalin hubungan yang baik dengan anak
  3. Anak hendaknya diberi cukup waktu untuk memilih aktivitas mereka sendiri setiap hari guna meningkatkan kemampuan
Belajar mandiri mereka
  1. Guru hendaknya menghormati dan mempertimbangkan perbedaan individu
  2. Guru hendaknya memanfaatkan secara efektif sudut belajar dan bahan permainan
  3. Tugas hendaknya dalam kuantitas yang tepat dan kandungannya beragam untuk menyesuaikan kemampuan anak
perasaan anak Anda di taman kanak TK.
Penilaian untuk belajar
  1. Penilaian hendaknya dikaitkan dengan prinsip-prinsip perkembangan anak. Jangan mengharapkan semua anak dari tingkat kelas yang sama akan mencapai standar kinerja yang sama, dan jangan membandingkan anak satu dengan anak lainnya.
  2. Penilaian hendaknya berdasarkan pada catatan pengamatan berkelanjutan tentang kinerja dan kemajuan anak dalam berbagai aspek. Dikte, tes atau ujian hendaknya tidak digunakan sebagai penilaian.
  3. Libatkan orang tua dalam proses penilaian. Misalnya, undang mereka untuk memberi informasi tentang kinerja anak mereka di rumah bagi referensi sekolah.
thumbnail

Mengapa Anak Perlu Masuk TK? Apa Manfaat Taman Kanak-Kanak TK?

Membantu Anak Anda di Usia Taman Kanak-kanak
Keluarga adalah tempat kita menerima pendidikan untuk pertama kalinya dalam kehidupan kita. Orang tua memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pembelajaran anak. Biro Pendidikan (Education Bureau (EDB)) ingin menyampaikan pesan berikut kepada semua orang tua:
  1. Pendidikan dimulai di keluarga. Orang tua adalah guru yang pertama dan paling penting bagi anaknya;
  2. Untuk mengasuh anak, taman kanak-kanak tentunya memainkan peran penting, tapi taman kanak-kanak tidak akan pernah dapat menggantikan pendidikan keluarga.
Tahukah Anda tentang anak-anak taman kanak-kanak?
Mari kita dengar apa kata mereka:
manfaat taman kanak-kanak TK
● Selama tahun-tahun awal, tubuh saya tumbuh dengan pesat. Saya harus banyak berolah raga untuk mempelajari koordinasi gerakan tubuh dan mengerti konsep-konsep mengenai ruang seperti atas dan bawah, jauh dan dekat. Saya suka berlari, melompat, mendaki, bersepeda dan sebagainya. Tolong biarkan saya melakukan cukup aktivitas fiik setiap hari agar saya dapat tumbuh lebih tinggi dan lebih kuat.
● Ketika saya berusia tiga tahun, saya tidak dapat memegang pensil dengan baik untuk menulis atau menggambar. Saya butuh banyak kesempatan untuk menggambar bebas dan permainan pra-menulis seperti Play-Doh (plastisin), menyulam manik-manik dan sebagainya. Antara usia empat atau lima, saya dapat mengontrol jari saya dan pensil dengan lebih baik. Koordinasi saya juga menjadi lebih baik. Saya kemudian siap untuk menulis.
● Saya perlu sering bermain dengan mainan untuk melatih keterampilan motorik halus saya. Bermain dengan mainan itu menyenangkan. Itu juga membantu perkembangan intelektual saya. Beberapa mainan, seperti balok dan Play-Doh, dapat melepaskan kreativitas saya. Bermain dengan air dan tanah dapat meredakan emosi saya. Belajar dengan bermain dapat memberi saya pengalaman belajar yang menyenangkan, membantu saya berpikir lebih cepat dan belajar lebih baik!
● Ketika saya pertama kali masuk taman kanak-kanak, saya hanya dapat mengucapkan frasa-frasa singkat. Saya suka berbicara pada diri sendiri dan menirukan apa yang dikatakan orang dewasa. Di taman kanak-kanak, saya belajar melalui permainan dan aktivitas seperti permainan peran dan permainan imajinatif. Dari tahun ke tahun kemampuan bahasa saya berkembang. Lambat laun, saya dapat berkomunikasi secara lebih efektif menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan kosakata abstrak!
● Pada waktu masuk taman kanak-kanak, saya agak egois dan tidak dapat memahami pendapat atau perspektif orang lain. Bermain dengan anak-anak lain di taman kanak-kanak membantu saya belajar sikap yang benar untuk bergaul dengan orang lain. Pada saat yang sama, saya memiliki kontrol diri yang lebih baik untuk mematuhi peraturan ketika menjadi bagian dari sebuah kelompok.
● Saya suka seni dan kerajinan tangan. Di taman kanak-kanak, guru membiarkan saya mengamati, menggambar dan mencipta dengan beragam bahan seni. Saya menjadi sadar akan hal-hal di sekitar saya dan ini membantu pemahaman dan apresiasi saya. Berangsur-angsur, saya dapat menggambar gambargambar sederhana seperti orang, rumah, pesawat terbang dan sebagainya. Saya bahkan dapat menggunakan imajinasi saya untuk mengekspresikan diri dan membuat gambaran saya sendiri.
Selesaikan Masalah Belajar Anak.
● Sebelum masuk taman kanak-kanak, saya perlu orang dewasa untuk membantu saya makan, berpakaian dan merapikan diri. Di taman kanakkanak, saya belajar makan, mencuci tangan, menyeka mulut, dan pergi ke toilet sendiri. Ibu dan ayah, memberi saya lebih banyak kesempatan untuk mencoba, sehingga saya dapat merawat diri sendiri dan membentuk kebiasaan kesehatan diri yang baik.
● Selama tahun-tahun awal, saya belajar dari pengalaman hidup yang sesungguhnya. Saya menggunakan pancaindra saya untuk mengeksplorasi hal-hal di sekitar saya, misalnya, saya mengamati dengan mata saya, menyentuh dan memanipulasi barang-barang dengan tangan saya dan sebagainya. Pertama-tama, saya menilai hal-hal dengan intuisi. Ketika saya menjadi lebih berpengalaman dalam berkomunikasi dengan orang lain, logika dan konsep abstrak seperti kata-kata dan simbol menjadi lebih dapat dimengerti.
Membimbing Anak Berbakat.
Orang tua hendaknya memperhatikan bahwa: Pertumbuhan dan perkembangan adalah sama bagi setiap anak, tapi setiap individu berkembang dengan temponya sendiri-sendiri. Karena setiap anak itu unik, jangan membandingkan anak satu dengan anak lainnya.
thumbnail

Anak SD Disiplin, Anak Berbohong Bertengkar Berkelahi

Anak sekolah dasar SD (sampai 9 tahun) belajar berinteraksi dengan orang-orang baru dan ide-ide, dan dengan cepat menjadi lebih mandiri.
  1. Menjadi pusat perhatian sangat penting untuk anak-anak usia ini.
  2. Teman menjadi penting untuk anak-anak sekolah dasar tiga tahun pertama. Mereka perlu belajar untuk berbicara dengan orang lain, untuk memahami perasaan anak-anak lainnya, dan apa arti berteman.
  3. Orang tua terus menjadi sangat penting.
Anak Anda membutuhkan Anda untuk membantu masa transisi dari rumah ke sekolah. Anak-anak membutuhkan dukungan orang tua untuk mencoba hal baru, dan untuk menunjukkan bagaimana memecahkan masalah. Mereka butuh orang tua untuk mendengarkan keprihatinan mereka.
Apa yang dapat saya lakukan ketika anak saya melanggar peraturan?
Aturan membuat kita tetap aman, menunjukkan kepada kita cara untuk bertindak, dan membantu kita bergaul dengan orang lain. Anak Anda mungkin merasa beberapa aturan lama telah menjadi terlalu kekanak-kanakan.
  1. Tetap tenang dan terkendali. Pikirkan tentang mengapa anak Anda mungkin telah melanggar aturan dan jika dia tahu aturan.
  2. Jika Anda memutuskan untuk mengubah aturan, bicarakan dengan anak bagaimana aturan harus berubah dan apa yang akan terjadi jika aturan dilanggar.
  3. Ketika anak Anda melanggar peraturan, jangan mengabaikannya. Merespon sesegera mungkin. Yakinkan Tanggapan Anda mengajarkan anak mengapa aturan ini penting dan bagaimana berperilaku baik di masa depan.
Anak Berbohong
Anak-anak berbohong karena mereka takut menghadapi apa mereka telah lakukan. Mereka mungkin berpikir mereka akan dihukum, merasa mereka telah terperangkap, atau hanya berpikir lebih mudah untuk berbohong.
  1. Jelaskan Anda tahu anak Anda berbohong.
  2. Katakan kepada anak Anda bahwa Anda tidak ingin mendengar kebohongan.
  3. Cobalah jangan mengintrogasi anak Anda hingga situasi di mana ada godaan untuk berbohong lagi untuk menutupi kebohongan itu (sebelumnya).
  4. Pastikan bahwa orang dewasa di rumah Anda tidak berbohong. Anak-anak lebih mungkin untuk melakukan apa yang Anda lakukan daripada melakukan apa yang Anda katakan.
  5. Jelaskan kepada anak Anda bahwa berbohong tidak diterima. Pujilah anak Anda untuk menceritakan kebenaran dalam situasi sulit.
  6. Biarkan anak Anda tahu bahwa meskipun Anda kecewa kelakuannya, Anda mencintainya.
anak bertengkar
Anak Bertengkar (Berkelahi atau Berhantam)
  1. Jika anak bertengkar, tenang dan lihat siapa yang terluka.
  2. Perkelahian sering terjadi akibat perebutan harta benda dan ruangan. Memiliki aturan yang jelas tentang hal-hal di rumah yang harus dibagi.
  3. Cobalah untuk tidak membandingkan anak-anak Anda.
  4. Berikan setiap anak kesempatan untuk memiliki perhatian penuh Anda.
  5. Mintalah anak Anda untuk datang dengan ide-ide tentang bagaimana bergaul lebih baik. Namun, Anda orang yang memutuskan mana ide-ide mereka yang masuk akal.
Bahasa Lembut Terhadap Anak
Anak Anda mungkin akan mengambil beberapa bahasa kasar di sekolah atau dari media.
  1. Perhatikan bahasa Anda sendiri. Anak menyalin kalimat Anda.
  2. Cari kata yang lebih baik.
  3. Katakan kepada anak Anda bahwa Anda ingin mendengarkan, tetapi Anda tidak akan mendengarkan sampai Anda berdua memiliki kesempatan untuk tenang.
  4. Minta maaf jika Anda marah dan berteriak. Ini cara Anda mengajar anak Anda apa hormat perilaku.
  5. Ketika Anda berdua tenang, beritahu anak apa yang Anda harapkan di masa depan.
  6. Berikan anak Anda kesempatan untuk mencoba lagi.
Tidak apa-apa untuk meminta maaf kepada anak Anda Katakan kepada anak Anda, "Maafkan Mama, benar-benar kehilangan kesabaran saya sebelumnya.". Tak satu pun dari kita yang sempurna. Hal ini membantu anak-anak belajar untuk meminta maaf kepada Anda dan orang lain dalam hidup mereka.
thumbnail

