thumbnail

Cara Memberi Pujian & Sanksi Untuk Anak

Metode yang digunakan orang tua dalam memotivasi anak harus sesuai dengan kebutuhan dan juga harus dapat diterima oleh anak tersebut, karena dengan anak mengetahui maksud dari metode yang digunakan maka akan menimbulkan
tanggapan yang baik seperti:
memuji dan memberi sanksi anak
Ketika memberikan hadiah anak tau bahwa hadiah itu untuk memotivasi anak agar lebih baik lagi dalam belajar bukan untuk membuat anak ketergantungan dan memaksakan kehendak jika menginginkan sesuatu. Sehingga ketika
orang tua tidak memberikan hadiah anak tidak marah ataupun kecewa .
Ketika memberikan hukuman kepada anak harus mengetahui kalau orang tua memberikan hukuman bukan untuk menghakimi, tetapi untuk senantiasa untuk mendidik anak.
    Pemberian Hadiah. Pemberian dorongan dan menyayangi seorang anak adalah sangat penting. Dalam hal ini, harus diperhatikan keseimbangan antara dorongan yang berbentuk materi dengan dorongan spiritual, sebab tidaklah seimbang jika pemberian dorongan hanya bersifat materi saja.Hal ini dimaksudkan agar anak tidak menjadi orang yang selalu meminta balasan atas perbuatannya. Pemberianj pujian kepada anak adalah sangat berpengaruh dalam memberikan dorongan kepada anak. Pemberian hadiah berupa benda( materi) seperti: mainan anak termasuk juga pemberian permen, coklat, buku, sepeda atau hal–hal yang diinginkan oleh anak akan membuat anak semakin terdorong dalam belajar. Memberikan hadiah tidak hanya sebagai bukti rasa kasih sayang orang tua terhadap anak tetapi juga dapat menumbuhkan rasa cinta dalam diri seorang anak kepada orang tuanya terutama jika rasa cinta tersebut belum tertanam dalam diri anak tersebut.
  • Perkataan yang baik dan dapat memberikan dorongan seperti: kamu berhasil, pintar, cerdas terima kasih, hebat, semoga Tuhan membalasmu dengan kebajikan dan lain-lain.
  • Memberikan maaf atas kesalahan anak tetapi dengan memberikan alasan bahwa memberikan alasan bahwa bahwa pemberian maaf tersebut diberikan karena ia telah melakukan perbuatan baik sebelumnya.
  • Memberikan pujian kepada anak di depan orang lain seperti di depan teman-temannya atau pun dengan anak itu sendiri pda saat anak tersebut berhasil agar anak merasa bahwa orang tua mereka menghargai usaha anak tersebut. Hal tersebut akan mendorong anak lebih berusaha agar menjadi kebanggaan orang tua.
    Sanksi ( Hukuman). Pemberian hukuman merupakan cara lain mendidik anak, jika pendidikan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara memberikan nasehat, arahan, petunjuk, kelembutan dan suri tauladan. Dalam kondisi semacam ini, cara mendidik anak dengan memberikan hukuman dapat diterapkan, akan tetapi perlu diingatkan bahwa hukuman tersebut ada beberapa macam dan bukan hanya dengan memukul anak saja.bahkan terkadang pemberian hukuman dengan cara memukul sangat tidak efektif atau dapat menimbulkan dampak negatif. Di antara cara-cara memberikan hukuman adalah sebagai berikut:
  • Pandangan yang sinis, yaitu dengan memberikan pandangan yang sinis yang dapat membuat anak terdiam, takut bahkan terkadang menangis.
  • Mengeluarkan suara dari tenggorokan ( mengendus) sebagai tanda ketidaksetujuan dan peringatan kepada anakterhadap apa yang telah atau akan dilakukan.
  • Mengurangi uang jajan.
  • Melarang atau membatasi kebiasaan seperti melarang atau membatasi bermain anak dan melarang menonton tv, games , dan lain sebagainya.
thumbnail

Orangtua-lah Pendidik Utama Anak! Bukan Guru di Sekolah!

Orangtua dalam arti sempit adalah orang yang melahirkan anak, memberi makan dan merumahkan tubuhnya.
Orangtua dalam arti luas adalah orang yang menjadi pendidik dan membina yang berada di lingkungan keluarga. Orang tua harus dapat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, justru pendidikan yang diterima dari orang tua yang akan menjadi dasar dari pembinaan kepribadiaan anak. Dengan kata lain orang tua jangan sampai membiarkan pertumbuhan si anak berjalan tanpa bimbingan, atau diserahkan kepada guru-guru di sekolah saja.ini kekeliruan yang banyak terjadi di masyarakat kita.
Partisipasi orang tua dalam pedidikan anak sangatlah penting, karena pendidikan anak tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dilakukan di pusat-pusat pendidikan yang salah satunya dilakukan di lingkungan rumah-tangga. Orang tua berkewajiban mendidik anak sebagai salah satu bentuk dari pertanggung-jawaban orang tua kepada Allah (Tuhan) yang telah memberikan amanah kepadanya.
anak belajar dengan teman
Ada beberapa cara dalam meningkatkan peran orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka.
Pertama, mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain.
Kedua, memantau perkembangan kemampuan akademik anak. Orang tua diminta untuk memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.
Ketiga, memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.
Keempat, memantau efektifitas jam belajar di sekolah. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka. Kebanyakan siswa tingkat SMP dan SMA tidak melaporkan adanya kelas-kelas kosong dimana guru mereka berhalangan hadir. Sehingga pembelajaran yang ideal di sekolah tidak terjadi dan menjadi tidak efektif.
thumbnail

