thumbnail

Arti Bahasa Bayi Lapar, Kenyang, Kantuk, Lelah, Ingin Bermain!

Bayi tidak memiliki keinginan. Mereka hanya memiliki kebutuhan. Ketika Anda menanggapi bayi Anda, Anda tidak memanjakan dirinya. Anda memberikan apa yang dia perlu untuk tumbuh dan menjadi baik. Bayi Anda tidak bisa bicara, tapi dia memiliki cara untuk membiarkan Anda tahu apa yang dia butuhkan. Ini disebut "Isyarat." Perhatikan bayi Anda. Anda akan segera mulai memahami isyarat dan melihat apa yang dia katakan padamu.
bayi baru lahir
Bayi Anda memberitahu Anda, "Aku lapar,"
Dengan: • Menggantung tangan atau kepalan tangan di dadanya • Mengisap jari-jarinya atau kepalan tangan • Berpaling ke tubuh Anda dengan mulut terbuka • memukul bibirnya • Keluar lidahnya • Membuat suara mengisap • Menangis.
Bayi Anda memberitahu Anda, "Aku kenyang,"
Dengan: • Berpaling • Menutup mulutnya • Tertidur • Merehat tangan dan lengannya.
Bayi Anda memberitahu Anda "Aku lelah," atau "Saya perlu istirahat,"
Dengan: • Memperhatikan sekitar • Mengoceh/cerewet • Menangis • cegukan • Mengernyitkan dahinya, mengerutkan kening • Membuka dan menutup matanya • melengkungkan punggungnya • menggeliat • Menendang • Menarik diri.
Bayi Anda memberitahu Anda "Aku ingin kau," "Aku kesepian," atau "Bermain dengan saya,"
Dengan: • Menghadap ke arah Anda • Melihat wajah Anda dengan cerah, mata lebar • Meraih Anda • Membuat suara lembut • Mengangkat kepalanya • Tersenyum.
Bayi Anda memberitahu Anda, "Aku mengantuk,"
Dengan: • Menjadi lebih tenang, lebih tenang dan kurang aktif • Perlahan-lahan membuka dan menutup matanya • Menguap • Mengisap lebih dan lebih lambat.
Bayi Bukan Minta Dimanja. Namun, Berjuang Hidup!
thumbnail

9 Cara Agar Anak Saleh, Spiritual Bertambah

anak soleh
  1. Orang tua diharapkan mulai membiasakan sholat kepada anak. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan keteladanan orang tua dengan melaksanakan sholat secara berjamaah seluruh anggota keluarga atau dengan memberlakukan peraturan sholat.
  2. Orang tua diharapkan mulai mengajarkan kepada anak bahwa tidak semua yang diminta bisa didapatkan.
  3. Orang tua diharapkan memberikan perhatian secara adil baik kepada anakanaknya sehingga tidak menimbulkan iri hati.
  4. Orang tua diharapkan mendidik kemandirian anaknya dalam hal makan, minum, berhias diri, mencuci piring dan mencuci perlengkapan yang dimilikinya.
  5. Orang tua diharapkan membiasakan anaknya untuk bangun pagi tanpa harus dibangunkan orang lain.
  6. Orang tua diharapkan memberikan keteladanan yang baik dengan bersilaturahmi ke tetangga sekitar sehingga anak bisa mengenal tetangganya.
  7. Orang tua diharapkan membiasakan anaknya untuk berolahraga di rumah.
  8. Orang tua diharapkan mengenalkan kepada anak sikap mengasihi kepada orang lain misalnya mengajak anaknya ke panti asuhan, ke lokasi anak-anak jalanan atau mengajarkan sodaqoh kepada pengemis.
  9. Orang tua diharapkan mendidik anaknya untuk membiasakan berjilbab.
thumbnail