Atur Jadwal Makan Anak Paud Takut Gelap Tidur Ngompol

Anak paud mereka sangat antusias segala sesuatu yang mereka bisa lakukan dan apa yang mereka ketahui. Biasanya mereka suka berada dengan anak-anak lain, berpura-pura, dan mencoba untuk melakukan dewasa apa dan yang lebih tua saudara lakukan. Pada saat yang sama, mereka ingin menjadi bayi.
  1. Anak-anak paud mungkin bersikeras melakukan hal-hal untuk diri mereka sendiri, bahkan ketika mereka tidak tahu bagaimana.
  2. Anak-anak paud akan menguji aturan dan berdebat tentang aturan mereka tidak setuju dengan.
  3. Anak-anak paud memiliki imajinasi yang besar! Mereka menceritakan kisah-kisah kreatif dan mungkin takut gelap, binatang, monster, dan banyak lagi.
  4. Anak-anak paud mempertikan Anda. Mereka belajar dari tindakan Anda jauh lebih dari pada Anda mengajari dengan kalimat.
  5. Anak-anak paud ingin menyenangkan Anda.
  6. Anak-anak paud membutuhkan cinta Anda.
Apa cara mengajar disiplin anak paud?
  1. Berikan anak Anda banyak cinta.
  2. Pindahkan hal yang tidak aman dari jangkauan anak Anda.
  3. Luangkan waktu bersama anak Anda terutama bermain waktu di mana anak Anda diberi tanggung-jawab.
  4. Biarkan anak tahu Anda memperhatikan dan betapa bangganya Anda ketika Anda melihat perilaku yang baik.
  5. Siapkan anak Anda untuk acara-acara yang mungkin menjengkelkan.
  6. Bantu anak Anda menyisikan waktu untuk istirahat cukup.
  7. Jelaskan aturan dan apa yang akan terjadi jika aturan dilanggar.
  8. Jadilah konsisten. Ikuti apa yang Anda bilang padanya.
Jadwal Makan Anak
  1. Tawarkan anak Anda berbagai makanan sehat yang berwarna-warni dan memiliki tekstur yang berbeda.
  2. Jika anak Anda tidak suka makanan baru, tempatkan sedikit di piring. Minta anak Anda untuk mencoba satu atau dua gigitan. Jangan memaksa makan.
  3. Jangan memaksa anak makan segala sesuatu di piring mereka. Ini bisa menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat.
  4. Beberapa anak tidak suka makanan yang berbeda dicampur bersama. Anak Anda mungkin bersedia untuk makan satu porsi nasi dan porsi jagung, tetapi tidak akan makan mereka dicampur bersama-sama.
  5. Beberapa anak mungkin mengatakan mereka terlalu kenyang untuk makanan utama, tetapi mereka akan memiliki banyak ruang untuk pencuci mulut. Makanan penutup adalah makanan sehat, pilihan bisa berupa apel diiris dengan selai kacang atau yogurt dengan granola.
  6. Ingat, selera berubah. Suatu hari anak Anda akan mengejutkan Anda dan seperti menolak makanan sebelumnya.
  7. Anak-anak tidak perlu porsi dewasa ukuran makanan.
  8. selera seorang anak jauh lebih sensitif daripada seleramu. Anak-anak biasanya tidak suka makanan menyenga, seperti bawang, atau makanan yang bukan warna atau tekstur familiar.
  9. Anak-anak memiliki perut yang lebih kecil daripada orang dewasa. Mereka membutuhkan lebih sedikit makanan pada satu waktu, dan harus makan lebih sering pada siang hari.
Gunakan kata-kata sederhana ketika Anda berbicara dengan anak Anda, langsung dan spesifik tentang apa yang Anda inginkan. Daripada mengatakan, "Bersihkan kekacauan ini.," lebih baik mengatakan, "Saya ingin kamu ambil blokmu dan menempatkan mereka dalam kotak mainan." Kadang-kadang lebih baik untuk bertindak daripada bicara. Anda sudah ajak anak Anda berkali-kali untuk duduk dan makan malam, tapi anak Anda sedang belum istirahat dari PR sekolahnya. Berhenti bicara, bantu anak Anda menyelesaikan sebagian PRnya. Kadang-kadang anak Anda melakukan hal-hal menjengkelkan untuk mendapatkan perhatianmu. Jika Anda tidak bereaksi, kemungkinan kelakuannya berhenti. Simpan energi Anda untuk masalah yang lebih besar.
anak tidur
Jadwal Tidur Anak
  1. Tetapkan jam berapa anak Anda harus pergi ke tempat tidur.
  2. Mulai rutin dampingi anak sekitar 30 menit sampai satu jam sebelum waktu tidur.
  3. rutin mendampingi anak saat mandi, menyikat gigi, dan waktu cerita. Anak paud sampai sekolah dasar SD tahun pertama membutuhkan hampir 10 jam tidur (siang ditambah malam) setiap hari. anak-anak yang beristirahat dengan baik lebih mampu memperhatikan pelajaran di sekolah dan lebih siap untuk belajar.
  4. baca: Berapa Lama Bayi Perlu Tidur Sehari?
Apakah anak Anda takut gelap?
Bicarakan dengan anak Anda tentang ketakutan mereka, jangan mengolok-olok mereka. Tempatkan lampu malam atau lampu kecil di dalam ruangan, atau menyalakankan cahaya redup sampai anak Anda tertidur. Membantu anak Anda belajar untuk berurusan dengan takut gelap juga dapat membantu menangani anak Anda dengan ketakutan lainnya.
  1. Anak Anda mungkin terus keluar dari ruangan. Jadilah lembut, ajak anak Anda kembali ke tempat tidur. Anda mungkin perlu melakukan ini beberapa kali.
  2. Gunakan lampu malam atau lampu kecil, atau meninggalkan lampu di dalam lorong.
  3. Beberapa anak membutuhkan lebih banyak waktu untuk tertidur. Anak Anda perlu mendapatkan cukup nyaman sampai tertidur.
Anak Ngompol
  1. Batasi minum setelah makan malam.
  2. Hindari minuman yang mengandung kafein karena mereka merangsang buang air kecil.
  3. Gunakan pakaian sekali pakai.
  4. Gunakan kasur tahan air atau kasur ditutupi kain yang mudah diganti.
thumbnail

Bayi & Anak Balita Menangis Marah Mengamuk

★ Menangis adalah cara bayi Anda berbicara kepadamu. Bayi Anda akan menangis karena: • Kelaparan • Kelelahan • Penyakit • Kesepian • popok basah • Kewalahan dengan gangguan (berisik) • gas memenuhi perut kembung • Merasa terlalu panas atau terlalu dingin • Membutuhkan cinta dan perhatian
bayi menangis
Bayi sering mengurangi tangisan jika dijemput dan terhibur. Bayi belajar untuk mempercayai Anda dan bahwa Anda akan ada bila diperlukan. Ketika bayi menangis dan menangis, Anda perlu tetap tenang, cobalah pikirkan alasan bayi Anda menangis. Ambil beberapa menit untuk bersantai. Letakkan bayi Anda di tempat yang aman, seperti tempat tidur dengan sisi atas. lalu pergi suatu tempat di rumah di mana Anda tidak dapat mendengar menangis, sampai Anda merasa lebih tenang.
  1. Letakkan bayi Anda di kereta dorong dan pergi untuk berjalan-jalan.
  2. Ambil bayi Anda untuk naik di dalam mobil.
  3. Coba membawa bayi Anda di selempang (gendong) atau tas bayi.
  4. Tepuk-tepuk bayi Anda dengan lembut.
  5. Berbicara dengan bayi Anda. Suara Anda memmbuat bayi Anda tahu dirinya aman dan sudah waktunya untuk tidur.
  6. Berikan pelukan dan ciuman sebagai bagian utama dari rutinitas tidur.
Balita Mengamuk atau Marah
Amukan biasanya terjadi ketika seorang anak lelah, lapar, marah, atau frustrasi. balita Anda mungkin mengepalkan tangannya, menutup matanya, dan berteriak. Dia mungkin menendang, menjatuhkan dirinya ke lantai. Cobalah untuk mencegah amukan terjadi. Membuat pastikan anak Anda mendapatkan tidur yang cukup, tidak lapar atau lelah. Jika Anda tidak punya pilihan, ambil makanan ringan yang sehat, buku, mainan favorit, atau krayon dan kertas agar anak Anda tidak bosan dan kesal.
bayi marah
Mengapa Balita Sering Mengamuk?
  1. Balita yang penasaran. Mereka tidak mengerti mengapa mereka tidak dapat selalu menyentuh, rasa, dan mengeksplorasi segala sesuatu di sekitar mereka.
  2. Balita biasanya tidak dapat memberitahu Anda kata apa yang mereka inginkan. Ini bisa membuat mereka marah.
  3. Ketika balita lapar, lelah, panas, tidak nyaman, atau ingin perhatian, mereka sering bereaksi dengan emosi yang kuat.
Biarkan anak Anda mengamuk, asalkan dia aman. Biarkan anak Anda tahu Anda mengerti dia marah. Ada kalanya Anda perlu anak Anda untuk duduk diam dan diam.
Cara Menghentikan Amukan
  1. Bawalah mainan kecil atau buku gambar untuk memberikan anak Anda sesuatu yang baik-baik saja untuk dilakukan. • Bawalah camilan yang tidak terlalu berantakan, seperti kerupuk, buah, atau keju.
  2. Berikan anak Anda perhatian sebanyak kamu bisa.
  3. Tekankan benda di dalam ruangan untuk mengalihkan minat anak Anda.
  4. Dalam beberapa situasi, Anda dan anak Anda bisa pindah ke tempat di mana Anda tidak akan mengganggu orang lain.
  5. Ketika Anda berada di rumah, tetap tenang dan tidak ikut mengamuk. Tinggalkan anak, pergi ke tempat yang tenang sampai anak Anda bisa tenang.
  6. Beberapa anak mengalami kesulitan menenangkan diri. Tahan anak Anda dengan lembut, berbicara lembut, dan memberi penjelasan. Tidak peduli di mana Anda berada, mengamuk akan berakhir lebih cepat jika Anda menanggapi dengan tenang.
baca: Lakukan ini saat bayi menangis
Ketika seorang anak mengamuk di tempat umum, Anda mungkin tergoda untuk menghindari adegan dengan memberikan anak Anda apa yang dia inginkan. Ketika orang tua melakukan hal ini, anak belajar bahwa mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan jika mereka menendang dan cukup menjerit, Anak Anda bisa memiliki kebiasaan marah di masa depan.
thumbnail