Cara Tepat Orangtua Memotivasi Anak

Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Belajar di Rumah
Belajar bagi seorang siswa tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi juga dilakukan di rumah dan di masyarakat. Belajar yang dilakukan di rumah meliputi melengkapi catatan, mempelajari ulang bahan yang telah di dapat, meringkas bahan pelajaran, mengerjakan pekerjaan rumah dan mempersiapkan bahan pelajaran hari berikutnya.
motivasi anak
Membimbing dalam arti memberi bimbingan (guidance) menurut Slameto(1995) yaitu “ membimbing individu agar dapat mengatur hidupnya sendiri, mengembangkan pendapat sendiri, mengambil keputusan-keputusan yang dihadapi, dan memikul bebannya sendiri”. Orang tua dapat membimbing, mengarahkan anak untuk hidup mandiri sesuai dengan potensi yang ada seoptimal mungkin, sebatas pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Menurut Nasution (1985: 26), Peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah mengatasi masalah-masalah dalam belajar, memantau jadwal anak baik jadwal sekolah dan dirumah, memperhatikan kesehatan anak dan memberikan hadiah maupun peringatan. Orang tua dapat memperhatikan dan mengawasi pendidikan anak melalui melatih dan mendorong anak untuk hidup mandiri sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya, misalnya memupuk rasa percaya diri dan berani mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam dirinya.
Orang tua perlu memperhatikan dan mengawasi pendidikan anaknya, sebab tanpa adanya perhatian dan pengawasan yang berkelanjutan dari orang tuanya, pendidikan anak tidak dapat berjalan dengan lancar. Memperhatikan dan mengawasi pendidikan anak dipahami sebagai upaya komunikasi orang tua dengan anak berupa memberi pertanyaan, memberi perintah/larangan, mendengarkan jawaban, yang dimaksudkan sebagai penguat disiplin belajar sehingga pendidikan anak tidak terbengkalai. Hal ini perlu dilakukan karena anak lebih lama di rumah daripada di sekolah dan di tempat lainnya. Membiarkan anak tumbuh dan berkembang secara liar, akan menjadikan anak tersebut sulit diatur/dan dikendalikan oleh orang tuanya, sehingga kelak mengalami masa depan yang tidak menggembirakan.
Menurut Stainback dan Susan (1999: 30), Peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah berarti membantu perkembangan sikap, nilai, kebiasaan dan keterampilan yang mendorong keberhasilan siswa melalui kesediaan orang tua untuk memotivasi anak sehingga berprestasi dalam belajar. Dalam hal memotivasi anak agar berprestasi, orang tua dapat menumbuhkan motivasi anaknya dengan cara menghargai prestasi anak, memberikan hukuman untuk anak-anaknya yang mendapatkan nilai buruk dan hukuman ini sifatnya harus mendidik, menyediakan fasilitas belajar yang cukup, dan orang tua harus bersedia melibatkan diri dalam belajar anak. Menurut Grant Martin (2000: 25), Peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah yaitu orang tua harus bersedia menjadi pendengar aktif, membantu anak menyusun jadwal dan pelaksanaannya, memperhatikan kondisi fisik terutama kesehatan anak, menperhatikan kondisi psikis anak dengan memberikan hadiah maupun peringatan, dapat mengenali dan mengembangkan gaya belajar anak. Hal ini orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memperhatikan dan membantu anak dalam mengatasi masalah-masalah yang menghambat belajarnya.
Berdasarkan pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah berarti kegiatan orang tua dalam memperhatikan dan mengawasi pendidikan anak melalui memotivasi anak untuk berprestasi dalam belajar, memperhatikan dan mengatasi masalah-masalah yang menghambat dalam belajar anak, mengenali dan mengembangkan gaya belajar anak.
    Ada beberapa peranan orang tua untuk menumbuhkan motivasi belajar anak melalui:
  1. Menghargai prestasi anak. Hal ini akan sangat memacu anak untuk lebih giat dalam berprestasi, dan bagi anak yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli anak yang telah berprestasi disekolahnya, baik dalam akademik maupun non akademik. Hadiah deberikan untuk memberikan rasa senang kepada anak, sebab merasa dihargai karena prestasinya yang baik.
  2. Memberikan peringatan pada anak. Peringatan ini berupa hukuman, hukuman ini diberikan dengan harapan agar anak tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Hukuman di sini hendaknya yang mendidik, seperti menghafal, mengerjakan soal, ataupun membuat rangkuaman. Hendaknya jangan yang bersifat fisik, seperti dipukul atau dicubit. Jika hendak memukul, pukullah dengan menepuk pelan seperti cara Rasullullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
  3. Menyediakan fasilitas belajar yang cukup sehingga anak belajar dengan maksimal.
  4. Bersedia melibatkan diri dalam belajar anak. Hal ini dilakukan dengan cara mendampingi anak saat belajar, memberi pengarahan, peringatan, dan melakukan kontrol atas aktivitas anak, memberi dukungan kepada anak, memberi penghargaan terhadap anak, menjadi teladan bagi anak-anak.
thumbnail

