kumpulan soal matematika fisika kimia bentuk molekul senyawa kimia huruf V T linear oktahedral tetrahedral terdistorsi segitiga datar bipiramida piramida perubahan entalpi pembentukan pembakaran penguraian standar termokimia kalor jenis tetapan ionisasi asam basa lemah kuat garam laju reaksi

thumbnail

Gaya Bicara Orangtua Menasihati Anak Remaja Tentang Internet

Payment Methods
Klik whatsapp, kirim soal, bayar, soal diproses sebentar, jawaban pakai cara diterima. Rp4500/pg, Rp6000/esai, Rp4000/cabang, pulsa +1000/soal
Soal Kimia: hidrolisis garam kesetimbangan kimia larutan penyangga
Soal Fisika: angka penting dimensi besaran elastisitas pegas jangka mikrometer
Soal Matematika: barisan ii limit ii
Interaksi Orangtua dan Anak dalam Menghadapi Dampak Internet
Anak remaja memiliki banyak pertanyaan saat masa pencarian identitas diri. Anak Anda akan mulai bertanya dan ingin mengenal lebih jauh mengenai rokok, kekerasan, minuman keras/alkohol, rasa cinta kepada lawan jenis, seks dan lain sebagainya. Sangat penting bagi orangtua untuk mendapatkan kepercayaan anak saat perubahan ini terjadi.
nasihat orangtua
Bagaimanakah cara orangtua menyikapi perubahan pada anak remaja. Apa saja yang sebaiknya orangtua lakukan untuk membantu anak-anak mereka melewati masa transisi ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua di sebuah SMA bahwa 20 dari 30 orangtua yang memberikan kebebesan kepada anak untuk bergaul sesuai dengan keinginan anak, memberikan kebebesan kepada anak untuk menggunakan internet, menyerahkan kepada anak tanpa memberikan pengawasan.
Orangtua sebagai sumber informasi utama
Orangtua sebaiknya adalah orang pertama yang menjadi tempat anak untuk bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pubertas. Orangtua harus siap menerima bahwa anak telah melewati masa kanak-kanak, dan saat ini sudah memasuki masa puber, selanjutnya siap memasuki gerbang masa kedewasaan. Siapkan diri dengan informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pubertas yang diperlukan oleh anak. Informasi bisa diberikan dengan cara menceritakan ke anak pengalaman-pengalaman pribadi dan membelikan bukubuku yang berkaitan dengan puber untuk anak remaja Anda.
Jangan merasa sungkan menjawab pertanyaan anak mengenai sesuatu hal yang terkesan tabu untuk dibicarakan, misalnya, pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah seksual. Anak remaja yang masih labil saat ini membutuhkan petunjuk dan nasihat dari orangtua mengenai hal tersebut. Semakin bertambah usia anak, semakin besar pula rasa keingintahuannya. Selain itu juga karena anak remaja pada umumnya belum memikirkan dengan serius resiko atau konsekuensi tindakan yang dilakukan, serta belum bisa membedakan dengan baik antara cinta dan seks. Cinta adalah emosi yang dilandasi oleh rasa ketertarikan dan kasih sayang. Cinta terkadang sulit dijelaskan dengan kata-kata, dan cinta bukan berarti seks. Seks adalah ekspresi rasa cinta dan kasih sayang dalam sebuah pernikahan (bukan diluar pernikahan).
Jelaskan kepada anak pentingnya menghargai dan menjaga kehormatan dirinya. Hubungan seks adalah sebuah hal suci yang dilakukan antara dua orang yang saling mencintai pada saat yang tepat, yakni setelah memasuki lembaga perkawinan. Tentunya kenakalan remaja bisa dicegah bila orangtua menyampaikan informasi yang tepat dan mudah dicerna oleh anak. Dengan berbekal panduan yang logis dari orangtua maka niscaya anak akan terhindar dari godaan yang dapat menghancurkan masa depannya. Mendapatkan penjelasan dari orang terpercaya, dalam hal ini orangtua, tentu akan lebih baik bagi anak dibandingkan jawaban dari teman-teman sebayanya atau informasi bebas di internet.
Pendidikan nilai agama dan moral sangat diperlukan
Sangat penting bagi anak remaja untuk memiliki benteng pertahanan berupa nilai/moral sebagai kontrol diri yang diperlukan bagi kehidupannya. Dengan begitu, anak dapat menahan diri untuk tidak terjerumus melakukan halhal yang tidak baik karena sudah mengetahui norma dan batasan dalam bergaul, juga mengetahui efek buruknya, baik dinilai dari segi kesehatan maupun rohani. Penanaman nilai-nilai agama yang kuat disertai juga beragam nilai-nilai moral dan norma yang berlaku di masyarakat diharapkan akan mampu menjadi benteng utama pertahanan anak terhadap berbagai macam pengaruh buruk dari luar, kapan dan dimana pun ia berada meskipun tidak berada di dekat orangtuanya.
Komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak
Biasanya kebanyakan orangtua memiliki rasa khawatir dengan perkembangan anak remaja, terutama bila melihat perkembangan jaman saat ini. Jagalah komunikasi dengan anak remaja agar selalu harmonis sehingga ia terarah dengan baik. Komunikasi harus dilakukan dua arah, bukan sebagai orangtua, hanya memberi perintah dan nasihat saja. Tapi berikanlah kesempatan bagi anak untuk mengemukakan pendapat dan menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang ingin diketahuinya.
Pada usia puber, anak remaja cenderung memilih untuk mencurahkan isi hatinya dengan teman sebaya dibandingkan dengan orangtua mereka sendiri. Sebagai orangtua ada kalanya perlu bersikap tegas kepada anak dan ada kalanya juga perlu bersikap seperti sahabat bagi anak dengan menjadi pendengar yang baik ketika anak menyampaikan masalahnya. Cobalah untuk memahami isi hati dan perasaan anak dengan cara banyak meluangkan waktu bersama anak. Pembicaraan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan terkesan santai seperti saat berbelanja atau makan siang bersama dengan anak. Orangtua harus peka terhadap isu sensitif yang sedang dihadapi anak. Bila hal yang ingin dibicarakan adalah kehidupan cinta pribadi anak, maka orangtua bisa memilih untuk membicarakan masalah tersebut di kamarnya, bukan di tempat umum. Yang terpenting adalah anak remaja menyerap dengan baik pesan penting berupa nilai dan norma kehidupan yang diperlukan anak agar ia siap menghadapi tantangan di kehidupannya. Bila orangtua mau terbuka dengan anak membicarakan apa saja, maka ketika anak merasa bingung dan butuh teman bicara, ia akan berpaling ke orangtua untuk mendapatkan arahan, bukan ke tempat-tempat lainnya yang belum tentu bisa memberikan pengaruh baik ke anak.
Anak harus selalu menghormati orangtua
Di usia ini terkadang anak-anak yang sudah melewati masa puber merasa bahwa diri mereka bukan anak kecil lagi, tidak suka diatur dan tidak memerlukan orangtua mereka. Percakapan dengan orangtua pada sebagian remaja sekarang hanya terkesan basa basi saja dan rumah diperlakukan seperti hotel (hanya untuk tempat menginap, makan dan minum). Remaja lebih senang menghabiskan waktunya bermain seharian bersama teman di luar rumah, melakukan percakapan atau sibuk mengirim pesan singkat lewat telepon genggam dan mengunci diri di kamar tidur. Sebagai orangtua harus tegas dan meminta anak untuk tetap menghormati orangtua. Hak dan kewajiban anak untuk membantu orangtua tidak berubah dan jangan biarkan anak berani berkata atau melakukan tindakan kasar kepada orangtua. Ketidakstabilan emosi pada diri remaja merupakan hal wajar sebagai bagian proses pendewasaan diri. Anak menjadi lebih sering menentang perkataan orangtua dikarenakan kegalauan dan pertentangan dalam dirinya. Dalam hal ini, pengertian dan kesabaran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak mengatasi ketidakstabilan emosinya.
Memberikan Pilihan dan Dukungan pada Anak
Bila anak berubah menjadi remaja yang menutup diri sesudah menginjak usia puber, ajaklah ia untuk berbicara terbuka mengenai masalah yang dihadapinya. Beberapa kemungkinan masalah yang terjadi adalah anak remaja terkena depresi karena putus cinta, mendapatkan kekerasan fisik dari teman sebaya atau merasa minder karena bentuk tubuhnya. Yakinkan anak bahwa apapun yang terjadi dengannya orangtua akan selalu menyayangi, mencintai, memberikan perlindungan dan menerima anak apa adanya. Sebaiknya orangtua tidak mendikte anak mengenai apa yang harus dilakukan dalam hidupnya. Tugas orangtua memang bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya sebaik mungkin. Tapi dengan mengatakan apa yang harus mereka lakukan maka orangtua akan mengambil kesempatan anak untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang tangguh, matang, percaya diri dan dewasa dalam berpikir.
Memberi Anak Privasi atau Keleluasaan Pribadi
Ada beberapa orangtua yang bersikap terlalu protektif terhadap anak remaja mereka misalnya saja selalu ikut mendengarkan percakapan anak dengan teman di telepon. Atau kasus lain orangtua yang suka menggeledah kamar anak karena anak lebih suka menyendiri atau menutup diri di kamar. Tindakan seperti memata-matai anak akan menyebabkan anak merasa orangtua tidak menaruh kepercayaan kepadanya. Tentu sebagai orangtua perlu menetapkan batasan bagi anak untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang tidak baik. Ingat bahwa orangtua adalah orang dewasa, orangtua yang memiliki kendali terhadap situasi yang terjadi tapi jangan lupakan hak anak juga untuk mendapatkan privasi.
Membangun Komunikasi yang Baik dengan anak