Agar Bayi & Anak Balita Belajar Dengan Aman & Baik

Sebagai orangtua, Anda adalah seorang guru. Perilaku anak dipengaruhi alasan mungkin mereka lelah, lapar, frustrasi, mencari perhatian. Anak-anak belajar dengan baik ketika mereka tahu mereka dicintai dan didukung. Beberapa cara yang perlu orangtua lakukan:
  1. Cintai anak-anak Anda, meskipun banyak kesalahan yang membuat Anda kesal.
  2. Dengarkan anak Anda.
  3. Ketika mereka sedang baik, beri mereka nasihat.
  4. Mengharapkan yang terbaik dari anak-anak Anda.
  5. Pastikan fisik dan emosional mereka aman.
  6. Jadilah teladan yang baik.
  7. Bantu anak Anda belajar untuk memecahkan masalah.
  8. Ajarkan anak Anda bagaimana melakukan sesuatu yang baik.
  9. Jauhi situasi anak Anda tidak bisa menangani suatu hal.
  10. Bantu anak Anda belajar bagaimana untuk tenang.
  11. Siapkan anak Anda untuk situasi sulit.
  12. Katakan "ya" ketika Anda bisa dan "tidak" ketika Anda perlu.
  13. Berikan anak Anda kesempatan untuk melakukannya dengan cara yang benar.
  14. Tegas memberitahu anak Anda bahwa apa yang dia lakukan tidak sesuai.
  15. Beri target waktu melakukan sesuatu, gunakan "time out."
  16. Biarkan anak-anak dengan aman mengalami konsekuensi dari tindakan mereka.
Bayi dilahirkan ke dunia siap untuk belajar dan tumbuh
  1. Bayi belajar melalui semua indera mereka. Mereka sering menggunakan mulut untuk mengeksplorasi benda di sekitar mereka.
  2. Bayi belajar berbicara dengan mendengarkan dan menanggapi orang dalam hidup mereka.
  3. Bayi menangis untuk memberitahu Anda sesuatu yang mengganggu mereka.
  4. Bayi perlu dicintai dan rasa aman. Orang tua harus memahami bahwa bayi mengeksplorasi dunia mereka dan belajar bagaimana orang lain menanggapi mereka. Bayi tidak nakal sebenarnya hanya ingin tahu!
balita aman
Bagaimana mengajar anak hal baik?
    Balita mulai mandiri dan belajar tentang dunia, tetapi orangtua perlu mendidik balita agar melakukan yang mereka suka sewajarnya.
  1. Berikan banyak anak Anda cinta.
  2. Cari hal untuk mengatakan "ya".
  3. Biarkan anak Anda tahu Anda senang dengan perilaku yang baik.
  4. Jangan pernah memukul atau mengguncang balita Anda.
  5. Pidahkan hal yang tidak aman dari jangkauan anak Anda. Letakkan hal yang tidak aman dari jangkauan bayi.
  6. Bila balita menginginkan sesuatu yang mereka tidak dapat memiliki, alihkan perhatian mereka dalam sesuatu yang mereka dapat memiliki. Jika bayi Anda menginginkan sesuatu yang tidak baik, tawarkan sesuatu yang baik.
  7. Sisihkan waktu rutin dengan balita Anda.
  8. Perhatikan apakah anak Anda mengalami gangguan, atau hanya mencoba untuk belajar sesuatu.
  9. Jika Anda telah salah menilai atau berperilaku tidak baik dilihat anak Anda, akui kesalahan Anda dan minta maaf.
  10. Balita perlu mengeksplorasi, menjalankan, mendaki, rasa, dan sentuhan. Mereka mungkin marah ketika Anda mencoba untuk menghentikan mereka.
  11. Balita tahu apa yang mereka inginkan dan ingin memberitahu Anda. Mereka bisa frustrasi ketika Anda tidak mengerti kata-kata mereka.
  12. Balita menonton apa yang orang lain lakukan dan menyalinnya. Mereka akan melakukan apa yang mereka lihat dari Anda, anggota keluarga lainnya, dan karakter dari televisi atau film lakukan.
  13. Balita memiliki pikiran mereka sendiri, tetapi mereka perlu Anda membantu mereka ketika mereka merasa frustrasi dan untuk melindungi mereka dari bahaya.
  14. Mengajar balita berarti secara bertahap mengajar mereka untuk mengendalikan dorongan mereka untuk menyentuh, rasa, melompat, berlari, dan memanjat.
Beberapa cara agar rumah Anda aman dijelajahi anak Anda:
  1. Pindahkan barang pecah-belah atau tidak aman, termasuk listrik, tali, di luar jangkauan anak Anda.
  2. perhatikan keamanan mencakup kabel listrik.
  3. Pasang kunci pengaman pada lemari dan laci.
  4. Ketika Anda menjauhkan suatu yang tidak aman, anak Anda mungkin marah. Tawarkan mainan yang aman untuk mengalihkan perhatian.
  5. Balita perlu secara aktif mengeksplorasi lingkungan mereka di Untuk tumbuh dan berkembang.
Baca: Mengajar Balita Bicara
Anak-anak di bawah usia dua tahun tidak harus menghabiskan Waktu menonton televisi. Televisi adalah pasif aktivitas. TV tidak terlibat anak dalam proses aktif belajar, bergerak, atau bermain dengan orang lain. Orang tua harus bekerja keras untuk membatasi waktu TV. Ajak anak Anda seperti membaca, proyek seni, atau bermain di luar.
thumbnail

Bimbingan Orangtua Anak Menggunakan Facebook & Internet Jejaring Sosial

20 Pedoman Ortu Bentengi Anak di Jejaring Sosial
Pengguna situs jejaring sosial facebook dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini di Indonesia, telah menunjukkan perkembangan yang begitu pesat. Internet sebagai jaringan teknologi komunikasi dan informasi global telah menembus segala batas penggunanya, apapun statusnya, baik status ekonomi, usia, jender dan latarbelakangnya. Sejuta manfaat bisa di dapat dari situs internet tersebut, namun sebaliknya tidak seluruh isisnya dapat bermanfaat bagi penggunanya jika tidak digunakan secara sehat dan berhati-hati, sebab sifat internet cenderung bebas dari penguasaan pihak manapun.
Oleh karena itu, adalah mustahil bagi kita menolak keberadaan era teknologi komunikasi dan informasi global yang berkembang saat ini. Tinggal saja, bagaimana kita memanfaatkan teknologi itu untuk tujuan yang baik ditengah-tengah pergaulan kita, secara khusus ditengah-tengah kehidupan masing-masing keluarga kita. Peran semua pihak, orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan Negara sangatlah dibutuhkan. Lalu bagaimana kita memanfaatkan internet tersebut secara sehat?
internet aman untu anak
Ada 3 (tiga) benteng bagi anak, remaja agar dapat menggunakan atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi global secara aman, nyaman dan sehat yaitu keluarga, lingkungan sosial, dan Negara.
  1. Orangtua berperanan penting menjadi garda terdepan dalam kehidupan keluarga untuk menyelamatkan anak2 dari dampak buruk internet.
  2. Orangtua harus senantiasa memberikan waktu untuk mendampingi anak saat menggunakan internet di rumah.
  3. Kedua orangtua harus senantiasa menjadi idola anak ditengah-tengah keluarga pada saat anak bereksplorasi dengan internet baik di rumah atau diluar rumah.
  4. Keluarga harus mampu menjadikan dirinya sebagai tempat “curhat” bagi anak dalam menghadapi suka dan duka dalam kehidupannya.
  5. Guru, termasuk tenaga pengajar di sekolah-sekolah regular maupun non regular, ektra kurikuler senantiasa memberikan kontrol, bimbingan, pengawasan serta edukasi terhadap peserta didiknya bagaimana menggunakan internet yang sehat.
  6. Orang tua sebaiknya mengerti atau setidak-tidaknya memahami tentang perkembangan dunia teknologi situs jejaring sosial facebook yang tengah berkembang saat ini.
  7. Janganlah menjadi kebanggaan bagi orangtua, jika memberikan atau membekali anak khususnya bagi anak remaja dengan gadget atau teknologi yang canggih, karena alih-alih gadget atau teknologi yang canggih itu justru bisa membahayakan anak-anak itu sendiri.
  8. Agar tidak memperluas kemungkinan adanya modus operandi baru dalam dunia penculikan, serta penipuan melalui dunia maya, hendaknya anak, remaja jangan memberikan atau mencantumkan data diri yang selengkap-lengkapnya ketika berkorespondensi dengan relasi yang baru dikenal melalui dunia maya seperti hobi, kebiasaan, ciri-ciri serta photo atau gambar yang dapat mengundang pikiran dan niat buruk ke dalam situs jejaring sosial facebook.
  9. Orangtua tidak baiknya turut membantu anak dibawah usia 13 tahun mendaftar ke situs jejaring sosial yang seharusnya belum diperbolehkan bergabung dalam situs jejaring sosial facebook.
  10. Orangtua harus mampu merubah pendekatan kepada anak dari semula otoriter, melarang, bahkan memarahi tanpa penjelasan ketika anak bereksplorasi dengan internet baik di rumah maupun di luar rumah menjadi pendekatan yang komunikatif dan dialogis.
  11. Peranan penting Media juga diharapkan dapat menginformasikan kepada keluarga mengenai dampak dan manfaat dari penggunaan teknologi.
  12. Kunci utama bagi orang tua adalah jangan pernah malas atau enggan untuk mendengarkan aspirasi dari anak, sebagai hak anak untuk berpartisipasi.
  13. Sebaiknya guru, wali murid maupun orangtua harus bertanggung jawab penuh tidak hanya kepada kecerdasan intelektual anak saja, tapi juga harus turut memperhatikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritualitas anak dan peserta didik. Serta lingkungan sekolah wajib mengorganisir kelompok sebaya untuk agar belajar bertanggungjawab atas perilaku mereka diri sendiri.
  14. Untuk diketahui semua pihak yang mempunyai kewajiban melindungi anak, tidak selamanya semua yang “instant” itu baik.
  15. Untuk menghindari kemungkinan anak menjadi korban penculikan, perdagangan dan penjualan anak serta kejahatan seksual dan kejahatan bentuk lainnya, hendaknya orangtua, keluarga harus mempunyai waktu yang cukup mendampingi anak dalam menggunakan internet.
  16. Komunitas lingkungan, termasuk pengelola warung internet, hendaknya memberikan layanan bagi pelanggan internet dengan fasilitas ruangan terbuka tanpa sekat dan memberikan informasi bagaimana menggunakan internet yang sehat.
  17. Anak, remaja atau kelompok sebaya harus dididik untuk mampu mengorganisir dirinya secara bersama melawan dampak negatif dari internet seperti penggunaan situs-situs pornografi.
  18. Anak, remaja tidak serta merta mempercayai kebaikan, ajakan dan harus mampu menolak bujuk rayu dari relasi yang dikenal dari internet. Kalau ada yang mencurigakan, ajaklah orangtuam keluarga untuk mendiskusikannya.
  19. Sesuai dengan pasal 28 UU Dasar 45, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi mempunyai kewajiban memberikan layanan informasi dan petunjuk cara yang sehat mengunakan atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi global bagi masyarakat.
  20. Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi hendaknya membuat situs jejaring sosial bagi anak-anak Indonesia dalam bentuk Indonesian Children Net.
Disarikan sesuai dengan dengan pengalaman empiris HOTLINE SERVICE Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS ANAK) dalam menerima pengaduan masyarakat.
thumbnail

