Bisa matematika/fisika/kimia? ayo daftar kami cari 197 tutor Di Jakarta Bekasi Tambun Cikarang
Diperbarui! Cari soal bahas berbeda meliputi matematika limit, euler, fisika angka penting, dimensi besaran, kalor, elastisitas pegas, kimia asam basa, bentuk molekul, termokimia entalpi, hidrolisis garam, kesetimbangan, larutan penyangga buffer, ikatan kimia, laju reaksi. Klik atau ketik:
www.ke-1.com www.soalpg.com www.soalbahas.com
Kirim soal matematika fisika kimia mu.

soal@gupak.com
atau klik premiumPREMIUM
Perkembangan yang dialami anak dapat dilihat dari beberapa segi:
  1. Perkembangan fisik, pada usia ini cenderung lambat dan relatif seragam sampai terjadi perubahan-perubahan pubertas saat memasuki tahap remaja.
  2. Perkembangan kognisi, Gambaran yang diperoleh anak tetang alam nyata dan hubungan antara benda-benda dan dirinya tidak lagi didasarkan pada pengamatan subjektif, akan tetapi berubah menjadi pengamatan yang objektif.
teman baik anak
Perkembangan Pengamatan
Meuman membagi-bagi pengamatan ke dalam tiga masa:
  1. Masa sintesis fantasi, 7-8 tahun. Dalam masa ini pengamatan anak masih gobal, bagian bagiannya belum tampak jelas.
  2. Masa analisis, 8-12 tahun. Dalam masa ini anak telah mampu membeda-bedakan sifat dan mengenal bagian-bagiannya. Walaupun hubungan antara bagian itu belum tampak seluruhnya.
  3. Masa logis, 12 tahun ke atas. Dalam masa ini anak telah berpikir logis, pengertian dan kesadarannya semakin sempurna.
Adapun William Stern membagi– bagi pengamatan ke dalam empat masa:
  1. Masa mengenal benda: sampai 8 tahun.Pengamatannya masih bersifat global. Disamping gambar global yang samar-samar, ia telah membedakan gambar-gambar tertentu, seperti manusia dan hewan.
  2. Masa mengenal perbuatan: 8-9. Dalam masa ini anak telah memperlihatkan perbuatan manusia dan hewan.
  3. Masa mengenal hubungan: 9-10 tahun. Anak mulai mengenal hubungan antara waktu, tempat dan sebab akibat.
  4. Masa mengenal sifat: 10 tahun keatas. Anak mulai menganalisa pengamatannya sehingga ia mengenal sifat-sifat, benda manusia dan hewan.
Sedangkan menurut Oswald Kroh membaginya menjadi :
  1. Sintesis fantasi: 7-8 tahun.Pengamatan masih dipengaruhi fantasinya
  2. Masa realisme naïf: 8-10 tahun. Semua diterima begitu saja tanpa kecaman atau kritik.
  3. Masa realisme kritis: 10-12 tahun. Anak mulai berpikir kritis. Ia mulai mencapai tingkat berpikir abstrak.
  4. Masa subjektif: 12-14 tahun. Anak berpaling kepada dunianya sendiri. Perhatiannya ditunjukan kepada dunianya sendiri.
Perkembangan Fantasi
  1. Masa dongeng: 4-8 tahun. Anak suka mendengarkan cerita dongengdongeng seperti raja-raja ataupun raksasa.
  2. Masa robinson Cruse: 8-12 tahun. Anak menyukai cerita yang masuk akal dan benar benar terjadi.
  3. Masa pahlawan: 12 -15 tahun. Anak suka membaca buku-buku perjuangan.
Perkembangan Berpikir
Dalam keadaan pertumbuhan yang biasa, pikiran berkembang secara berangsur-angsur, sampai anak mencapai umur delapan sampai dengan 12 tahun, ingatannya menjadi kuat sekali. Biasanya mereka suka menghapal banyak-banyak. Anak mengalami masa belajar. Pada masa belajar ini menambah pengetahuannya, menambah kemampuannya, mencapai kebiasaan-kebiasaan baik.
Perkembangan Sosial
Dijelaskan bahwa antara umur 7-8 tahun anak membentuk persahabatan yang erat dengan kelompok yang sejenis dan mempercayakan temannya sebagai sumber sosial dan pemberi dukungan moral bahkan kelompoknya dijadikan sebagai model tingkah laku dan Social reinforcement. Selama masa 6-12 tahun banyak orang-orang atau lembaga yang telah mempengaruhi sosial anak-anak. Diantara mereka adalah keluarga, teman sebaya, sekolah dan bahkan yang bukan lembaga seperti media termasuk televisi.
Perkembangan Moral
Anak-anak mulai mengetahui adanya peraturan-peraturan walaupun mereka sering tidak konsisten dalam mengikuti aturan-aturan tersebut namun mereka menggunakannya dan mengikutinya secara sadar.
Perkembangan Agama
Pada masa ini perkembangan agama anak ada pada tingkat kenyataan (Realistic stage), dimana konsep-konsep ketuhanan anak sudah mencerminkan konsep-konsep berdasarkan realitas. Sedangkan bentuk dan sifat agamanya adalah:
  1. Anak-anak menerimanya tanpa perenungan 'refleksi'.
  2. Anak menerimanya dengan parameter ego yaitu adanya nilai untuk diri sendiri.
  3. Anak memahami "Konsep kebertuhanan" abstrak dengan mengaitkannya dengan hal-hal yang konkrit.
  4. Perilaku keagamaannya bersifat verbal dan lahiriah tanpa mengetahui makna ultimate meaning.
  5. Perilaku keagamaan anak adalah bersifat meniru atas apa yang diserap dari lingkungannya.
  6. Ketakjuban anak yang menimbulkan rasa gembira terhadap dunia yang baru dibukanya.