Perkembangan Anak SD Pra Remaja

Perkembangan yang dialami anak dapat dilihat dari beberapa segi:
  1. Perkembangan fisik, pada usia ini cenderung lambat dan relatif seragam sampai terjadi perubahan-perubahan pubertas saat memasuki tahap remaja.
  2. Perkembangan kognisi, Gambaran yang diperoleh anak tetang alam nyata dan hubungan antara benda-benda dan dirinya tidak lagi didasarkan pada pengamatan subjektif, akan tetapi berubah menjadi pengamatan yang objektif.
teman baik anak
Perkembangan Pengamatan
Meuman membagi-bagi pengamatan ke dalam tiga masa:
  1. Masa sintesis fantasi, 7-8 tahun. Dalam masa ini pengamatan anak masih gobal, bagian bagiannya belum tampak jelas.
  2. Masa analisis, 8-12 tahun. Dalam masa ini anak telah mampu membeda-bedakan sifat dan mengenal bagian-bagiannya. Walaupun hubungan antara bagian itu belum tampak seluruhnya.
  3. Masa logis, 12 tahun ke atas. Dalam masa ini anak telah berpikir logis, pengertian dan kesadarannya semakin sempurna.
Adapun William Stern membagi– bagi pengamatan ke dalam empat masa:
  1. Masa mengenal benda: sampai 8 tahun.Pengamatannya masih bersifat global. Disamping gambar global yang samar-samar, ia telah membedakan gambar-gambar tertentu, seperti manusia dan hewan.
  2. Masa mengenal perbuatan: 8-9. Dalam masa ini anak telah memperlihatkan perbuatan manusia dan hewan.
  3. Masa mengenal hubungan: 9-10 tahun. Anak mulai mengenal hubungan antara waktu, tempat dan sebab akibat.
  4. Masa mengenal sifat: 10 tahun keatas. Anak mulai menganalisa pengamatannya sehingga ia mengenal sifat-sifat, benda manusia dan hewan.
Sedangkan menurut Oswald Kroh membaginya menjadi :
  1. Sintesis fantasi: 7-8 tahun.Pengamatan masih dipengaruhi fantasinya
  2. Masa realisme naïf: 8-10 tahun. Semua diterima begitu saja tanpa kecaman atau kritik.
  3. Masa realisme kritis: 10-12 tahun. Anak mulai berpikir kritis. Ia mulai mencapai tingkat berpikir abstrak.
  4. Masa subjektif: 12-14 tahun. Anak berpaling kepada dunianya sendiri. Perhatiannya ditunjukan kepada dunianya sendiri.
Perkembangan Fantasi
  1. Masa dongeng: 4-8 tahun. Anak suka mendengarkan cerita dongengdongeng seperti raja-raja ataupun raksasa.
  2. Masa robinson Cruse: 8-12 tahun. Anak menyukai cerita yang masuk akal dan benar benar terjadi.
  3. Masa pahlawan: 12 -15 tahun. Anak suka membaca buku-buku perjuangan.
Perkembangan Berpikir
Dalam keadaan pertumbuhan yang biasa, pikiran berkembang secara berangsur-angsur, sampai anak mencapai umur delapan sampai dengan 12 tahun, ingatannya menjadi kuat sekali. Biasanya mereka suka menghapal banyak-banyak. Anak mengalami masa belajar. Pada masa belajar ini menambah pengetahuannya, menambah kemampuannya, mencapai kebiasaan-kebiasaan baik.
Perkembangan Sosial
Dijelaskan bahwa antara umur 7-8 tahun anak membentuk persahabatan yang erat dengan kelompok yang sejenis dan mempercayakan temannya sebagai sumber sosial dan pemberi dukungan moral bahkan kelompoknya dijadikan sebagai model tingkah laku dan Social reinforcement. Selama masa 6-12 tahun banyak orang-orang atau lembaga yang telah mempengaruhi sosial anak-anak. Diantara mereka adalah keluarga, teman sebaya, sekolah dan bahkan yang bukan lembaga seperti media termasuk televisi.
Perkembangan Moral
Anak-anak mulai mengetahui adanya peraturan-peraturan walaupun mereka sering tidak konsisten dalam mengikuti aturan-aturan tersebut namun mereka menggunakannya dan mengikutinya secara sadar.
Perkembangan Agama
Pada masa ini perkembangan agama anak ada pada tingkat kenyataan (Realistic stage), dimana konsep-konsep ketuhanan anak sudah mencerminkan konsep-konsep berdasarkan realitas. Sedangkan bentuk dan sifat agamanya adalah:
  1. Anak-anak menerimanya tanpa perenungan 'refleksi'.
  2. Anak menerimanya dengan parameter ego yaitu adanya nilai untuk diri sendiri.
  3. Anak memahami "Konsep kebertuhanan" abstrak dengan mengaitkannya dengan hal-hal yang konkrit.
  4. Perilaku keagamaannya bersifat verbal dan lahiriah tanpa mengetahui makna ultimate meaning.
  5. Perilaku keagamaan anak adalah bersifat meniru atas apa yang diserap dari lingkungannya.
  6. Ketakjuban anak yang menimbulkan rasa gembira terhadap dunia yang baru dibukanya.
thumbnail