Manfaat & Dampak Jejaring Sosial Facebook & Menjaga Privasi Facebook

Arus perkembangan teknologi bagaimanapun tidak mungkin dibendung. Kita tidak mungkin mengurung anak di rumah dengan menyediakan berbagai fasilitas. Adalah salah jika melarang anak untuk berkenalan dengan teknologi internet, karena bagaimanapun anak butuh bergaul dengan dunia luar melalui teknologi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter adalah produk-produk teknologi yang kini sedang digemari banyak kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Dengan layanan ini, kita dapat berkomunikasi dengan teman lama, memperluas jaringan pertemanan, ataupun sekadar mengetahui keadaan / status teman atau kerabat. Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagi yang masih di bawah umur, untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan yang positif.
Manfaat Jejaring Sosial
  1. Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
  2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
  3. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
  4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka yang berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
Dampak Jejaring Sosial
  1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
  2. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
  3. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
  4. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
5 Aturan Bergaul Di Jejaring
Mintalah persetujuan dari anak Anda untuk memberikan Anda akses masuk ke profil situs jejaring mereka, sehingga Anda mudah memantau aktivitas mereka setiap saat. Lalu, beri imbauan kepada anak untuk mengikuti aturan-aturan dasar bergaul di situs jejaring sosial:
  1. Memasang profil diri secukupnya saja, tidak perlu terlalu lengkap seperti alamat rumah/ sekolah, nomor telepon, dan sebagainya karena rentan dimanfaatkan oleh orang yang memiliki niat tidak baik.
  2. Waspadalah ketika mengadakan pertemuan offline (face-to-face) dengan seseorang yang baru pertama kali dikenal di Internet. Kalaupun memang harus bertemu, ajak beberapa teman atau anggota keluarga yang lebih dewasa untuk menemani dan lakukan pertemuan di tempat publik yang ramai.
  3. Jangan memajang foto yang kurang pantas, karena berpotensi disalahgunakan oleh orang lain yang dapat merugikan kita. Selain itu periksalah kalau teman kita melakukan tagging photo ke profil kita di Facebook. Kalau foto tersebut kita anggap tidak layak atau tidak cocok menjadi bagian dari profil kita, segeralah lakukan remove tag! Dan kalau kejadian tersebut berulang, segera hubungi teman kita untuk tidak lagi melakukan photo tagging ke profil kita. Kalau dia tetap membandel, langsung saja remove as friend!
  4. Lebih selektif dalam meng-approve atau meng-add teman, khususnya yang tak kita kenal sebelumnya. Ketika melakukan approve/add kepada orang baru, perhatikan jumlah “mutual friends”-nya jika di Facebook. Semakin banyak jumlah “mutual friends”-nya, berarti semakin banyak teman-teman kita Facebook yang telah mengenal atau menjadi temannya. Semakin banyak teman kita yang mengenalnya, tentu relatif semakin aman orang tersebut untuk menjadi teman kita. Meskipun demikian, tetaplah waspada. Tidak ada keharusan bagi kita untuk approve/add orang baru yang tidak kita kenal ataupun memang tidak inginkan.
  5. Ingatlah bahwa apa yang ditulis di situs jejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersebar luas. Dampaknya bisa merugikan diri sendiri ataupun pihak lain, dan sangat mungkin berujung pada tuntutan hukum. Think before posting!
7 Tips Hindari “Kecelakaan Privasi di Facebook"
Lantaran tidak berhati-hati ketika menggunakan fitur-fitur di Facebook, orang lain bisamemiliki persepsi miring tentang kita. Misalnya saat foto-foto kita yang tidak layak tersebardi antara rekan atau teman. Atau terpajangnya konten tak pantas di wall yang dapat membuat kita dianggap aneh. Bisa juga ada orang lain yang secara langsung maupun tidak berniat atau telah mencemarkan nama baik kita melalui update status ataupun tagging photo yang mereka lakukan. Beberapa pengguna Facebook mungkin tidak paham, atau malas mempelajari, kiat pengaturan privasi (privacy settings). Padahal caranya mudah. Jangan sampai lantaran ketidaktahuan atau kemalasan, nama baik kita menjadi tercemar dan sulit untuk dipulihkan. Berikut ini tips yang dapat diikuti:
  1. Manfaatkan “Friend List”. Bagi kebanyakan orang, fitur friend list mungkin tidak dianggap penting. Namun hal ini membantu kita memanajemen teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan. Fitur ini juga memudahkan kita mencari teman Facebook lain yang jarang dihubungi. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang.
  2. Hilangkan Nama Kita di “Facebook Search”. Bagi yang belum mengerti, kita bisa menghilangkan nama kita di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari / dilacak orang. Caranya:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ’search’
    3. Non-aktifkan ‘publik search result’
    4. Klik ‘Confirm’.
  3. Jangan Biarkan Anda Dipermalukan Karena Foto/Video. Seringkali foto-foto culun dan memalukan kita yang di upload teman, bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video nya. Caranya:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
    3. Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
  4. Hilangkan “Status Relationship” Kita. Untuk menghindari kisah pribadi asmara kita diumbar ke publik, ada baiknya menghilangkan status hubungan di Facebook. Tapi awas, jika kita tidak memiliki ‘perisai’ diri, hal ini bisa menimbulkan potensi perselingkuhan. Ini semua berbalik ke diri sendiri.
  5. Hindari Aplikasi Berbau Esek-esek. Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya seks favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai hiburan, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif. Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri kita, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau negatif.
  6. Buat “Contact Profile” Anda Lebih Privat. Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail. Ada kalanya, untuk menjaga privasi, kita tak harus membeberkan itu semua ke publik. Kita pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel saja, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja.
  7. Hanya Orang Tertentu yang Boleh Melihat Foto Anda. Saat kita mengupload sebuah foto, sebaiknya jangan diumbar langsung ke publik. Atur kepada siapa saja terbaru anda boleh dilihat. Caranya sama seperti tips nomor 3, namun lebih spesifik:
    1. Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
    2. Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
    3. Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of Me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
thumbnail

Menangkal Konten Seksual Di Ponsel Anak & Tanda Anak Korban Cyber Bullying

Kiat Menangkal Konten Seksual di Ponsel Murid
Peredaran konten seksual di ponsel atau yang lebihdikenal dengan istilah sexting memang bisa 'meracuni'siapa saja, tak terkecuali para murid. Sebelum pikiran murid kita menjadi tercemar dengan kata-kata atau gambar tak senonoh tersebut, ada baiknya para guru membantu memagari mereka. Berikut kiat untuk menangkal konten esek-esek tersebut:
anak korban bullying
    BAGI GURU:
  1. Mulailah memberi pengertian kepada murid tentang fenomena sexting. Namun bukan berarti Anda lantas menghardik mereka. Intinya adalah jalin komunikasi awal yang baik dan nyaman dengan si murid.
  2. Jika murid Anda kedapatan memiliki atau saling berkirim konten porno via ponselnya, segera suruh mereka hentikan hal itu. Jelaskan kepada mereka bahwa memiliki atau menyebarkan konten seksual lewat ponsel merupakan pelanggaran hukum dan berisiko terhadap sesuatu yang tidak baik.
  3. Tetap tenang ketika menghadapi murid yang membandel, pelajari kondisi kejiwaan si anak pula. Jika mereka sedang 'panas', Anda tentu jangan ikut 'panas' pula.
  4. Lakukan razia isi ponsel murid secara berkala dari kelas ke kelas. Kalau perlu terapkan kewajiban agar ponsel harus dititipkan di ruangan khusus dan tidak boleh dibawa ke kelas, dengan demikian razia bisa dilakukan tanpa mengganggu jam pelajaran.
    BAGI MURID:
  1. Jika mendapat foto/kalimat porno di ponsel, jangan lantas menyebarkannya ke orang lain meskipun ke teman-teman dekat Anda. Mungkin pada awalnya mereka melakukan itu karena iseng, tapi ulah isengisengnya itu bisa menjadi senjata makan tuan suatu saat nanti. Seperti tertangkap saat razia di sekolah atau lainnya.
  2. Jangan takut untuk menjalin komunikasi dengan guru atau orang tua lain mengenai masalah sexting ini. Yakinkan para orang tua bahwa mereka tidak perlu paranoid mengenai hal itu (sexting).
  3. Jika mendapat konten sexting dari teman atau orang yang Anda kenal, berilah pengertian bahwa perbuatan mereka itu berbahaya dan melanggar hukum.
  4. Jika aksi nakal teman Anda tersebut masih belum berhenti, ada baiknya jika Anda dengan orang tua ataupun guru berbicara langsung dengan orang tua anak tersebut.
Waspada Cyber Bullying
Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Disatu sisi, jika digunakan ke arah yang positif, maka hasilnya akan baik. Teknologi memungkinkan anak untuk belajar, bersosialisasi dan berkomunikasi. Di lain sisi, teknologi bisa melukai diri sendiri jika digunakan untuk kepentingan negatif. Tidak sedikit anak yang menjadi korban pelecehan ataupun premanisme di internet. Istilah ini dikenal dengan nama cyber bullying, yaitu perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja, baik yang dilakukan secara online atau melalui telepon seluler. Cyber bullying memanfaatkan pesan SMS, email, instant messaging (IM), blog, situs jejaring sosial, atau halaman web untuk mengganggu, mempermalukan dan mengintimidasi anak. Bentuknya bermacam-macam, seperti menyebarkan isu-isu palsu, memposting foto-foto memalukan, pelecehan seksual, ancaman hingga tindakan yang berbuntut pemerasan. Beberapa kasus di luar negeri, korban dari cyber bullying ini banyak yang akhirnya bunuh diri!
Tanda-Tanda Anak Korban Cyber Bullying
Anak kita menjadi korban cyber bullying? Ini bisa saja terjadi. Dan mungkin anak tidak berani memberitahu kita tentang hal tersebut karena alasan malu, takut dimarahi, atau takut kalau aktivitas online-nya akan dibatasi.
    Berikut ini beberapa pertanda yang harus diperhatikan, ketika anak menjadi korban cyber bullying.
  • Emosi anak menjadi berubah drastis seperti marah atau sedih yang berlebihan setelah menggunakan ponsel atau ber-internet.
  • Anak menarik diri dari teman-teman atau kegiatan yang biasa mereka jalankan.
  • Nilai sekolah anak turun, atau anak merasa tidak puas dengan sekolah atau kelas tertentu.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda depresi yang tidak biasa.
    Jika Anda melihat seorang anak menjadi korban cyber bullying, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Simpan atau cetak bukti-bukti cyber bullying.
  • Identifikasi pelaku cyber bullying.
  • Ajukan keluhan kepada provider internet atau operator ponsel.
  • Mintalah pelaku cyber bullying untuk menghentikan aksinya.
  • Hubungi orang tua pelaku cyber bullying. Ceritakan dengan jelas apa yang telah terjadi. Tunjukkan bukti-bukti, dan kalau perlu beri peringatan bahwa Anda akan mengambil langkah hukum jika tidak aksi cyber bullying tersebut tidak dihentikan.
  • Hubungi pihak sekolah anak Anda jika cyber bullying terjadi di sekolah, seperti guru dan kepala sekolah, sehingga dapat diambil langkah protektif untuk menghentikan tindakan cyber bullying tersebut.
  • Jika cyber bullying sudah mengarah ke tindak kekerasan, pemerasan atau seksual, segera hubungi pihak kepolisian.
thumbnail