Peran Orangtua Sebagai Motivator Anak

Peran orang tua terhadap anak di dalam keluarga adalah Motivator, fasilitator dan mediator. (1) Motivator, orang tua harus senantiasa memberikan dorongan terhadap anak untuk berbuat kebajikan dan meninggalkan larangan tuhan, termasuk menuntut ilmu pengetahuan. (2) Fasilitator, kunjungan orang tua kesekolah untuk mengetahui perkembangan anak disekolah dan di rumah orang tua harus memberikan fasilitas, pemenuhan kebutuhan keluarga anak berupa sandang, pangan dan papan, termasuk kebutuhan pendidikan.
motivator anak
(3) Mediator, Peran orang tua dituntut menjadi sebagai mediator, hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan baik jenis dan bentuknya, baik media material maupun non material. Dalam pengertian Doyle mengemukan dua peran orang tua dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti tata letak tempat duduk, disiplin anak, interaksi anak dengan sesamanya, interaksi anak dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.
Orang tua harus bertindak sebagai mediasi (perantara, penengah) dalam hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan terutama dengan sekolah dan anaklah yang menjadi pelaku utama yang diberika peran penting.
Anak-anak dan remaja pada masa sekarang perlulah mendapatkan perhatian dan bimbingan yang penuh kasih sayang dari kedua orang tuannya dan orang dewasa lainnya dalam rumah tangga (keluarga), agar mereka dapat mengalami pertimbangan dan perkembangan yang terarah kepada kebahagiaannya, antara lain dalam proses belajar. 26Perhatian orang tua, Orang yang selalu membimbing segala aktivitas anak- anak nya salah satu aktivitas yang tidak kalah pentingnya dengan aktivitas lainnya adalah belajar. Bimbingan di sini adalah orang tua mau mengarahkan anaknya menghadapi kesulitan belajar, perhatian orang tua terhadap anak-anak yang sedang belajar.
Peran orang tua dalam hal pendidikan anak sudah seharusnya berada pada urutan pertama, para orang tualah yang paling mengerti benar akan sifat-sifat baik dan buruk anak-anaknya, apa saja yang mereka sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai. Para orang tua adalah yang pertama kali tahu bagaimana perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya, hal-hal apa saja yang membuat anaknya malu dan hal-hal apa saja yang membuat anaknya takut. Para orang tualah yang nantinya akan menjadikan anak-anak mereka seorang yang memiliki kepribadian baik ataukah buruk.
thumbnail