Perkembangan Bayi Selama Setahun 12 Bulan

Pakar Psikologi Peaget membagi tahap sensori motor menjadi empat yaitu:
perkembangan bayi setahun
Tahap refleksi atau reflextive stage (lahir-usia 1 bulan). Pada tahap ini gerak refleks sangat dominan. Anak secara reflek memberi respon terhadap rangsang tertentu. Ia akan menangis bila lapar, pakaiannya basah atau merasa haus. Ia juga akan menangis kalau kedinginan atau kepanasan. Jadi refleks permulaan ini sangat penting untuk mempertahankan hidup (survival). Pada usia satu bulan apakah bayi Anda ...
Ciri Bayi Normal Saat Dilahirkan
  1. Melihat dirimu?
  2. Mengangkat kepalanya selama beberapa detik ketika berbaring di perutnya?
  3. Suara Pemberitahuan? Mengejutkan dengan suara keras?
  4. Mengedipkan mata di lampu terang?
Reaksi sirkuler primer atau primary circular reation (usia 1-4 bulan). Tahap ini disebut demikian karena dua hal: anak melakukan gerak refleks terhadap anggota badannya (primary) dan anak mengulang gerak tersebut (circular). Sebagai contoh, anak secara tidak sengaja memasukan jempol tangannya ke mulut. Hal ini kemudian diulanginya sampai menjadi perilaku. Pada usia tiga bulan apakah bayi Anda ...
  1. Tahu wajah Anda?
  2. Senyum ketika Anda tersenyum?
  3. Mengikuti benda dengan matanya?
  4. Menahan kepalanya dengan mantap?
  5. "Coo", gelegak, tertawa, dan menjerit?
  6. Membuka dan menutup tangannya?
  7. Menahan jari Anda?
  8. Menendang-nendang kakinya?
Reaksi sirkuler sekunder atau secondary circuler reaction (usia 4-8 bulan). Anak usia 4-8 bulan mulai menaruh perhatian tidak sengaja pada anggota badannya, tetapi ia juga menaruh perhatian terhadap benda-benda di sekelilingnya (secondary). Ia mulai memperhatikan wajah ibunya, suara ibunya, dan memperhatikan botol susu. Ia juga mulai memegang benda-benda yang ada di sekelilingnya. Pada usia tiga bulan apakah bayi Anda ...
  1. Suka melihat wajah-wajah orang?
  2. Senyum ketika ia mendengar suara Anda? Kapan dia melihat seseorang yang dia tahu? Ketika dia ingin bermain dengan Anda? Kapan dia melihat dirinya di cermin?
  3. Membuat suara nyanyian dan meniru suara?
  4. Putar kepala untuk melihat ke mana suara berasal?
  5. Membuat suara selama dia bermain sendiri?
  6. Senang mendengarkan musik, irama, suara, dan mainan yang membuat suara?
  7. Kenali suara dia mendengar banyak? Mencari Anda ketika ia mendengar suara Anda? Perhatikan saat ia mendengar suara aneh?
  8. Nikmati permainan seperti mengintip cilukba?
  9. Menekan tangan ke perutnya?
  10. Tarik dirinya ke posisi duduk jika Anda memegang tangannya?
  11. Berguling-dari depan ke belakang dan kembali ke depan?
  12. Menekan ke bawah kakinya dan mendukung berat badannya ketika Anda menahannya?
  13. Letakkan tangannya dan hal-hal lain! ke dalam mulutnya?
  14. Mencapai hal dengan satu atau kedua tangan?
  15. Ambil dan mengkocok mainan kecil?
  16. Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain?
Melatih Kemampuan Bayi Sampai Usia 6 Bulan & Konsultasi ke Dokter Bila Kurang Normal
Coordination of secondary schemata (8-12 bulan). Anak usia ini mulai menggunakan memori hasil pengalaman sebelumnya untuk mereaksi suatu rangsang. Hal ini tentu dimulai dari rangsang yang sama atau pernah dikenalnya. Ia mulai memperhatikan perilaku orang lain dan belajar menirukannya. Misalnya, ia melambaikan tangan jika orang lain melambaikan tangan kepadanya, ia juga mulai senang diajak bermain.
Bagaimana bayi berjuang hidup?
Perkembangan Balita Sampai Pra SD
  1. Belajar makanan keras, misalnya mulai dengan susu, susu beras, nasi, dan seterusnya.
  2. Belajar berdiri dan berjalan, misalnya mulai dengan berpegang pada tembok atau sandaran kursi.
  3. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu, ayah dan namanama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
  4. Belajar mengendalikan pengeluaran-pengeluaran benda atau buangan benda dari tubuhnya, misalnya mulai dengan meludah, membuang ingus dan seterusnya.
  5. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan dan bersopan santun seksual.
  6. Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti mulai siap mengenal huruf, suku kata dan kata-kata tertulis.
  7. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ayah, saudara kandung dan orang-orang di sekitarnya.
  8. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dan yang buruk juga antara halhal yang benar dan salah serta membentuk kata hati (hati nurani).
thumbnail

Apa IQ Penentu Kecerdasan Anak Daripada EQ?