5 Alat Bantu Penangkal Konten Negatif di Internet Bagi Anak

5 Pertanyaan Awal Orangtua Kepada Anak Generasi Online
Demi melindungi anak-anak dari ancaman dunia maya, para orang tua sejatinya harus memberikan pengertian agar para buah hati kita selalu mawas diri ketika online. Namun masalahnya, banyak anak yang segan bercerita atau setidaknya sekadar membuka obrolan tentang aktivitas mereka di internet. Alhasil, para orang tua tidak memiliki bayangan apa yang dilakukan anaknya di dunia maya. Diperlukan cara khusus dari orang tua untuk mengorek informasi tersebut. Sebaliknya, para orangtua sebelumnya juga harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan perkembangan teknologi yang sedang tren. Hal ini untuk menyeimbangkan pemikiran antara Anda dan anakanak. Selain itu yang juga tidak kalah pentingnya adalah mengenai bagaimana mengajukan deretan pertanyaan kepada anak-anak. Berikut adalah 5 pertanyaan awal yang bisa dipakai orangtua untuk memulai mengorek informasi dari anak-anak:
anak di internet
1. Apa yang teman-temanmu lakukan ketika berinternet?
Apa yang teman-temanmu lakukan ketika berinternet? Pertanyaan ini untuk mengalihkan perhatian anak dari pikiran ‘Anda ingin menginterogasinya’. Ini juga terdengar seperti pertanyaan biasa dan natural. Dalam taraf ini Anda akan mendengar jawaban untuk main game, chatting, dan Facebook-an.
2. Situs apa yang baru atau yang sedang ngetren?
Tanya anak Anda kenapa memilih situs tersebut. Anda juga situs apa yang sudah tidak populer lagi dan kenapa.
3. Apa saja situs favoritmu?
Nah, di sinilah Anda mulai masuk ke dunia online anak. Mulai dari pertanyaan yang biasa dan tidak menggurui. Biarkan anak-anak bercerita, namun jangan lupa tanyakan kenapa dia memilih situs tersebut.
4. Apakah pernah menemukan kejahatan di internet?
Anak Anda mungkin tidak mengerti artinya, namun setidaknya mereka tahu contoh-contoh yang telah terjadi. Ceritakan tentang berita kejahatan internet yang Anda ketahui, seperti email dan foto yang tidak senonoh, pencurian data pribadi, account palsu di Facebook dan lainnya. Tanyakan apakah anak Anda juga mengetahuinya. Intinya, pastikan anak mengerti apa, jenis dan dampak dari kejahatan internet. Hal ini ampuh untuk membuat mereka waspada dan bakal berpikir ribuan kali agar tidak terjerumus.
5. Pernah melihat hal yang membuat tidak nyaman ketika sedang online?
Ini tahap dimana untuk membuat diskusi lebih lanjut tentang kejahatan internet. Seperti membahas kejadian peredaran foto porno dan situs yang berisi konten rasis. Ini bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga jika sesuatu terjadi di internet mereka bisa sharing ke Anda dan tidak merasa segan.
Alat Bantu Tangkal Materi Negatif
Salah satu langkah antisipasi untuk menangkal materi negatif tersebut adalah dengan menginstal software pengaman di komputer kita. Yang harus diingat adalah, berbagai macam software yang tersedia tidaklah menggantikan peran orang-tua, guru ataupun komunitas dalam memberikan keamanan dan kenyamanan anak kita selama ber-Internet. Software hanyalah alat bantu, yang tidak bisa menjamin 100% menghalau materi negatif dari Internet. Secara umum, software pengaman tersebut terdiri atas:
SOFTWARE PARENTAL (FILTER, MONITOR DAN PENJADWALAN)
k9 web protection
Software ini untuk mencegah anak sengaja atau tidak sengaja membukan dan/atau melihat berbagai gambar yang tak layak (pornografi, sadisme, dan sebagainya) yang terdapat di situs Internet. Software ini juga akan memudahkan orang tua ataupun pengasuh untuk memonitor aktifitas anak selama online dengan berbagai variasi metode pengawasan. Fungsi lain dari software ini adalah untuk membatasi jumlah/durasi waktu anak dalam menggunakan Internet. Termasuk untuk pengaturan hari dan jam tertentu sehingga komputer dapat atau tidak dapat digunakan oleh anak untuk ber-Internet. Contoh software: K9 Web Protection (www.k9webprotection.com)
SOFTWARE BROWSER ANAK
Software browser adalah yang menjadi perantara utama antara Internet dengan komputer yang digunakan. Browser anak secara umum telah dirancang untuk semaksimal mungkin menyaring berbagai situs, gambar atau teks yang tak layak diterima anak. Browser anak juga didisain untuk menarik dan mudah digunakan oleh anak. Contoh software: Kid Rocket (www.kidrocket.org)
SOFTWARE FIREWALL
Software ini akan membantu kita mencegah orang jahil (semisal black hacker) yang berkeliaran di Internet dan mencoba menerobos masuk ke komputer kita untuk mencuri atau merusak data didalamnya, saat kita terhubung dengan Internet. Contoh software: ZoneAlarm (www.zonealarm.com)
SOFTWARE ANTI-SPYWARE
Software ini secara khusus akan berfungsi mendeteksi dan mencegah program jahat seperti sypware dan adware yang gemar menyedot datadata rahasia / privasi kita secara diam-diam. Contoh software: Ad-Aware (www.lavasoft.de)
SOFTWARE ANTI-VIRUS
Software ini untuk mencegah agar program jahat perusak data semisal virus, worm dan trojan horse bercokol dan berkembang-biak di komputer kita. Contoh software: AVG anti-virus (www.grisoft.com)
Beberapa contoh software di atas memiliki versi berlisensi freeware (gratis dan bebas digunakan bagi pengguna individu ataupun non profit) ataupun shareware (gratis dan bebas digunakan dalam periode waktu tertentu).
thumbnail

Tips Sehat Anak Menggunakan Internet & Komputer

12 Tips Sehat Menggunakan Komputer (Laptop)
  1. Gunakan kursi yang secara dinamis dapat diatur tinggi-rendah dan senderan punggungnya.
  2. Posisi monitor bagian paling atas setidaknya setinggi 5-8 cm di atas arah pandang mata.
  3. Untuk menghindari efek silau dari layar monitor, bisa gunakan filter atau pelindung anti-silau.
  4. Duduklah dengan jarak sekitar satu rentangan tangan dari monitor.
  5. Kaki harus dapat menjejak pada lantai atau pada pijakan kaki yang stabil.
  6. Jika menggunakanalat pemegang/penjepit dokumen, tingginya samakan dengan layar monitor.
  7. Antara siku dan pergelangan tangan sejajar dan lurus saat menggunakan keyboard / mouse.
  8. Lengan dan siku berada dalam posisi santai dekat dengan tubuh Anda.
  9. Monitor dan keyboard posisikan di tengah hadapan Anda.
  10. Gunakan keyboard yang memiliki bagian pengungkit di bawahnya untuk mengatur posisi.
  11. Gunakan alas kerja atau meja yang stabil dan tidak goyah.
  12. Sesekali lakukan istirahat pendek dengan berdiri, perenggangan dan melihat arah lain.
tips komputer internet
Tips Sehat Anak Menggunakan Internet di Tengah Keluarga
Pertama, jika di rumah kita ada anak di bawah umur, gunakan internet bersama dengan anggota keluarga lain yang lebih dewasa. Tempatkan komputer di ruang keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita. Jika diperlukan, berilah penjadwalan/pembatasan waktu untuk anak dalam menggunakan Internet.
Kedua, pelajarilah sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh internet, secara bersama dengan anggota keluarga yang lain. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami Internet, juga tentang cara menggali infor masi yang bermanfaat, sekaligus menjauhi informasi yang negatif.
Ketiga, berikan pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi/menjawab setiap e-mail ataupun private chat dari orang yang tak dikenal, termasuk tidak membuka file kiriman (attachment) dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
Keempat, pertegaslah kepada siapapun yang menggunakan Internet di rumah kita untuk tidak memberikan data pribadi/keluarga, alamat rumah/sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri lainnya kepada orang yang tak dikenal, ataupun saat mengisi informasi data diri di situs personal, blog ataupun situs lainnya di Internet semisal Twitter.com, YouTube.com ataupun Facebook.com
Kelima, mintalah kepada anak di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas atau yang membuat mereka tidak nyaman, baik disengaja ataupun tidak sengaja terbuka. Bujuklah agar mereka terbiasa bercerita kepada kita tentang segala sesuatu yang mereka temui di Internet.
Lindungi anak dari pencuri data di internet.
Keenam, tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah kita untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face-to-face) dengan seseorang yang baru mereka kenal di Internet. Jika memang mereka bersikeras untuk tetap bertemu, maka harus dipastikan ada orang dewasa yang menemani dan pertemuannya harus berlangsung di tempat umum/publik.
thumbnail