Anak-anak membutuhkan figur dalam masa pertumbuhan mereka. Maka dari itu, orangtua haruslah bertindak sebagai cermin bagi anak-anak.Dan komunikasi yang baik akan menjadi perantara serta menjembatani kepentingan dan kemauan diantara keduanya. Komunikasi adalah cara untuk membangun ikatan yang kuat dengan orang-orang di sekitar kita, termasuk anak-anak kita. Dengan adanya komunikasi, kita juga bisa belajar memahami apa yang mereka perlukan dan atau inginkan. Komunikasi bisa disampaikan secara verbal dan non-verbal. Komunikasi non-verbal bisa mencakup semua jenis ekspresi emosional, tindakan, bahasa tubuh, dan kata-kata yang berarti.Dengan membentuk komunikasi yang baik, diharapkan mereka juga akhirnya dapat mengungkapkan pikiran dengan cara yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa tips untuk berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak kita.
Kasih sayang dan perhatian
Sebagai orangtua, kita harus memprioritaskan bahwa kebutuhan anak atas perhatian dan kasih sayang, adalah modal utama untuk "kesehatan" jiwa mereka dalam pertumbuhannya. Dan sebaliknya, jika kita mengabaikan hal tersebut, maka hal ini akan sangat memicu kebencian dalam hati si anak, sehingga mereka tidak akan membuka diri untuk berkomunikasi.
Meluangkan waktu untuk anak
Anak-anak sangat suka bermain. Mereka juga banyak belajar lewat berbagai permainan tersebut. maka tak ada salahnya bagi orangtua untuk bermain di lantai dengan anak-anak setidaknya selama 20 menit. Dengan banyak meluangkan waktu bersama mereka, paling tidak tiga kali sehari, akan membuatnya tertarik. Dan pada akhirnya mereka akan mulai membuka diri untuk berkomunikasi.
Menjadi pendengar yang baik
Terkadang kita sebagai orangtua, kita merasa lebih banyak tahu tentang berbagi hal dari pada anak-anak kita. Selanjutnya, secara tidak sadar orangtua lalu memaksakan diri untuk memberi nasehat tentang ini dan itu. Padahal, anakanak punya banyak hal untuk dibicarakan. Dan sebenarnya yang mereka inginkan adalah seorang pendengar yang menarik sehingga mereka dapat mencurahkan semua hal dalam hati kecil mereka.Dan jika akhirnya orangtua memang harus memberikan nasehat, maka orangtua harus memilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya, tentu saja setelah melalui proses banyak mendengar tentang apa yang dirasakan oleh putra-putri mereka tersebut. Komunikasi seperti ini sangatlah penting, karena kedekatan antara orangtua bisa dimulai dari sini.
Melibatkan diri dengan anak-anak
Memang tanggung-jawab menjadi orangtua tidaklah ringan. Terkadang hal tersebut sudah sangat menyita waktu serta pikiran kita. Namun sebagai orangtua, kita tidak boleh mengabaikan kepentingan anak-anak kita, karena merekalah investasi sebenarnya bagi kita di masa depan. Menunjukkan kepada mereka bahwa kita terlibat dan tahu tentang dunianya, adalah langkah efektif untuk memulai komunikasi. Tentu saja, dalam melakukan hal tersebut, orangtua harus melihat dari perspektif seorang anak.
Dorong mereka untuk bicara
Setelah pendekatan untuk masuk ke dalam diri anak berhasil, selanjutnya doronglah mereka untuk bicara. Orangtua harus menghindari dalam buru-buru menunjukkan sifat dominan saat anak berbicara dengan anak-anak, karena hal tersebut bisa memutus akses untuk anak mau berbicara lebih banyak. Orangtua bisa memulai dengan mengajukan pertanyaan sederhana yang akan dinikmati anak saat menjawab. Selain lewat verbal, orangtua juga dapat memberikan bantuan komunikasi melalui beberapa hal visual. tunjukkan gambar, atau video terkait dengan minat mereka seperti pada permainan, hewan, dan lain sebagainya.
Jaga ekspresi
Ketika memulai komunikasi dengan anak, orangtua harus menghindari kesan serius menghindari kesan serius pada wajah dan pada nada suara. Mencoba untuk tetap tersenyum dan menunjukkan keceriaan akan membuat mereka lebih merasa nyaman. Jika orangtua mudah terlihat marah dan kecewa, serta berkomunikasi dengan nada buruk atau terlihat saat berbicara, maka komunikasi non-verbal yaitu ekspresi wajah tersebut akan mengirimkan pesan negatif kepada anak.
Mereka adalah kita
Terkadang ketika orangtua mengingat kembali masa-masa kecil mereka, termasuk juga hal-hal yang menyakiti atau membahagiakan, akan menjembatani kesenjangan komunikasi para orangtua dengan anak-anak mereka sekarang. Dengan melakukan hal tersebut, para orangtua bisa mendapat sebuah cara baru untuk bagaimana bersikap dan berkomunikasi yang tepat dengan anak-anak mereka.

Masukkan Email

Dapatkan berita soal baru via Email