Meskipun sudah banyak orangtua yang menyadari akan kewajiban terhadap anak-anaknya namun dalam pakteknya mereka sudah merasa puas ketika anaknya sekolah, berprestasi, dan menjadi anak yang cerdas. Namun sayang sekali, orangtua kurang memberikan respon yang bersahabat kepada anak-anaknya dan terkesan otoriter. Orangtua hanya memperhatikan pada aspek jiwa yang langsung teramati pada saat itu juga. Mereka tidak menyadari bahwa anak akan mempunyai masalah-masalah di masa depannya yang penyelesaiannya tidak hanya ditentukan oleh aspek kognisi atau kecerdasan kognitif (IQ) saja, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah kecerdasan emosional. Di sini sangat jelas bahwa orangtua hanya mementingkan dimensi intelektual dan kurang memperhatikan dimensi emosional anak. Hal ini disebabkan karena adanya asumsi bahwa sukses dan gagalnya hidup seseorang tergantung seberapa tinggi nilai IQ yang dimilikinya.
anak cerdas
Asumsi masyarakat tersebut sangat berbeda dengan hasl riset otak terbaru yang mengatakan bahwa kecerdasan kognitif (IQ) bukanlah ukuran mendasar (intelegensi) yang sebenarnya. IQ menurut Daniel Gothman hanya menyumbangkan 20% terhadap kemungkinan kesuksesan hidup. Sedangkan yang 80% diisi oleh kekuatan-kekuatan lain.
Keberhasilan pengembangan aspek emosi anak merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan anak masa depan. Perkembangan emosional ini berhubungan dengan aspek emosi yang muncul pada periode anak-anak seperti rasa takut, marah dan lain sebagai-nya. Keterampilan emosional dan sosial tersebut dewasa ini oleh para psikolog disebut kecerdasan emosional (EQ).
Kalau kita lihat dalam realitas kehidupan di sekitar kita, tentu kita banyak melihat fenomena yang terjadi dan hal itu merupakan dampak dari kurangnya kecerdasan emosional yang ditanamkan. Sehingga banyak anakanak yang cerdas dalam intelektualnya, tetapi dalam hal ini kecerdasan emosional kurang matang.
Ketika kita melihat banyaknya anak yang cerdas, tetapi dalam kehidupannya tidak sukses, mungkin masyarakat awam akan merasa heran, karena mereka menganggap intelektual faktor keberhasilan dan kesuksesan seseorang. Padahal menurut penelitian terbaru, menyatakan bahwa faktor yang menentukan sukses dan tidaknya seseorang dalam kehidupan adalah EQ-nya bukan IQ.
5 Kecerdasan Emosi EQ Tinggi
  • Kemampuan mengendalikan diri. Menyadari perasaan diri sendiri dan orang lain. Mengatur dan mengatasi dengan positif gejolak emosional dan perilaku.
  • Adanya semangat juang yang tinggi.
  • Memiliki ketekunan yang tinggi. Berorientasi pada tujuan dan rencana positif.
  • Kemampuan memotivasi diri.
  • Mampu menjalin hubungan dengan orang lain. Menunjukkan empati dan memahami cara pandang orang lain.
6 Tanda Kecerdasan Emosi EQ Rendah
Anak-anak yang tidak memiliki kecerdasan emosional akan menyebabkan keadaan emosialnya tidak stabil dan cenderung meninggi. Hal ini akan berakibat:
  • Menggoncangkan keseimbangan tubuh dan mencegah fungsi tubuh secara normal.
  • Apabila keseimbangan tubuh tergoncang emosi, perilaku anak menjadi kurang teratur dibandingkan dalam keadaan normal dan menyerupai perilaku anak yang lebih muda (kekanak-kanakan).
  • Goncangan keseimbangan tubuh tercermin pada efisiensi mental yang menurun, terutama dalam segi ingatan, konsentrasi dan penalaran.
  • Nilai sekolah juga tampak dipengaruhi oleh ketegangan emosional, kesulitan membaca misalnya merupakan kesulitan yang umum pada anak-anak yang emosionalnya sedang meninggi.
  • Emosionalitas yang meninggi mempengaruhi penyesuaian anak secara langsung karena orang lain menilai anak atas dasar perilaku mereka. Juga berpengaruh secara tidak langsung karena penilaian yang diterima anak mempengaruhi sikap dan perilaku anak terhadap orang lain.
  • Karena penyesuaian sosial berkaitan dengan konsep diri anak, emosionalitas yang tinggi menimbulkan dampak yang merugikan bagi perkembangan pribadi.
10 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosi EQ
  • Menghargai emosi-emosi anak sebagai kesempatan untuk akrab.
  • Dapat toleran dengan menyediakan waktu bersama anak yang sedih, marah atau takut, sabar menghadapi emosi.
  • Menyadari dan menghargai emosi-emosinya sendiri.
  • Menghormati emosi-emosi anak.
  • Mendengarkan anak.
  • Berempati dengan kata-kata yang menenangkan dan berkasih sayang.
  • Membantu anak dalam mengenali emosi yang dirasakannya
  • Menawarkan bimbingan untuk mengatur emosi.
  • Membuat batasan-batasan dan mengajarkan pengungkapan-pengungkapan emosi yang bisa diterima.
  • Mengajarkan kemampuan-kemampuan memecahkan masalah.
thumbnail