Peran Orangtua Agar Anak Percaya Diri

Menurut penelitian di US, masa kanak-kanak pria muda yang memiliki kepercayaan diri dan sukses memiliki tiga hal yang sama:
Pertama, ada kasih sayang dalam keluarga, bukan hanya pernyataan dengan pelukan dan ciuman, tetapi kasih sayang yang menyatakan penghargaan dan perhatian bagi anak. Setelah anak mendapatkan bahwa dirinya menjadi sasaran perhatian yang mendalam dan kebanggaan, dia mulai merasa bahwa dia orang yang berharga.
anak mandiri
Kedua, orangtua anak anak dengan percaya diri tinggi tampak sekali tidak terlalu sering memperbolehkan dibandingkan dengan orangtua anak-anak yang punya percaya diri rendah. Anak yang orangtuanya serba memperbolehkan bisa merasa ketakutan dan merasa tidak aman. Dia terpaksa membuat keputusan dalam bidang-bidang yang tidak diketahui atau belum dialaminya untuk mengambil pilihan yang masuk akal. Dia mencurigai bahwa orangtuanya tidak memberlakukan peraturan hanya karena mereka tidak begitu mempedulikan apa yang terjadi terhadap dirinya.
Ketiga, ada suasana demokratis yang menonjol dalam keluarga dengan percaya diri tinggi. Orangtua setelah menetapkan aturan perilaku dan wewenang mereka dalam aturan itu, mendorong anak agar menyatakan gagasannya sendiri untuk dibicarakan. Pandangannya walau mungkin jauh dari yang diharapkan, diteliti dengan penghargaan dan dengan cermat. Sebagai orangtua kita semua memiliki kekurangan secara manusiawi, tetapi kebanyakan di antara kita bisa berbuat lebih baik daripada apa yang sekarang dilakukan. Anak yang gagal mengembangkan percaya diri memperlihatkan satu gejala atau lebih yang benar-benar memerlukan pertolongan:
Ketakutan dan sikap malu-malu. Pada anak-anak prasekolah keadaan ini pada umumnya normal, tetapi hal itu harus dipandang serius kalau terus bertahan sampai lewat kelas enam atau tujuh. Bahaya yang terdapat di sini adalah bahwa orangtua mungkin berbuat terlalu banyak dan bukan terlalu sedikit di bidang yang bersifat sosial. Jangan memaksa anak menghadapi suatu keadaan sosial sebelum dia siap. Seorang anak bisa diandalkan pada waktunya sendiri yang tepat untuk siap.
Menggertak dan membuat. Seorang anak yang suka bertindak dengan cara ini biasanya menginginkan perhatian. Seorang ayah melaporkan, "Saya benci kepada anak yang suka menggertak, dan setiap kali saya melihat anak laki-laki saya berbuat begitu, saya memberinya hukuman berat, tapi rupanya itu tidak menyelesaikan." Ayah dalam kasus ini adalah seorang pialang saham yang sibuk yang tidak banyak melewatkan waktu dengan keluarganya. Anaknya yang ingin sekali mendapatkan perhatian si Ayah, telah menemukan cara yang pasti untuk memperolehnya. Yang diperlukan adalah perhatian dan itu lebih baik daripada tidak ada apa-apa sama sekali. Yang harus dilakukan oleh orangtua adalah membantu anak mendapatkan cara konstruktif untuk memperoleh perhatian, tetapi itu tidak bisa dilakukan oleh ayah yang tidak pernah dirumah.
Ketidakmampuan membuat keputusan. Orangtua yang biasa kebingungan dan tidak pasti sendiri merupakan contoh yang jelek bagi anak. Ketidakpastian mereka menular dan menghambatnya. Kalau seorang anak membuat keputusan yang salah dan mendapat celaan keras, dia cenderung menyimpulkan bahwa cara yang paling aman dan paling mudah untuk menyenangkan orangtuanya adalah dengan tidak membuat keputusan sama sekali. Keputusan yang salah tidak selalu merupakan kegagalan, tetapi hanya merupakan kesalahan yang bisa dipetik oleh anak.
Harus ada diskusi keluarga yang terbuka tentang masalah orang dewasa yang timbul. Kalau orangtua kadang-kadang membuat keputusan yang salah, ini juga harus dinyatakan. Kepada seorang anak harus ditunjukkan bahwa kesempurnaan tidak diharapkan dari setiap orang. Kemudian dia harus didorong untuk mengambil serangkaian keputusan kecil yang hampir tidak memungkinkan yang membuat kesalahan. Biarlah dia memilih buku yang akan dipinjamnya dari perpustakaan. Biarlah dia menyiapkan pakaiannya sendiri untuk pergi ke sekolah dan memilih masakan untuk makan malam. Banyak sekali yang dipertaruhkan dalam keputusan kecil seperti itu, sebab tanpa mengembangkan keyakinan bahwa dia bisa mengatasi masalah melalui keputusan yang bisa diterima dia tidak akan punya keberanian maupun optimisme untuk mengatasi kesulitan di kemudian hari setelah masalah semakin berat.
