Bisa matematika/fisika/kimia? ayo daftar kami cari 197 tutor Di Jakarta Bekasi Tambun Cikarang
Diperbarui! Cari soal bahas berbeda meliputi matematika limit, euler, fisika angka penting, dimensi besaran, kalor, elastisitas pegas, kimia asam basa, bentuk molekul, termokimia entalpi, hidrolisis garam, kesetimbangan, larutan penyangga buffer, ikatan kimia, laju reaksi. Klik atau ketik:
www.ke-1.com www.soalpg.com www.soalbahas.com
Kirim soal matematika fisika kimia mu.

soal@gupak.com
atau klik premiumPREMIUM
Pakar Psikologi Peaget membagi tahap sensori motor menjadi empat yaitu:
perkembangan bayi setahun
Tahap refleksi atau reflextive stage (lahir-usia 1 bulan). Pada tahap ini gerak refleks sangat dominan. Anak secara reflek memberi respon terhadap rangsang tertentu. Ia akan menangis bila lapar, pakaiannya basah atau merasa haus. Ia juga akan menangis kalau kedinginan atau kepanasan. Jadi refleks permulaan ini sangat penting untuk mempertahankan hidup (survival). Pada usia satu bulan apakah bayi Anda ...
Ciri Bayi Normal Saat Dilahirkan
  1. Melihat dirimu?
  2. Mengangkat kepalanya selama beberapa detik ketika berbaring di perutnya?
  3. Suara Pemberitahuan? Mengejutkan dengan suara keras?
  4. Mengedipkan mata di lampu terang?
Reaksi sirkuler primer atau primary circular reation (usia 1-4 bulan). Tahap ini disebut demikian karena dua hal: anak melakukan gerak refleks terhadap anggota badannya (primary) dan anak mengulang gerak tersebut (circular). Sebagai contoh, anak secara tidak sengaja memasukan jempol tangannya ke mulut. Hal ini kemudian diulanginya sampai menjadi perilaku. Pada usia tiga bulan apakah bayi Anda ...
  1. Tahu wajah Anda?
  2. Senyum ketika Anda tersenyum?
  3. Mengikuti benda dengan matanya?
  4. Menahan kepalanya dengan mantap?
  5. "Coo", gelegak, tertawa, dan menjerit?
  6. Membuka dan menutup tangannya?
  7. Menahan jari Anda?
  8. Menendang-nendang kakinya?
Reaksi sirkuler sekunder atau secondary circuler reaction (usia 4-8 bulan). Anak usia 4-8 bulan mulai menaruh perhatian tidak sengaja pada anggota badannya, tetapi ia juga menaruh perhatian terhadap benda-benda di sekelilingnya (secondary). Ia mulai memperhatikan wajah ibunya, suara ibunya, dan memperhatikan botol susu. Ia juga mulai memegang benda-benda yang ada di sekelilingnya. Pada usia tiga bulan apakah bayi Anda ...
  1. Suka melihat wajah-wajah orang?
  2. Senyum ketika ia mendengar suara Anda? Kapan dia melihat seseorang yang dia tahu? Ketika dia ingin bermain dengan Anda? Kapan dia melihat dirinya di cermin?
  3. Membuat suara nyanyian dan meniru suara?
  4. Putar kepala untuk melihat ke mana suara berasal?
  5. Membuat suara selama dia bermain sendiri?
  6. Senang mendengarkan musik, irama, suara, dan mainan yang membuat suara?
  7. Kenali suara dia mendengar banyak? Mencari Anda ketika ia mendengar suara Anda? Perhatikan saat ia mendengar suara aneh?
  8. Nikmati permainan seperti mengintip cilukba?
  9. Menekan tangan ke perutnya?
  10. Tarik dirinya ke posisi duduk jika Anda memegang tangannya?
  11. Berguling-dari depan ke belakang dan kembali ke depan?
  12. Menekan ke bawah kakinya dan mendukung berat badannya ketika Anda menahannya?
  13. Letakkan tangannya dan hal-hal lain! ke dalam mulutnya?
  14. Mencapai hal dengan satu atau kedua tangan?
  15. Ambil dan mengkocok mainan kecil?
  16. Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain?
Melatih Kemampuan Bayi Sampai Usia 6 Bulan & Konsultasi ke Dokter Bila Kurang Normal
Coordination of secondary schemata (8-12 bulan). Anak usia ini mulai menggunakan memori hasil pengalaman sebelumnya untuk mereaksi suatu rangsang. Hal ini tentu dimulai dari rangsang yang sama atau pernah dikenalnya. Ia mulai memperhatikan perilaku orang lain dan belajar menirukannya. Misalnya, ia melambaikan tangan jika orang lain melambaikan tangan kepadanya, ia juga mulai senang diajak bermain.
Bagaimana bayi berjuang hidup?
Perkembangan Balita Sampai Pra SD
  1. Belajar makanan keras, misalnya mulai dengan susu, susu beras, nasi, dan seterusnya.
  2. Belajar berdiri dan berjalan, misalnya mulai dengan berpegang pada tembok atau sandaran kursi.
  3. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu, ayah dan namanama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
  4. Belajar mengendalikan pengeluaran-pengeluaran benda atau buangan benda dari tubuhnya, misalnya mulai dengan meludah, membuang ingus dan seterusnya.
  5. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan dan bersopan santun seksual.
  6. Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti mulai siap mengenal huruf, suku kata dan kata-kata tertulis.
  7. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ayah, saudara kandung dan orang-orang di sekitarnya.
  8. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dan yang buruk juga antara halhal yang benar dan salah serta membentuk kata hati (hati nurani).