Lindungi Anak Dari Konten Dewasa

Berbagai upaya perlindungan anak-anak yang bisa dilakukan para orang tua, adalah sebagai berikut
lindungi anak dari konten dewasa
  1. Perlu untuk mengetahui semua perangkat yang dapat mengakses internet. Masyarakat Indonesia pada umumnya mengira bahwa komputer/laptop adalah perangkat umum yang digunakan untuk mengakses konten dewasa di internet. Padahal, kebanyakan orang hari ini mengakses internet melalui mobile handphone. Namun perlu juga memperhatikan perangkat lain, misal game console, karena game console semacam PS3 sudah bisa mengakses internet.
  2. Selalu awasi penggunaan perangkat di atas, seperti secara berkala memeriksa data-data yang disimpan, khususnya file gambar dan video.
  3. Menginstall software untuk memblok akses ke situs konten dewasa. Ini termasuk langkah untuk memfilter materi yang ada di internet. Jangan terlalu ketat dalam melakukan filtering, karena bisa saja software salah mengenali situs ilmu pengetahuan dengan situs konten dewasa, misal situs ilmu kebidanan.
  4. Perlu melakukan pembedaan perlakuan, bergantung pada usia anak-anak. Anakanak yang masih TK dan SD lebih baik tidak mempunyai email terlebih dahulu. Adapun yang SMP bisa menggunakan email, namun melalui email orang tua. Yang sudah SMA bisa menggunakan email dan memiliki akun di situs jejaring sosial, namun selalu awasi penggunaannya. Anak-anak usia TK-SMP lebih baik tidak bergabung dengan situs jejaring sosial.
  5. Tidak perlu menggunakan video kamera di komputer/laptop. Blok juga perangkat lunak IM (internet messenger) yang mengizinkan melakukan panggilan telepon atau video call melalui internet.
  6. Selalu berkomunikasi dengan anak dalam suasana nyaman dan tentram. Jika ada hal mencurigakan, jangan menekan anak. Namun, jelaskan bahayanya bertemu dengan orang asing di internet, walau betapa baik tampaknya mereka.
  7. Jangan pernah berpikir bahwa predator seks anak-anak selalu pria, bisa saja wanita. Bahkan ada contoh kasusnya di Amerika.
thumbnail

Lindungi Anak Dari Pencuri Data di Internet

Aturan Penggunaan Internet Untuk Anak
Persepsi aturan penggunaan internet untuk anak sebagian besar menganggap ini adalah upaya menahan material dewasa. Padahal ada yang tak kalah pentingnya menurut The NetSmartz Studio, a subsidiary of the National Center for Missing & Exploited Children. Menurutnya anak perlu dilindungi dari kejahatan internet lainnya terutama pencurian data yang bisa berujung penculikan.
lindungi anak dari inet
anak online
Kebanyakan anak usia SD belajar menggunakan internet untuk tugas sekolah dan untuk banyak hal menyenangkan yang tersedia untuk anak-anak di Internet. Anak-anak perlu belajar bahwa selain banyak kegunaan, menggunakan internet dapat menempatkan mereka dalam bahaya, jika mereka tidak mengikuti aturan. Untuk itu orangtua perlu mengajari anak di antaranya:
  1. Saya akan berbicara dengan orangtua atau wali sehingga saya bisa mengikuti aturan untuk pergi online. Aturan mencakup waktu online, lamanya waktu online, dengan siapa saya berhubungan (situs yang tercatat telah dikunjungi), dan situs yang dapat saya kunjungi. Saya tidak akan melanggar peraturan ini atau mengakses situs lainnya tanpa izin orangtua atau wali.
  2. Saya akan memberitahu orang dewasa tepercaya jika saya menemukan sesuatu yang membuat saya merasa takut, tidak nyaman, atau bingung. Saya tidak akan mengunduh sesuatu dari siapa pun tanpa izin dari orang tua atau wali saya.
  3. Saya tidak akan pernah membagi informasi pribadi seperti alamat saya, nomor telepon pribadi, nomor telepon orangtua wali maupun kantor orangtua, atau nama dan lokasi sekolah saya tanpa orang tua saya atau izin wali.
  4. Saya tidak akan pernah menanggapi setiap pesan yang berarti atau dengan cara apapun membuat saya merasa tidak nyaman. Jika saya mendapatkan pesan seperti itu, saya akan memberitahu orang dewasa terpercaya (orangtua atau wali) segera sehingga ia dapat menghubungi layanan online itu. Dan aku tidak akan mengirim orang-orang bermacam pesan (email atau chat atau membalas umpan online).
  5. Saya tidak akan pernah bertemu langsung dengan orang yang saya temukan online tanpa memeriksa dengan orangtua saya atau wali. Jika orang tua atau wali saya setuju menemui orang itu, maka pertemuan akan dilakukan di tempat umum bersama orangtua saya atau wali (tetaplah berhati-hati).
thumbnail