Mengira akan gagal. Beberapa anak bisa membuat keputusan dengan cukup cepat, tetapi keputusannya tidak realistis. Mereka menetapkan sasaran yang berada di luar jangkauan kemampuannya, kerapkali dengan dorongan orangtua yang mencoba memanfaatkan anak untuk meningkatkan mereka sendiri. Pada kasus yang khas tentang seorang ayah yang aspirasi bagi anaknya termasuk menuntun pelajaran di Yale Universiti walaupun anak kurang mampu Untuk itu setelah sejumlah kegagalan yang tak terelakkan si Pemuda jadi mengira akan gagal pada setiap proyek yang diambilnya.
Akan lebih baik kalau Ayah menahan diri untuk tidak mendesak anaknya. Orangtua tidak bisa memaksa anaknya untuk berhasil, tetapi dia bisa mendorong agar-anak yang mencapai sasaran yang semestinya dan menjelaskan kalau anaknya gagal, itu akan menjadi tanggung-jawab sendiri dan kalau anaknya sukses, itu juga karena hasil usahanya sendiri atau kemenangannya sendiri. Ini bisa banyak artinya untuk membebaskan anak dari perasaan bahwa dia ditekan dan dimanipulasi oleh orangtuanya demi tujuan mereka, bukan tujuannya sendiri.
Tidak ada keinginan untuk menyatakan pendapat. Beberapa orangtua memperlihatkan kepribadian yang pasif suka menarik diri dan tampaknya tidak tertarik kepada dunia di sekelilingnya. Mereka sudah mengamati bahwa pandangan yang dinyatakan dengan kuat kerap kali menimbulkan pertengkaran kemarahan dan sakit hati dan semua itu ingin dihindarinya. Mereka bisa diam-diam memendam pendapat, tetapi kegagalan untuk menyatakan dan membelanya menyebabkan pendapat itu perlahan-lahan lenyap dan bersamanya ikut lenyap pula percaya diri anak.
Ini biasanya terjadi dalam keluarga yang orangtuanya tidak merasa aman dan tidak yakin tentang pendapatnya sendiri serta mengundurkan diri dari medan pertempuran gagasan. Orangtua seperti itu sangat menekankan pada ketenangan dan persesuaian pendapat dalam keluarga. Mereka melihat dunia sebagai tempat yang penuh ancaman dan mereka menginginkan anak-anaknya menghindari bahaya ikut terlibat.
Memang, seorang anak yang sedang dalam proses mengembangkan percaya diri yang tinggi bisa punya watak yang sulit di rumah. Dia menuntut hak-haknya, menyatakan pendapatnya dan siap bertengkar untuk membela pendiriannya. Dia mencari persaingan dengan cara untuk menguji dirinya sendiri.
Tidak bisa memahami kehidupan. Pada pertengkaran masa remajanya, seorang pemuda semakin banyak melihat ke dunia luar. Kalau percaya dirinya rendah, dia akan memandang masa depan dengan rasa takut. Dunia merupakan kekacauan yang mengerikan, katanya kepada diri sendiri dan tampaknya tidak ada seorangpun yang berusaha memperbaikinya. Kalau orangtua saya dan generasi yang lebih tua tidak bisa memerintah dunia, tentunya tidak ada seorangpun yang bisa mengharapkan saya mencoba apapun. Mengapa harus repot-repot pergi ke sekolah? Mengapa harus mengejar Ambisi?
Orangtua hampir-hampir tidak bisa memungkiri bahwa dunia kacau-balau, tetapi kurang lebih memang selalu demikian. Anak harus mencari ketertiban keamanan dan kasih sayang di dalam rumah, di dalam kesatuan keluarga. Begitu anak mengetahui bahwa dia ada artinya dalam rumah, dia dengan penuh gairah akan terjun ke dunia luar untuk ikut terlibat.
Orangtua tidak boleh memaksa anak untuk ikut dalam kegiatan luar. Mereka hanya bisa memberi dorongan dan menuntun ke arah yang dipilih anak. Tetapi keterlibatan apapun meski sederhana pada awalnya, bisa mengakibatkan peran semakin besar. Seorang ayah dihadapkan dengan tekad anaknya untuk berhenti dari sekolah menengah, dia mendapatkan pekerjaan musim panas bagi si anak di sebuah toko swalayan. Anak itu mengembangkan perhatian pada perdagangan melihat nilai pendidikan dan atas kemauannya sendiri kembali ke sekolah pada musim gugur.
Coopersmith memulai penelitian ini lebih dari 9 tahun yang lalu dan sekarang kebanyakan anak sudah menentukan sikap setelah dewasa dan menetapkan pola karirnya. Semakin banyak pemuda yang mandiri dan sukses yang berasal dari keluarga yang menuntut pendirian dan tanggung jawab yang paling kuat dan yang cukup menarik para pemuda ini pula yang menjaga ikatan keluarga yang paling akrab dan paling penuh kasih sayang.
thumbnail