Memilih TK Paud PraSekolah Anak

Dalam lima tahun pertama anak, Anda dapat menempaTK paud prasekolahan anak dalam program prasekolah atau TK paud prasekolah memilih dengan hati-hati. Anggota keluarga, pengasuh dan guru dapat melakukan yang baik untuk membantu otak anak tumbuh dan berkembang selama lima tahun itu. Luangkan waktu untuk bertanya-tanya, cari tahu program pendidikan anak berlisensi apa di daerah Anda. Berencana untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum memutuskan di mana akan menempaTK paud prasekolahan anak Anda. Luangkan waktu ke bahagia dan rasa puas anak lain yang TK paud prasekolah di situ.
anak TK prasekolah paud
anak tk paud prasekolah
Orang-orang yang merawat anak Anda akan menjadi mitra Anda. Melihat bagaimana mereka berhubungan dengan anak-anak ketika Anda mengunjungi. Bertanya pada diri sendiri:
  1. Apakah mereka hangat, peduli, dan responsif terhadap setiap anak?
  2. Apakah mereka memperlakukan setiap anak dengan hormat?
  3. Apakah mereka merespon dengan cepat kebutuhan dan pertanyaan masing-masing anak,
    anak yang marah, dan membantu menyelesaikan masalah mereka?
  4. Apakah mereka berbicara dengan anak-anak, dan mendengarkan apa mereka katakan?
  5. Apakah mereka merencanakan hal-hal yang menarik bagi anak-anak untuk dilakukan?
  6. Apakah mereka memandu perilaku anak-anak dengan cara yang positif?
  7. Bagaimana anak saya menanggapi mereka?
Luangkan waktu untuk berbicara dengan staf dan mencari tahu apa yang mereka sukai tentang pekerjaan mereka dan berapa lama mereka telah merawat anak-anak. Naluri Anda dapat memberitahu Anda jika ini adalah jenis orang yang Anda perlu untuk kehidupan anak Anda. Berbagi Apa yang Anda Ketahui Tentang Anak Anda Anda tahu anak Anda yang terbaik. Luangkan waktu untuk berbicara dengan orang-orang yang akan merawat anak Anda untuk berbagi apa yang Anda ketahui. Berbicara tentang:
Jika anak Anda memiliki kebutuhan khusus yang telah diidentifikasi, Anda mungkin seorang ahli tentang bagaimana ia belajar terbaik. Pastikan untuk berbagi evaluasi laporan Anda miliki dengan staf. Cari tahu apakah mereka memiliki Pengalaman merawat anak dengan kebutuhan yang sama. Menunjukkan mereka apa yang Anda pelajari atau "trik" yang Anda miliki untuk mengajak dia untuk makan. Mendorong staf untuk mengajukan pertanyaan. Anda dapat meyakinkan mereka dengan jawaban Anda.
  1. Bagaimana anak Anda merespon pengalaman baru dan orang-orang
  2. Apa yang menghibur dia ketika dia marah
  3. lagu dan kegiatan apa apa yang paling disukainya
  4. Apa yang membantu dia tidur ketika ia lelah
  5. Apakah dia memiliki alergi makanan atau masalah medis
    (seperti asma atau diabetes)
  6. Apa yang anak takuti dan bagaimana Anda menangani ketakutan anak Anda
thumbnail

Mengajari Anak Balita Matematika Sederhana Mudah!

Mendengar Lagu dan dan Mengajari Matematika
Anak-anak balita mencintai lagu konyol dan bermain dengan kata-kata. mereka akan menyanyi, berbaris, tari, dan bahkan membuat lagu sendiri. Membuat lagu bersama Anda adalah yang terpenting. Ini dapat membantu anak Anda belajar kosa kata, dan juga dapat membuat ikatan yang akan berlangsung seumur hidup. Carilah lagu yang tepat untuk anak, orangtua perlu memilih dan memutar lagu yang sesuai.
Manfaat lagu bagi anak dengan kebutuhan khusus adalah
  1. Jika anak Anda memiliki keterlambatan bahasa, menyanyikan lagu-lagu anak adalah cara yang baik untuk belajar kata-kata baru. Kadang lebih mudah untuk menyanyi lagu yang memiliki irama dan pengulangan daripada mengatakan beberapa kata.
  2. Jika anak Anda memiliki gangguan pendengaran, dia tidak mungkin dapat mendengar kata dengan jelas seperti yang Anda lakukan, tapi dia sering merasakan getaran suara, mendorong dia untuk bertepuk tangan.
  3. Jika anak Anda tidak dapat melihat, pegang tangannya saat Anda bergerak ke musik bersama. Menyanyikan lagu-lagu yang memintanya untuk menyentuh jari-jari kakinya atau siku dan berjabat tangan.
  4. Jika anak Anda memiliki cacat fisik, Anda dapat membantu dia untuk memutar musik dan menikmati bernyanyi bersama
Mengajari Balita Matematika Setiap Hari
Mengajar anak matematika bukan dimulai dengan menghitung dan menyebut angka. Dia belajar tentang lebih dan kurang; banyak dan sedikit; berat dan ringan; panjang dan pendek. Matematika juga melibatkan bentuk (lingkaran, persegi, persegi panjang); pola mengakui (merah-biru-merah-biru); dan membandingkan (yang lebih dan yang kurang).
Tidak perlu untuk drill dengan tulisan angka untuk mengajar anak Anda matematika dan Anda tidak harus pandai matematika. Setiap hari ada banyak kesempatan untuk "berbicara matematika".
  1. Pada waktu makan, ajukan pertanyaan "Apa cangkirmu kosong atau penuh. Ajukan pertanyaan anak balita TK Anda seperti, "Apakah kamu ingin sandwich keseluruhan atau sepotong dalam dua bagian (setengah)?" Pada hari lain bertanya, "Mau kita memotongnya segitiga atau kotak?"
  2. Biarkan anak balita Anda membantu Anda menyortir cucian atau mencocokan pasangan kaus kaki.
  3. Nyanyikan lagu atau sajak mengatakan yang memiliki nomor seperti "satu-aku sayang ibu, balonku ada lima".
  4. Bermain game seperti "kelereng bagi anak laki dan congklak bagi anak perempuan".
  5. Ketika Anda dan anak Anda bermain dengan beberapa truk mainan atau lego, mengatakan, "Oh, kamu punya banyak dan saya sedikit" lihat apakah yang banyak memberi yang sedikit?
  6. Hitung dan menyentuh kancing di baju anak Anda saat Anda berpakaian dia.
  7. Minta bantuan anak menghitung dua apel atau tiga pisang atau saat menimbang buah di pedagang buah.
  8. Biarkan anak balita Anda mengatur meja. Setelah dia menghitung jumlah orang yang akan makan, bantu dia untuk menempatkan garpu, pisau, sendok, dan serbet untuk setiap orang.
thumbnail

Ini Cara Mengajar Anak Balita Membaca Buku Cerita dan Menulis!

Membaca Buku Bersama
Ketika Anda membaca untuk anak Anda, sel-sel otaknya dihidupkan dan mulai membuat koneksi. Saat ia melihat gambar pada halaman dan mendengar kata-kata yang Anda baca, otaknya bekerja keras. Dan jika Anda dapat mengaitkan cerita ini dengan kehidupan anak Anda. Mendengar cerita favorit berulang juga membantu memperkuat koneksi otak.
mengajar anak membaca
Membaca Buku Bersama Bayi Anda
Tidak pernah terlalu dini untuk memperkenalkan buku-buku untuk bayi Anda. Kebanyakan bayi menikmati dan bermain dengan buku karena mereka mendengarkan suara dari cerita ibu. Dari tahun awal, bayi Anda akan belajar bahwa melihat buku menyenangkan dan istimewa. Di sini adalah beberapa tips untuk berbagi buku dengan bayi Anda.
  1. Berikan kainnya atau buku vinyl yang dapat dicuci.
  2. Tahan dia di pangkuan Anda dan lingkarkan dengan lembut lengan Anda di sekelilingnya sambil Anda membaca atau menceritakan gambar dalam sebuah buku.
  3. Melakukan hal berbeda ketika dia kehilangan minat. Bayi memiliki rentang perhatian pendek dan dapat menikmati buku-buku hanya untuk beberapa menit.
Membaca Buku Bersama Balita Anda
Sisakan waktu bercerita sebagai kegiatan sehari-hari Anda. Balita biasanya menikmati cerita pendek, buku sederhana. Mereka sering meminta untuk mendengar cerita berulang-ulang. Berikut adalah beberapa ide.
  1. Pilih buku-buku dengan topik yang akan menarik anak Anda. Apakah dia mencintai truk dan mobil? Hewan? Buku tentang rutinitas sehari-hari?
  2. Biarkan dia membantu Anda mengubah halaman.
  3. Mengubah suara Anda untuk meniru karakter selama cerita.
  4. Cobalah untuk melibatkan dirinya dalam membaca cerita.
Sebagai contoh, kira Anda akan membaca Margaret Wise Brown Malam Rembulan.
BukuMelibatkan anak Anda dalam buku
Malam rembulan.Anda: Apakah Dede ingin mendengar Malam Rembulan? Ibu suka buku ini.
Anak Anda: Bulan!
Anda: Ya, itu dia. Apa lagi yang Dede lihat?
Anak Anda: Sapi.
Anda: Benar. Ada gambar sapi melompati bulan! Bisakah Dede membantu Ibu membuka halaman selanjutnya?
Mengucapkan benda seisi ruang hijau.Anda berhenti sementara anak Anda menunjuk ke objek selanjutnya.
Anak Anda: Sapi! 3 beruang!
Anda: Ibu melihat foto-foto. Apa lagi yang di
ruang hijau?
Anda Anak: Jam ... mangkuk ... tikus (benda gambar dalam ruangan di buku).
Sapi melompati bulan.Anda: Apakah sapi memang dapat melompati bulan?
Anak Anda: Ti-i-i-dak! (Sambil menggeleng dan tertawa)
Anda terus membaca buku dan berbicara tentang gambar yang Anda baca. Mintalah anak Anda menemukan tikus atau benda lain pada setiap halaman. Pada akhir cerita sebelum tidur bimbing anak berdoa sebagai cara mengingat Allah SWT.
Membaca Buku dengan Anak Prasekolah TK
Anak prasekolah Anda akan sering masih menikmati dipangku oleh Anda untuk mendengarkan cerita favorit. Meskipun Anda mungkin bosan membaca atau menceritakan kisah yang sama berulang-ulang, mengulangi membantu membuat koneksi yang kuat di otak. Segera anak prasekolah Anda akan memberitahu Anda cerita, kata demi kata! Berikut adalah beberapa ide lain.
  1. Kunjungi perpustakaan teratur dan memeriksa buku. Perpustakaan biasanya memiliki banyak buku cerita untuk anak prasekolah TK.
  2. Gunakan ekspresi dalam suara Anda ketika Anda membaca atau bercerita.
  3. Pilih buku dan cerita yang memiliki rima dan pengulangan. Dorong anak Anda untuk bergabung dalam cerita dengan Anda.
  4. Jalankan jari Anda di bawah kata-kata yang Anda baca. Ini mengajarkan anak Anda cara membaca kata demi kata dari kiri ke kanan dana dari atas ke bawah halaman. Ini bukan hal sepele.
  5. Jika anak Anda memiliki keterlambatan bahasa, memintanya untuk menunjuk ke gambar dan mendorong dia untuk mengulangi kata-kata setelah Anda.
Penelitian menunjukkan bahwa bagaimana Anda membaca buku dengan anak Anda bahkan lebih penting daripada seberapa sering Anda melakukannya. Pertanyaan atau komentar dapat membantu anak Anda menjadi memahami arti cerita. Untuk Misalnya, jika Anda sedang membaca cerita The Gingerbread Man, di sini beberapa komentar dan pertanyaan Anda mungkin bertanya:
Jenis Pertanyaan atau Komentar
Contoh
Penyelesaian - Kalimat akhir, biarkan anak Anda
mengisinya di.
"Lari, lari secepat Anda bisa.
Anda tidak bisa menangkap saya. Aku yang
Roti jahe _____."
Buka-berakhir - Tanyakan anak pertanyaan yang akan membuat dia memikirkan beberapa jawaban yang berbeda.
"Apa yang Anda pikirkan Gingerbread
Manusia melakukan dalam gambar ini?"
Siapa, Apa, Kapan, Dimana, Mengapa, dan Bagaimana - Minta anak Anda jenis pertanyaan tentang cerita dan gambar-gambar.
"Siapa yang dipanggang Gingerbread Man?",
"Apa yang orangtua katakan kapan Gingerbread Man berlari pergi",
"Di mana rubah ingin Gingerbread pergi?",
"Mengapa rubah menginginkan Gingerbread Man untuk naik di kepalanya seberang sungai?",
"Bagaimana rubah mengelabui Gingerbread Man?"
Koneksi - Bantuan Anda anak melihat bagaimana cerita berkaitan untuk sesuatu yang akrab.
"Apa Dede ingat ketika Dede makan gingerbread di rumah Bibi Pat?"
Dorongan membaca dan menulis kata-kata di mana-mana. Anda dapat menggunakan fakta ini untuk membantu anak Anda agar siap untuk membaca.
  1. Anak-anak tertarik mengingat nama mereka sendiri. biarkan anak melihat Anda menulis namanya. Tempelkan magnet huruf pada kulkas untuk bermain baginya dengan dan mengeja namanya.
  2. Tanyakan tentang kata-kata dan huruf yang Anda lihat setiap hari. Tunjukan tanda berhenti atau tanda-tanda di toko terkenal. Tanyakan tentang nama pada kotak kemasan produk.
Biarkan anak Anda melihat Anda melihat buku, majalah, dan koran. Ketika dia melihat Anda membaca, ia mungkin mencoba untuk meniru Anda. Pengalaman ini mengajarkan anak Anda mengapa kita membaca dan membaca adalah penting.
Mengajari Anak Menulis
Ada juga banyak cara yang dapat mendorong menulis.
  1. Jika anak Anda bermain rumah-rumahan, berikan kertas dan pensil untuk menuliskan daftar belanja atau menulis pesan.
  2. Jika ia membuat sebuah rumah kardus kulkas di ruang tamu, berikan kertas dan krayon untuk mencoret-coret.
  3. Jika Anda berada di luar, dia dapat menulis di tanah dengan tongkat atau trotoar menggunakan kapur.
  4. Jika dia meniru apa yang Anda lakukan setiap hari, berikan kertas dan pensil atau krayon padanya untuk menulis daftar belanja, pesan telepon, atau surat ke teman.
Ingat, kemampuan menulis anak balita berkembang dari waktu ke waktu. Jangan khawatir jika anak Anda menulis dengan huruf terbalik.
thumbnail