Tanda Anak Anda Alami Pelecehan Seks Pedofil!

Bagaimana saya bisa tahu jika anak saya telah dilecehkan?
pelecehan seksual pedofilia
Pelecehan seksual pada anak, pedofilia
Indikator utama adanya pelecehan adalah ungkapan oleh anak Anda bahwa ada seseorang menyakitinya, mengancam dia, atau membuatnya merasa tidak enak. Anak-anak sering tidak menceritakan pelecehan mereka, tetapi mungkin ada tanda-tanda fisik atau perubahan perilaku yang memberitahu orangtua mungkin telah terjadi pelecehan.
Anak dilecehkan mungkin menunjukkan beberapa, dan kadang tidak sama sekali, ke arah tanda-tanda terjadinya pelecehan. Biasanya anak-anak mengalami stres. Bagi banyak anak, stres menyebabkan perubahan perilaku yang tak dapat dijelaskan seperti ketidakbahagiaan, mengompol, ketergantungan terhadap seseorang, perilaku agresif, menangis tanpa alasan yang jelas, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, perubahan kinerja sekolah, ancaman bahaya, dan gejala penyakit.
Penting untuk dicatat bahwa ada banyak peristiwa lainnya dalam kehidupan seorang anak yang juga dapat membuat stres, seperti prahara keluarga, penyalahgunaan narkoba oleh orangtua, perceraian, kematian kerabat dekat atau hewan peliharaan, dan pindah rumah. Sebagai orang tua, Anda mungkin dapat mengidentifikasi dan membantu anak Anda mengatasi seperti kejadian malang.
Tanda-tanda pelecehan yang mungkin membedakan!
  1. Seperti Luka bakar, gigitan, memar, patah tulang, atau mata hitam.
  2. Cedera pada atau sekitar alat kelamin (dubur melebar).
  3. Memar atau tanda lain dalam penyembuhan mungkin akibat pemukulan berulang atau serangan fisik.
  4. Menolak untuk pergi ke rumah teman atau kerabatnya tanpa alasan yang jelas, misalnya, "Aku tidak suka lagi pergi ke sana."
  5. Memerankan perilaku seksual dewasa atau mengucapkan kata-kata seksual tak biasa seumurannya.
Ternyata Anak Anda Telah Mengalami Pelecehan Seksual.
thumbnail

Anak Mengalami Pelecehan Seksual? Ini Langkah Penanganannya!

Apa yang harus saya lakukan, Jika saya menduga bahwa
anak saya telah dilecehkan?