Kapan Bakat Anak Muncul?

Tiga tahun yang lalu, ketika anak laki-laki saya yang paling kecil berumur enam tahun, seorang filsuf datang untuk membersihkan septic tank kami. Dia tidak kelihatan seperti seorang filsuf, tetapi saya tahu dia filsuf, segera setelah kami mulai bercakap-cakap tentang anak-anak. Dia menolehkan kepalanya ke arah Eddy yang sedang berbaring terlentang di rumput, memandangi pola-pola yang berubah-ubah yang dibentuk oleh dedaunan pohon kenari.
bakat anak muncu
"Dia merasa bosan," katanya. "Itu bagus."
"Itu bagus?" saya bertanya.
"Tentu, kesalahan yang dibuat oleh banyak orangtua, mereka selalu mendesak anak-anak. 'Jangan hanya duduk saja seperti anak malas,' kata mereka kepada anaknya. Ayo lakukan sesuatu. Main bola, menonton TV, mengganggu tetangga.' Saya tidak begitu, saya memberi kesempatan untuk merasa bosan."
"Mengapa?"
"Mereka merasa bosan dan segera mereka akan mulai berpikir, Eddy sudah membalikkan tubuhnya, dagu disangga dengan tangannya mengamati semut yang sedang menyeret bangkai lalat melalui rimba daun rumput. Tahu apa yang saya maksudkan?" kata sang filsuf septic tank. Kalau Anda menyuruhnya mempelajari semut, dia tidak akan melakukannya, tapi dia bosan hanya berbaring saja di sana. Maka sekarang dia mengetahui sesuatu tentang semut."
Pengamatan lainnya mencapai kesimpulan yang sama. Di dalam buku The Conquest of Happiness, Bertrand Russell menyalahkan orangtua modern karena tidak menyadari keuntungan kebosanan yang bermanfaat bagi anak.
"Satu generasi yang tidak bisa menahankan kebosanan akan menjadi generasi orang kerdil, manusia yang secara tidak disadari dipisahkan dari proses alam yang lambat, manusia yang setiap impuls vitalnya perlahan-lahan layu, seperti bunga yang dipotong tangkainya dan dimasukkan ke dalam vas." dia menulis.
Pembersih septic tank dan Russell benar, kalau kita tidak hati-hati kita akan merampas dari anak-anak kita yang mereka bawa sejak lahir, saat-saat santai yang bebas dari tekanan ketika seorang anak menikmati sumberdayanya sendiri, menjadi mengenal dirinya.
"Apa yang harus saya lakukan?" dia bertanya kepada diri sendiri. Kalau tidak ada jawaban yang mudah, tidak ada permainan yang dipimpin oleh orang tua, televisi tidak dinyalakan, mungkin dia maju dari pertanyaan pertama ke pertanyaan lainnya, "Siapa saya? Mengapa saya di sini? Kemana saya akan pergi? Saya akan menjadi apa?"
Kalau orang dewasa dengan segala itikad baik mengambil alih penyelenggaraan kegiatan, spontanitas alami masa kanak-kanak akan hilang.
Ketika saya masih anak-anak, tidak ada seorangpun yang banyak mengharapkan dari saya. Saya harus mengerjakan tugas-tugas tertentu, menghindari kesulitan serius dan pergi ke sekolah setiap hari kalau tidak libur. Tetapi sisa waktu selebihnya merupakan milik saya sendiri. Kalau saya merasa bosan, itu urusan saya.
Saya teringat pernah mengeluh kepada nenek bahwa saya tidak punya apapun untuk dikerjakan, dia menggandeng tangan saya ke serambi depan yang luas di tempat saya bisa melihat sekelompok kumbang terbang menuju bunga-bunga yang berwarna biru, suara dan bau musim panas ada di udara.
"Tidak ada yang bisa dikerjakan?" nenek bertanya, suaranya mengandung ketidaksabaran yang tidak saya pahami. "Dunia luas terbentang, manfaatkanlah!"
Saya bisa membayangkan nenek membuat isyarat tangan dengan tidak sabar dan memperlihatkan kepada saya bumi dan langit di atasnya, tetapi kemudian ingatkan saya menjadi kosong. Saya pergi mencari teman yang sama-sama bosan, akhirnya kami duduk-duduk di bawah sebatang pohon, mengobrol. Setelah kami lelah bercakap-cakap, kami main kelereng, adu kuat menahan nafas. Kami punya banyak waktu untuk melakukan semua itu, sebab hari-hari ketika itu lebih panjang daripada sekarang. Di zaman sekarang hari terlalu singkat bahkan bagi anak-anak.
Kebosanan bisa konstruktif. Saya sependapat dengan Bertrand Russell yang menulis:
Kesenangan masa kanak-kanak terutama seperti anak yang memisahkan diri dari lingkungannya karena suatu upaya dan kreativitas. Kita adalah makhluk bumi, kehidupan kita merupakan bagian dari kehidupan di Bumi dan kita mengambil makanan dari bumi pula. Bagi anak, melebihi bagi orang dewasa, kita perlu melestarikan suatu hubungan pasang-surutnya kehidupan di Bumi.
thumbnail