Mengajari Anak Balita Belajar Bicara & Membaca

Berbicara dan Mendengarkan, Ilmuwan Tahu!
Para ilmuwan mengatakan bahwa waktu yang sensitif bagi otak untuk membangun kemampuan berbicara (bahasa) adalah selama lima tahun pertama. Anak Anda mendengar kosa-kata, semakin banyak kata ia segera akan mengerti dan belajar. Anak-anak yang tahu dan menggunakan banyak kata-kata yang lebih cenderung menjadi pembaca yang baik.
Jenis materi apa untuk berbicara?
Anak balita belajar bahasa dari orang yang mengajaknya berbicara dan mendengarkan orang bicara, tidak dari menonton TV. Banyak bicara, katakanlah keras apa yang Ibu lakukan. Gunakan berbagai kata berbeda. Mengakui bahwa mengatakan "jangan sentuh" atau "hentikan itu", tidak mengajarkan anak Anda. Sebaliknya, cobalah untuk mengatakan hal positif dan penggunaan banyak kata, misal "Mari Ibu/Ayah beri sesuatu yang aman untuk bermain".
belajar bicara
Dalam beberapa keluarga, orang tua atau kerabat dekat berbicara dua bahasa berbeda. Orangtua bertanya-tanya apa bahasa mereka harus diajarkan ke anak mereka. Penelitian mengatakan bahwa anggota keluarga harus berbicara apapun bahasa yang mereka bisa dengan lancar. Anak Anda perlu mendengar bahasa lisan dengan baik. Seorang anak yang sangat muda yang mendengar dua bahasa diucapkan sejak lahir dapat menguasai kedua bahasa berbeda.
Berbicara dengan Bayi Anda
Ada jenis khusus dari pembicaraan yang disebut parentese. Ini adalah cara orang tua berbicara ketika mereka menggunakan bahasa yang sederhana, menempatkan banyak ekspresi wajah mereka dan suara mereka, dan berbicara perlahan. Perhatikan bagaimana bayi Anda memperhatikan ketika Anda berbicara parentese! Ketika Anda berbicara dengan bayi Anda sepanjang waktu, Anda mendekatkan kepala (face to face), Anda mulai berbicara dan ia mendengarkan. Meskipun dia mungkin tidak mengerti apa yang Anda katakan pada awalnya, otaknya sedang membangun koneksi untuk bahasa. Dekat wajah Anda dengannya saat berbicara agar dia bisa memerhatikan gerakan bibir Ibu. Ketika dia berbisik dan mengoceh, menunjukkan kegembiraan! Ini akan sering membuat dia bicara. Bermain game seperti "Cilukbaa", permainan ini mengajarkan memberi dan menerima ucapan orang lain. Berbicara padanya sepanjang hari seperti saat Anda makan, mandi, atau mengganti popoknya. Bicara tentang apa yang Anda lakukan: "Sekarang kita memakai kaos merah" atau "Mari kita mencuci tanga". Ingat, balita mendengar suara dari kata-kata, pesan kata dikirim ke otaknya, bahkan sebelum ia belajar apa arti tiap kata.
Berbicara dengan Balita Anda
Anda tidak perlu memiliki kosakata besar ketika berbicara dengan balita. Semua kata-kata Anda adalah baru baginya! Dia dapat belajar kata-kata baru karena ia mendengar Anda bercerita, membaca, dan ketika Anda bermain dengan dia. Balita senang untuk mengulang kata-kata berulang-ulang! Balita Anda mungkin akan mulai berbicara dalam satu atau dua kata frasa, seperti "ayam enak". Anda dapat membantu dengan memberinya kata-kata untuk digunakan. "Sini cangkir Dede? Maujus rasanya lezat?"
Berikan anak Anda kata-kata yang ia butuhkan saat ia sedang mencoba untuk memberitahu Anda perasaannya. Jika dia marah, biarkan dia tahu Anda mengerti, bahkan jika Anda tidak dapat melakukan apa yang dia inginkan. "Dede, hari ini kita haru s pergi ke ..., kita pergi ke komidi putar hari sabtu saja!" Berbicara tentang perasaan membantu balita Anda belajar untuk menangani emosinya.
Berbicara dengan anak prasekolah Anda
Berbicara dan mendengarkan anak Anda sebanyak mungkin. Pikirkan cara berbeda untuk mengatakan hal-hal. Misalnya, dalam berbicara tentang hari, gunakan kata-kata seperti basah, mendung, gerimis. Ini membantu anak Anda belajar kata-kata baru. Tampilkan anak Anda bagaimana menjadi pendengar yang baik selama ini, percakapan dengan cara Anda mendengarkan apa yang dikatakannya. Menggambarkan apa yang Anda lihat dan mengajukan pertanyaan yang akan mendapatkan dia untuk berbicara dengan Anda. Berikut adalah beberapa contoh:
  1. "Lihat semua batu di bawah pohon. Kita kumpulkan beberapa? Dimana kita letakkan?"
  2. "Ketika kakakmu akan keluar dari sekolah. Dimana kita harus menunggu dia?"
  3. "Kamu membuat banyak gambar hari ini. Ceritakan gambarmu."
Ajarkan anak Anda beberapa sajak atau puisi. Anak-anak prasekolah suka bermain dengan kata-kata dan sajak. Anak-anak yang bisa bermain dengan bahasa mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk membaca. Di sini adalah beberapa saran. Untuk belajar bahasa, anak Anda perlu mendengar dengan baik. Tanyakan dokter untuk memeriksa telinga anak Anda untuk melihat apakah ada sesuatu, seperti sebagai infeksi telinga, menjaga dirinya dari pendengaran. Terlalu banyak telinga. Infeksi dapat menyebabkan beberapa keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Pastikan untuk memberitahu dokter Anda tahu jika:
  1. Bayi Anda tidak menoleh ke arah suara Anda atau belum mengoceh suara oleh enam bulan, atau
  2. Anak Anda tidak mengatakan kata-kata pada usia dua tahun.
mengajar batita bicara melebihi burung beo
thumbnail