pedofilia pelecehan seksual anak
Pelecehan seksual pada anak, pedofilia
Hal ini sangat penting bahwa orang tua tetap setenang mungkin. Meledakkan emosi di depan anak Anda, menyebabkan dia merasa bersalah. Dia merasa terbebani atas pelecehan atau bertanggung jawab untuk merepotkan Anda. Itu tidak akan membantu anak Anda.
Anda harus menunjukkan kepedulian yang nyata, tetapi bukan reaksi berlebihan atau kemarahan, Saat Anda menanyakan anak Anda tentang apakah telah terjadi pelecehan.
Jika kecurigaan Anda bahawa pelecehan disebabkan oleh beberapa yang Anda amati seperti perubahan perilaku, cedera yang tak jelas, atau menghindari orang tertentu lalu minta anak Anda menceritakan alasan hal itu. Gunakan pengetahuan yang unik Anda dari anak Anda untuk memilih kata-kata yang akan mendorong keterbukaan.
Langkah pertama, jika ada indikator cedera, Perlihatkan anak Anda ke dokter pribadi (medical check-up). Anda harus juga menghubungi layanan badan pelindung anak sekitar dan melaporkan kecurigaan Anda.
Apa yang harus saya lakukan, jika anak memberitahu saya benar telah mengalami pelecehan seksual?
  1. Jangan panik atau bereaksi berlebihan dengan informasi yang diungkapkan
    oleh anak Anda.
  2. Jangan mengkritik anak Anda atau mengklaim bahwa anak Anda
    salah karena itu sampai terjadi.
  3. Hormati privasi anak Anda dan ajak anak Anda ke tempat di mana Anda berdua bisa berbicara tanpa gangguan.
  4. Yakinkan anak Anda bahwa ia tidak bisa disalahkan atas apa yang terjadi. Katakan pada anak bahwa Anda bersyukur
    diberitahu tentang insiden tersebut dan akan membantu memastikan itu tidak akan terjadi lagi.
  5. Jangan mendorong anak Anda untuk memberitahu pihak berwenang yang tepat apa yang terjadi dan hindari mewawancarai anak berulang yang dapat membuat anak stres (kehilangan percaya diri atau karakter yang telah ia bangun selama ini).
  6. Konsultasi dengan dokter anak atau badan otoritas anak lainnya tentang perlunya perawatan medis atau konseling untuk anak Anda.
Bagaimana saya bisa mengetahui seseorang yang mungkin pelaku pelecehan anak?
main dengan anak
Jika anak Anda telah mengalami pelecehan seksual, jangan salahkan diri sendiri atau anak Anda. Orang-orang yang melecehkan anak-anak (pedofil) tidak mudah untuk diidentifikasi. Pedofil datang dari semua lapisan masyarakat dan semua tingkatan sosial ekonomi. Seringkali mereka memiliki posisi status sosial. Bisa jadi mereka beribadah, bekerja, dan aktif di masyarakat. Pelaku pelecehan seksual anak kadang-kadang sangat terampil mengendalikan anak-anak, sering dengan memberikan mereka perhatian berlebihan, hadiah, dan uang. Mereka bisa jadi terampil seperti orangtua asuh, menyamarkan perilaku pelecehan dibalik persahabatan dan kepedulian pada anak.
Pedofil terlihat bertindak cukup normal, kecuali untuk kepentingan mereka pada anak-anak. Mereka sering membangun hubungan dengan anak-anak melalui organisasi dan kemudian menggunakan hubungan mereka untuk mendapatkan akses ke anak-anak di luar lingkungan yang ditawarkan oleh organisasi. Anda boleh curiga pada setiap orang dewasa atau pemuda yang lebih tua yang menghabiskan jumlah waktu yang tidak biasa, sendirian dengan anak Anda.
thumbnail

Guru yang Disukai Siswa Memberi PR yang Menyenangkan!

Hasil penelitian beberapa mahasiswa pendidikan memberikan beberapa catatan untuk pelaksanaan pemberian pekerjaan rumah PR yang baik dari guru,
guru disuka
Pekerjaan rumah akan efektif jika dirancang dengan baik, artinya tugas tersebut memang dirancang dalam proses pembelajarannya sehingga memungkinkan siswa untuk menyadari akan tugasnya terkait dengan materi tersebut. Pekerjaan rumah yang telah dirancang sebelumnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami terlebih dahulu maksud dan tujuannya atas penjelasan dari guru. Pemahaman tentang kejelasan tugas pekerjaan rumah beserta dengan rasionalnya menjadikan siswa semakin mantap dan siap mengerjakan.
Pekerjaan rumah memang telah direncanakan/dipersiapkan untuk dikerjakan di luar jam pelajaran sebagai bentuk latihan lebih luas atau memperdalam suatu materi. Kesadaran untuk melaksanakan latihan dan belajar secara teratur dapat dilakukan dengan senantiasa membarengi setiap materi pelajaran dengan tugas-tugas yang harus diberikan.
Melalui persiapan yang matang guru mampu menjelaskan, memberikan contoh, mengantisipasi potensi-potensi kesulitan sehingga pekerjaan rumah bukanlah dipersepsi sebagai beban namun sebagai tantangan dan tugas yang harus diselesaikan.
Pekerjaan rumah diberikan dalam bentuk yang sesederhana mungkin untuk mendorong siswa belajar, merasa kompeten, dan sebagainya. Pengaturan dan pengorganisasian materi sangat menentukan tumbuhnya perasaan mampu pada siswa. Pemberian materi secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks, dari yang mudah menuju ke yang lebih sulit mendorong siswa untuk bersedia mengerjakan.
Tidak merancang pekerjaan rumah sebagai hukuman. Para pendidik pada umumnya sepakat tidak boleh ada kekerasan di dalam pendidikan baik dalam bentuk yang halus dan tertutup ataupun sampai dengan dalam bentuk yang kasar dan bersifat terbuka (overt). Dalam bentuk yang paling halus misalnya pekerjaaan rumah diberikan karena guru sakit hati atau secara sengaja memberikan suatu pekerjaan rumah yang sangat sulit atau tidak masuk akal, sehingga sebenarnya pekerjaan rumah tersebut lebih sebagai bentuk penyaluran kekesalan dari guru.
Guru konsekuen dan bertanggung jawab atas pekerjaan rumah yang diberikan, masudnya adalah tidak sekedar memberikan tugas namun juga memonitor dan mengevaluasi hasil, serta melaporkan hasil kepada siswa. Semangat dan kesungguhan guru dalam mendidik siswa-siswinya dapat dilihat dari cara guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa.
Guru yang tahu persis tentang tujuan yang harus dicapai oleh siswanya atau tujuan pembelajarannya sangat mungkin akan memberikan pekerjaan rumah sebagai bentuk upaya pembentukan kompetensi secara utuh yang harus dimiliki siswa. Dengan demikian, dirinya merasa bertanggung jawab ketika memberikan pekerjaan rumah, tidak sekedar memberikan tugas tetapi tidak pernah memonitor apalagi mengevaluasinya. Konsekuensi dan tanggung jawab guru menjadi salah satu kunci kebermaknaan pekerjaan rumah bagi siswa dan orangtua.
thumbnail