Cara Mengajari Anak Berbicara

Sebagai ahli psikologi sudah lama saya tertarik kepada bahasa dan bertahun-tahun yang lalu saya memutuskan untuk meneliti "burung berbicara" satu-satunya makhluk bukan manusia yang bisa mereproduksi kata-kata manusia. Dari mereka saya berharap bisa mempelajari beberapa rahasia yang luput dari perhatian kita ketika menyelidiki percakapan pada manusia. Laboratorium hubungan sosial dapat memberi wewenang untuk proyek itu dan dalam proyek tersebut para mahasiswa tingkat sarjana bekerja bersama saya bersama-sama. Kami mendirikan laboratorium dengan penuh gairah menunggu kedatangan burung yang pertama.
bayi bicara
Tetapi pertemuan kami mengecewakan, burung beo India suka mengasingkan diri dan tidak mau bicara, burung nuri berkepala merah dari Meksiko mematuk kami dengan galak. Burung nuri kelabu Afrika dengan ekornya yang semerah tomat ketakutan dan menjerit-jerit sekeras-kerasnya. Burung parkit tetap mengatupkan paruhnya. Burung gagak kami penakut dan sakit maka kami mulai membawa pulang burung-burung itu. Kami mendapat bahwa pemindahan ke lingkungan keluarga ini membuat perbedaan besar.
beo yang kami beri nama Speak ditempatkan dalam ruang laboratorium kami. Lambat laun dia mulai mengenal kami, dia mulai bicara. Suaranya yang bernada bariton dan tegas seperti sersan pelatih, memberikan suasana maskulin dalam percakapan kami. Kalau diberi salam dengan ucapan halo, dia akan bertanya, "apa kabar?" Kalau orang menjawab baik, kadang dia bertanya, "Ada apa?" Dia punya cara manusia untuk melancarkan percakapan dengan kata-kata "bagus" atau pertanyaan simpati, "sungguh?"
Bagaimana orang mengajari burung untuk berbicara? persyaratan pertama adalah membuatnya tergantung kepada kita untuk memperoleh makanan dan kasih sayang. Setelah itu menjadikan burung itu sebagai binatang kesayangan, burung itu akan lebih suka bersama manusia daripada bersama binatang sesamanya. Kalau dibiarkan bersama dengan jenisnya sendiri, seekor burung secara alami meniru pemandangan dan bunyi yang diterimanya. Dia belajar bicara kalau dan hanya kalau pelatihnya menjadi objek cinta baginya. Itulah sebabnya mengapa kita harus memisahkannya dari burung lainnya saat kita melatihnya.
Rasa takut kepada kesendirian merupakan motif utama bagi burung untuk kesediaannya berbicara. Pada suatu hari beberapa orang anak datang ke halaman rumah kami untuk melihat burung nuri Meksiko, yang sedikit pemurung dan tidak mau mengucapkan sepatah kata. Tetapi setelah anak-anak mulai berjalan meninggalkannya. "Jangan pergi," katanya. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengajarkan pertanyaan ini. Rupanya dia pernah mendengar istri saya berkata kepada tamu-tamu ketika mereka mulai akan pergi.
Kalau tidak ada manusia di sekelilingnya, burung kesayangan akan mengisi kekurangan itu. Saya sering mencuri-dengar burung gagak saya berbicara sendiri seperti bayi yang ngoceh di tempat tidurnya. Mereka menciptakan sendiri Teman manusianya.
Dalam belajar bicara burung seperti seorang anak, berusaha membuat dirinya bersuara sedapat mungkin seperti objek kasih sayangnya. Ketika melatihnya, kita membuat kata-kata tertentu terdengar begitu menyenangkan dan menghibur sehingga burung suka mendengar dirinya sendiri mengucapkannya. Burung kita kesepian dan lapar, kemudian kita muncul memberi makan dan membelainya. Sementara kita memberinya keping-kepingan makanan, menggaruk lehernya, kita mengulangi kalimat seperti, "apa kabar?" Ini menjadi suara yang menyenangkan bagi si burung. Setelah dia menyadari bahwa dia bisa mereproduksi suara itu, dia mendapatkan kepuasan yang sama seperti sebelumnya diterima dengan mendengar pelatihnya mengucapkan itu.
Setelah burung dan bayi belajar mereproduksi suara-suara yang jelas yang kita sebut kata-kata, mereka segera menyadari bahwa suara ini selain menyenangkan, bisa digunakan untuk memerintah kita. Saya mendapatkan bahwa tidak mustahil mengajar seekor burung nuri untuk minta apel, kacang atau makanan lainnya. Orang yang punya burung nuri mengatakan piaraannya sering terlalu menuntut.
Sampai saat ini burung dan bayi punya kebiasaan vokal yang sama, dengan cara yang sama. Tetapi dalam umur sekitar 18 bulan atau dua tahun bayi mulai melakukan sesuatu yang untuk selamanya membedakan mereka dari burung yang paling berbakat sekalipun. Mereka mulai menggabungkan kata-kata menjadi kalimat baru yang berarti. Burung tentu saja bisa mengulangi kalimat, tetapi mereka tidak akan bisa mengatakan sesuatu hal yang baru.
Tetapi apa yang dikatakan oleh burung bukannya tanpa arti. Kata-kata mereka bisa menyenangkan diri sendiri dan mereka bisa mengkomunikasikan suatu keinginan yang spesifik. Juga jelas sekali bahwa burung bisa membentuk asosiasi mereka mengatakan hal-hal tertentu hanya di bawah keadaan tertentu pula. Seorang pecinta burung menulis surat kepada saya dari Maine bahwa burung nurinya menjadi sahabat karib tukang susu. Kalau si tukang susu mulai muncul, dia selalu berseru, "Tolong berikan lima liter." Burung nuri ini tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut kepada orang lainnya.
Bahasa selalu merupakan pengalaman berbagi sesuatu. Bahasa berasal dari ikatan emosional yang paling erat. Begitulah caranya ibu-ibu menyampaikan bakat bicara dari generasi ke generasi bagi bayi. Suara ibu merupakan musik yang merdu dan menyenangkan karena berasal dari sumber segala kebaikan. Itulah sebabnya bayi berusaha bersuara seperti ibunya.
Ibu yang paling keibuan menjaga agar bayinya selalu dikelilingi suara sepanjang hari, bahkan ketika mereka pergi ke kamar sebelah. Mereka menyanyi atau memanggil-manggil si bayi bukannya hanya mengucapkan kata-kata yang paling berarti. Mereka juga menyanyi dan bersenandung. Ini lebih memudahkan bagi membuat suara seperti suara ibunya.
Sebaliknya, anak-anak yang tidak diberi kehangatan dan sikap perempuan yang lemah lembut dalam tahun-tahun pertama kehidupannya, sering sarang terbelakang dalam perkembangan kemampuan bicaranya.
Saya bisa menjelaskan dengan sebaik-baiknya tujuan utama penelitian burung kami. Saya menceritakan kepada Anda tentang pasangan muda yang datang kepada saya untuk menyampaikan masalah anak perempuan mereka Betty. Di umur dua tahun dia bahkan tidak bisa seperti anak pada umumnya. Tes yang terakhir memperkuat apa yang sudah lama mereka curigai, Betty punya gangguan yang parah pada pendengarannya. Namun Ibu lainnya yakin bahwa ada beberapa suara yang bisa diterimanya. kalau Betty melakukan sesuatu yang terlarang, seperti bermain-main dengan korek api, Ia berhenti kalau ibunya berseru, "Jangan," walaupun sedang membelakangi ibunya. Setelah tes pendengaran, dokter meresepkan alat bantu pendengaran. Tetapi Betty melepasnya dan menjerit setiap kali orangtuanya mencoba memasangnya.
Pengalaman kami terutama jika disangkut paut dengan psikologi burung, masalah Betty adalah ini satu-satunya suara yang bisa diterimanya hanya suara keras penuh larangan yang dikeluarkan ibunya. Dengan suatu cara Betty harus dibuat supaya menghubungkan suara ibunya dengan kasih sayang.
Setelah Ibu Betty memahami ini, dia berubah, bukannya meningkatkan suara untuk mendisiplinkan Betty, dia menyerukan pujian dan pernyataan kasih-sayang disertai dengan elusan dan belayan. Ini tidak mudah, cinta biasanya dinyatakan dengan nada lembut dan manis. Tetapi hal itu sampai kepada Betty. Tampaknya si gadis cilik ingin mendengar lebih banyak, bukannya menolak untuk memakai alat bantu pendengaran, dia bahkan memakainya ketika tidur. Dalam waktu empat bulan dia mulai bicara. Itu terjadi dua tahun yang lalu. Ketika saya bertemu dengan ayahnya, saya bertanya tentang Betty. Dia tertawa. "Anda harus mendengar kata-katanya, dia bicara seperti burung beo."
thumbnail

Penjelasan Bagaimana Perkembangan Bayi, Berjuang Hidup?