Gaya Bicara Orangtua Menasihati Anak Remaja Tentang Internet

Interaksi Orangtua dan Anak dalam Menghadapi Dampak Internet
Anak remaja memiliki banyak pertanyaan saat masa pencarian identitas diri. Anak Anda akan mulai bertanya dan ingin mengenal lebih jauh mengenai rokok, kekerasan, minuman keras/alkohol, rasa cinta kepada lawan jenis, seks dan lain sebagainya. Sangat penting bagi orangtua untuk mendapatkan kepercayaan anak saat perubahan ini terjadi.
nasihat orangtua
Bagaimanakah cara orangtua menyikapi perubahan pada anak remaja. Apa saja yang sebaiknya orangtua lakukan untuk membantu anak-anak mereka melewati masa transisi ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua di sebuah SMA bahwa 20 dari 30 orangtua yang memberikan kebebesan kepada anak untuk bergaul sesuai dengan keinginan anak, memberikan kebebesan kepada anak untuk menggunakan internet, menyerahkan kepada anak tanpa memberikan pengawasan.
Orangtua sebagai sumber informasi utama
Orangtua sebaiknya adalah orang pertama yang menjadi tempat anak untuk bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pubertas. Orangtua harus siap menerima bahwa anak telah melewati masa kanak-kanak, dan saat ini sudah memasuki masa puber, selanjutnya siap memasuki gerbang masa kedewasaan. Siapkan diri dengan informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pubertas yang diperlukan oleh anak. Informasi bisa diberikan dengan cara menceritakan ke anak pengalaman-pengalaman pribadi dan membelikan bukubuku yang berkaitan dengan puber untuk anak remaja Anda.
Jangan merasa sungkan menjawab pertanyaan anak mengenai sesuatu hal yang terkesan tabu untuk dibicarakan, misalnya, pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah seksual. Anak remaja yang masih labil saat ini membutuhkan petunjuk dan nasihat dari orangtua mengenai hal tersebut. Semakin bertambah usia anak, semakin besar pula rasa keingintahuannya. Selain itu juga karena anak remaja pada umumnya belum memikirkan dengan serius resiko atau konsekuensi tindakan yang dilakukan, serta belum bisa membedakan dengan baik antara cinta dan seks. Cinta adalah emosi yang dilandasi oleh rasa ketertarikan dan kasih sayang. Cinta terkadang sulit dijelaskan dengan kata-kata, dan cinta bukan berarti seks. Seks adalah ekspresi rasa cinta dan kasih sayang dalam sebuah pernikahan (bukan diluar pernikahan).
Jelaskan kepada anak pentingnya menghargai dan menjaga kehormatan dirinya. Hubungan seks adalah sebuah hal suci yang dilakukan antara dua orang yang saling mencintai pada saat yang tepat, yakni setelah memasuki lembaga perkawinan. Tentunya kenakalan remaja bisa dicegah bila orangtua menyampaikan informasi yang tepat dan mudah dicerna oleh anak. Dengan berbekal panduan yang logis dari orangtua maka niscaya anak akan terhindar dari godaan yang dapat menghancurkan masa depannya. Mendapatkan penjelasan dari orang terpercaya, dalam hal ini orangtua, tentu akan lebih baik bagi anak dibandingkan jawaban dari teman-teman sebayanya atau informasi bebas di internet.
Pendidikan nilai agama dan moral sangat diperlukan
Sangat penting bagi anak remaja untuk memiliki benteng pertahanan berupa nilai/moral sebagai kontrol diri yang diperlukan bagi kehidupannya. Dengan begitu, anak dapat menahan diri untuk tidak terjerumus melakukan halhal yang tidak baik karena sudah mengetahui norma dan batasan dalam bergaul, juga mengetahui efek buruknya, baik dinilai dari segi kesehatan maupun rohani. Penanaman nilai-nilai agama yang kuat disertai juga beragam nilai-nilai moral dan norma yang berlaku di masyarakat diharapkan akan mampu menjadi benteng utama pertahanan anak terhadap berbagai macam pengaruh buruk dari luar, kapan dan dimana pun ia berada meskipun tidak berada di dekat orangtuanya.
Komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak
Biasanya kebanyakan orangtua memiliki rasa khawatir dengan perkembangan anak remaja, terutama bila melihat perkembangan jaman saat ini. Jagalah komunikasi dengan anak remaja agar selalu harmonis sehingga ia terarah dengan baik. Komunikasi harus dilakukan dua arah, bukan sebagai orangtua, hanya memberi perintah dan nasihat saja. Tapi berikanlah kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapat dan menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang ingin diketahuinya.
Pada usia puber, anak remaja cenderung memilih untuk mencurahkan isi hatinya dengan teman sebaya dibandingkan dengan orangtua mereka sendiri. Sebagai orangtua ada kalanya perlu bersikap tegas kepada anak dan ada kalanya juga perlu bersikap seperti sahabat bagi anak dengan menjadi pendengar yang baik ketika anak menyampaikan masalahnya. Cobalah untuk memahami isi hati dan perasaan anak dengan cara banyak meluangkan waktu bersama anak. Pembicaraan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan terkesan santai seperti saat berbelanja atau makan siang bersama dengan anak. Orangtua harus peka terhadap isu sensitif yang sedang dihadapi anak. Bila hal yang ingin dibicarakan adalah kehidupan cinta pribadi anak, maka orangtua bisa memilih untuk membicarakan masalah tersebut di kamarnya, bukan di tempat umum. Yang terpenting adalah anak remaja menyerap dengan baik pesan penting berupa nilai dan norma kehidupan yang diperlukan anak agar ia siap menghadapi tantangan di kehidupannya. Bila orangtua mau terbuka dengan anak membicarakan apa saja, maka ketika anak merasa bingung dan butuh teman bicara, ia akan berpaling ke orangtua untuk mendapatkan arahan, bukan ke tempat-tempat lainnya yang belum tentu bisa memberikan pengaruh baik ke anak.
Anak harus selalu menghormati orangtua
Di usia ini terkadang anak-anak yang sudah melewati masa puber merasa bahwa diri mereka bukan anak kecil lagi, tidak suka diatur dan tidak memerlukan orangtua mereka. Percakapan dengan orangtua pada sebagian remaja sekarang hanya terkesan basa basi saja dan rumah diperlakukan seperti hotel (hanya untuk tempat menginap, makan dan minum). Remaja lebih senang menghabiskan waktunya bermain seharian bersama teman di luar rumah, melakukan percakapan atau sibuk mengirim pesan singkat lewat telepon genggam dan mengunci diri di kamar tidur. Sebagai orangtua harus tegas dan meminta anak untuk tetap menghormati orangtua. Hak dan kewajiban anak untuk membantu orangtua tidak berubah dan jangan biarkan anak berani berkata atau melakukan tindakan kasar kepada orangtua. Ketidakstabilan emosi pada diri remaja merupakan hal wajar sebagai bagian proses pendewasaan diri. Anak menjadi lebih sering menentang perkataan orangtua dikarenakan kegalauan dan pertentangan dalam dirinya. Dalam hal ini, pengertian dan kesabaran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak mengatasi ketidakstabilan emosinya.
Memberikan Pilihan dan Dukungan pada Anak
Bila anak berubah menjadi remaja yang menutup diri sesudah menginjak usia puber, ajaklah ia untuk berbicara terbuka mengenai masalah yang dihadapinya. Beberapa kemungkinan masalah yang terjadi adalah anak remaja terkena depresi karena putus cinta, mendapatkan kekerasan fisik dari teman sebaya atau merasa minder karena bentuk tubuhnya. Yakinkan anak bahwa apapun yang terjadi dengannya orangtua akan selalu menyayangi, mencintai, memberikan perlindungan dan menerima anak apa adanya. Sebaiknya orangtua tidak mendikte anak mengenai apa yang harus dilakukan dalam hidupnya. Tugas orangtua memang bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya sebaik mungkin. Tapi dengan mengatakan apa yang harus mereka lakukan maka orangtua akan mengambil kesempatan anak untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang tangguh, matang, percaya diri dan dewasa dalam berpikir.
Memberi Anak Privasi atau Keleluasaan Pribadi
Ada beberapa orangtua yang bersikap terlalu protektif terhadap anak remaja mereka misalnya saja selalu ikut mendengarkan percakapan anak dengan teman di telepon. Atau kasus lain orangtua yang suka menggeledah kamar anak karena anak lebih suka menyendiri atau menutup diri di kamar. Tindakan seperti memata-matai anak akan menyebabkan anak merasa orangtua tidak menaruh kepercayaan kepadanya. Tentu sebagai orangtua perlu menetapkan batasan bagi anak untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang tidak baik. Ingat bahwa orangtua adalah orang dewasa, orangtua yang memiliki kendali terhadap situasi yang terjadi tapi jangan lupakan hak anak juga untuk mendapatkan privasi.
Membangun Komunikasi yang Baik dengan anak
Anak-anak membutuhkan figur dalam masa pertumbuhan mereka. Maka dari itu, orangtua haruslah bertindak sebagai cermin bagi anak-anak.Dan komunikasi yang baik akan menjadi perantara serta menjembatani kepentingan dan kemauan diantara keduanya. Komunikasi adalah cara untuk membangun ikatan yang kuat dengan orang-orang di sekitar kita, termasuk anak-anak kita. Dengan adanya komunikasi, kita juga bisa belajar memahami apa yang mereka perlukan dan atau inginkan. Komunikasi bisa disampaikan secara verbal dan non-verbal. Komunikasi non-verbal bisa mencakup semua jenis ekspresi emosional, tindakan, bahasa tubuh, dan kata-kata yang berarti.Dengan membentuk komunikasi yang baik, diharapkan mereka juga akhirnya dapat mengungkapkan pikiran dengan cara yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa tips untuk berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak kita.
Kasih sayang dan perhatian
Sebagai orangtua, kita harus memprioritaskan bahwa kebutuhan anak atas perhatian dan kasih sayang, adalah modal utama untuk "kesehatan" jiwa mereka dalam pertumbuhannya. Dan sebaliknya, jika kita mengabaikan hal tersebut, maka hal ini akan sangat memicu kebencian dalam hati si anak, sehingga mereka tidak akan membuka diri untuk berkomunikasi.
Meluangkan waktu untuk anak
Anak-anak sangat suka bermain. Mereka juga banyak belajar lewat berbagai permainan tersebut. maka tak ada salahnya bagi orangtua untuk bermain di lantai dengan anak-anak setidaknya selama 20 menit. Dengan banyak meluangkan waktu bersama mereka, paling tidak tiga kali sehari, akan membuatnya tertarik. Dan pada akhirnya mereka akan mulai membuka diri untuk berkomunikasi.
Menjadi pendengar yang baik
Terkadang kita sebagai orangtua, kita merasa lebih banyak tahu tentang berbagi hal dari pada anak-anak kita. Selanjutnya, secara tidak sadar orangtua lalu memaksakan diri untuk memberi nasehat tentang ini dan itu. Padahal, anakanak punya banyak hal untuk dibicarakan. Dan sebenarnya yang mereka inginkan adalah seorang pendengar yang menarik sehingga mereka dapat mencurahkan semua hal dalam hati kecil mereka.Dan jika akhirnya orangtua memang harus memberikan nasehat, maka orangtua harus memilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya, tentu saja setelah melalui proses banyak mendengar tentang apa yang dirasakan oleh putra-putri mereka tersebut. Komunikasi seperti ini sangatlah penting, karena kedekatan antara orangtua bisa dimulai dari sini.
Melibatkan diri dengan anak-anak
Memang tanggung-jawab menjadi orangtua tidaklah ringan. Terkadang hal tersebut sudah sangat menyita waktu serta pikiran kita. Namun sebagai orangtua, kita tidak boleh mengabaikan kepentingan anak-anak kita, karena merekalah investasi sebenarnya bagi kita di masa depan. Menunjukkan kepada mereka bahwa kita terlibat dan tahu tentang dunianya, adalah langkah efektif untuk memulai komunikasi. Tentu saja, dalam melakukan hal tersebut, orangtua harus melihat dari perspektif seorang anak.
Dorong mereka untuk bicara
Setelah pendekatan untuk masuk ke dalam diri anak berhasil, selanjutnya doronglah mereka untuk bicara. Orangtua harus menghindari dalam buru-buru menunjukkan sifat dominan saat anak berbicara dengan anak-anak, karena hal tersebut bisa memutus akses untuk anak mau berbicara lebih banyak. Orangtua bisa memulai dengan mengajukan pertanyaan sederhana yang akan dinikmati anak saat menjawab. Selain lewat verbal, orangtua juga dapat memberikan bantuan komunikasi melalui beberapa hal visual. tunjukkan gambar, atau video terkait dengan minat mereka seperti pada permainan, hewan, dan lain sebagainya.
Jaga ekspresi
Ketika memulai komunikasi dengan anak, orangtua harus menghindari kesan serius menghindari kesan serius pada wajah dan pada nada suara. Mencoba untuk tetap tersenyum dan menunjukkan keceriaan akan membuat mereka lebih merasa nyaman. Jika orangtua mudah terlihat marah dan kecewa, serta berkomunikasi dengan nada buruk atau terlihat saat berbicara, maka komunikasi non-verbal yaitu ekspresi wajah tersebut akan mengirimkan pesan negatif kepada anak.
Mereka adalah kita
Terkadang ketika orangtua mengingat kembali masa-masa kecil mereka, termasuk juga hal-hal yang menyakiti atau membahagiakan, akan menjembatani kesenjangan komunikasi para orangtua dengan anak-anak mereka sekarang. Dengan melakukan hal tersebut, para orangtua bisa mendapat sebuah cara baru untuk bagaimana bersikap dan berkomunikasi yang tepat dengan anak-anak mereka.