Ekonomi Orangtua Ternyata Mempengaruhi Prestasi Anak!

Orangtua ternyata memiliki peran paling besar, lebih besar dari pada peran guru, jelas! Prestasi anak didukung oleh,
biaya pendidikan
Cara orangtua mendidik
Cara orangtua mendidik anaknya, besar pengaruhnya
terhadap belajar anaknya. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga yang sehat besar artinya bagi pendidikan anak baik dalam ukuran skala kecil akan tetapi lebih bersifat menentukan anak dalam pendidikan skala besar yaitu pendidikan masyarakat bangsa dan Negara.
Melihat pernyataan diatas dapatlah dipahami betapa pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan anaknya. Terlebih metode dan cara yang diterapkan oleh orangtua dalam mendidik, membimbing serta memotivasi anak dalam kegiatan belajar atau dalam kegiatan sehari-hari.
Hubungan antar anggota keluarga
Anggota keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak. terlebih hubungan atau relasi antara orangtua atau anggota keluarga lain dengan anak. Hubungan yang baik antar anggota keluarga akan membawa serta membentuk kepribadian anak, sehingga sedapat mungkin keharmonisan yang ada dalam keluarga harus terciptakan untuk membantu meningkatkan prestasi anak.
Suasana rumah
Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian. Kejadian yang sering terjadi didalam keluarga dimana anak berada dan belajar. Suasana rumah juga merupakan faktor yang penting yang tidak termasuk fakor yang disengaja. Suasana gaduh atau ramai dan semrawut tidak akan memberi keterangan kepada anak dalam belajar. Sebaliknya suasana yang tenang, damai akan lebih membawa pada ketenangan dan kenyamanan anak baik dalam berfikir maupun dalam tingkah laku.
Keadaan ekonomi keluarga
Keadaan ekonomi keluarga, bisa menjadi faktor yang mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa. Dengan keadaan ekonomi yang kurang, akan mempengaruhi jiwa anak dalam belajar baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstra-kurikuler.
Pada dasarnya anak usia belajar diharapkan jangan ikut memikirkan apalagi menanggung biaya hidup dalam keluarga yang nantinya akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan prestasi anak, dengan demikian konsentrasi anak dalam belajar akan terganggu.
Dalam judul studi yang dimuat di majalah ilmiah sains bertajuk Poverty Impedes Cognitive Function (2013) menguak fakta muram orang yg gajinya pas dalam jangka panjang akan makin menurun daya kognisinya. Ya, studi itu menulis, "Daya kemampuan berfikir mendalam (kognitif) orang yang berpenghasilan pas-pasan akan makin memudar. Kemampuan berpikirnya akan menurun." Penelitinya sendiri terkejut dengan hasil studi mereka. Sebab studi itu menegaskan fakta muram orang yang gajinya kecil bisa terjebak selamanya. Kemampuan otak manusia sejatinya terbatas. Itulah kenapa otak membenci kegiatan multitasking.
Jelas ini bisa secara langsung berimbas kepada anak sehingga anak ingin ikut memikirkan beban ekonomi orangtua.