Kehidupan bayi yang baru lahir bergantung pada dua kemampuan, yakni menangis untuk menyatakan kesedihan dan otot pipi dan bibirnya yang sudah berkembang cukup baik untuk menyedot air susu.

Bayi dilahirkan dalam keadaan nyaris buta dan tuli, bayi harus belajar melihat dan mendengar. Bayi tidak bisa memfokuskan pandangan kepada suatu benda. Berbulan-bulan harus berlalu dan barulah matanya mulai berfungsi dengan sempurna.
Bayi yang baru lahir menghadapi keperluan yang mendesak akan oksigen. Untuk membantu pemenuhan kebutuhannya ini dia punya persediaan ekstra sel-sel darah merah yang mengandung oksigen enam juta per milimeter yang berbanding dengan 4-5 juta bagi orang dewasa. Selama beberapa hari pertama paru-parunya sebagian kempis dan tidak berfungsi sama sekali. Untuk mengedarkan persediaan oksigen yang tidak seberapa dengan cepat ke seluruh tubuh, jantung bayi berdenyut dengan kecepatan dua kali lipat jantung orang dewasa.
bayi baru lahir
Dia punya beberapa trik untuk membantunya memperjuangkan kelestarian hidup. Ketika kandungan karbon dioksida dalam darahnya naik terlalu tinggi, dia menguap untuk memperoleh suntikan oksigen ekstra. Dan dia bisa batuk untuk menaikkan cairan yang bisa masuk ke paru-paru dan mencelakakannya. Dia juga punya beberapa kemampuan istimewa, dada bayi laki-laki maupun perempuan mengandung susu produksinya dirangsang oleh hormon laktogenik dari Ibu. Telinga bagian tengahnya penuh dengan cairan dari rahim. Ini memberikan ketulian yang melindunginya dari bunyi tidak dikenal yang datang secara tiba-tiba dari dunia luar. Sementara cairan itu mengering dalam waktu beberapa hari, bayi lambat laun diperkenalkan kepada dunia bunyi.
Dalam tahun pertamanya yang penuh keajaiban bayi akan belajar untuk menegakkan tubuhnya dan mungkin maju beberapa langkah dengan terhuyung-huyung, mempelajari bahasa yang mudah dan berubah dari makhluk yang hanya mementingkan keinginan sendiri menjadi manusia sosial yang ramah dan menyenangkan. Kalau kita terus belajar dengan kecepatan yang demikian maka kita bisa menjadi bangsa super Einstein.
Pada saat kedatangan nya dia tidak memiliki rupa yang bagus untuk dipandang, paling sedikit menurut standar kecantikan orang dewasa. Kepalanya yang terlalu besar mewakili seperempat dari seluruh panjang tubuhnya, lebih besar daripada bahu perut atau pinggulnya. Dagunya tertarik ke belakang, perutnya menonjol, kaki dan lengannya begitu kecil dan kelihatan kerdil. Tetapi ada alasan yang kuat untuk semua ini.
Kepalanya memang harus besar untuk menampung seluruh sel otak yang sudah diberikan pada saat kelahirannya, tapi lengan dan kakinya belum di perlukan dalam waktu berbulan-bulan. Perutnya terlalu besar terutama karena liver nya yang besar, kelebihan zat besi, lemak dan glukogen yang tidak cukup diperoleh dari makanannya, sebagai persediaan berminggu-minggu berikutnya disimpan di sana. Dagunya tertarik ke belakang untuk lebih memudahkan menyusu.
Otot bayi sebagian besar tidak efektif, namun ada satu Jaringan yang kuat sekali, yaitu yang ada di bagian belakang leher, mungkin untuk mengingatkan kepada kenyataan bahwa pada suatu saat evolusi leluhur manusia berjalan dengan keempat anggota badannya. Bahkan pada saat kelahiran bayi yang ditengkurapkan bisa mengangkat kepalanya dari bantal. Dia juga punya cengkeraman yang kuat. Kalau diberi tongkat untuk berpegangan dia akan bisa menopang dirinya sendiri.
Mula-mula kebanyakan Indra bayi buruk perkembangannya. Dia menahan perlakuan yang paling kasar tanpa protes, tetapi indra perasa dan penciumannya sudah bagus sejak awal. Setetes sari jeruk akan membuatnya mengernyitkan muka. Bau susu akan memulai gerakan menyedot. Bayi yang baru lahir menangis kira-kira selama 2 jam sehari. Ini biasanya tangisan kering karena kelenjar air mata baru berkembang setelah 3 bulan. Menangis melatih paru-paru dan menyatakan kesedihan.
Pertumbuhan merupakan proses yang teratur sekali, setiap tahap mempersiapkan tahap berikutnya. Dalam beberapa pekan pertama kehidupannya sejumlah peristiwa yang luar biasa terjadi. Sarap mulai tumbuh ke seluruh tubuh dari otak dan sumsum tulang belakang untuk mengontrol seluruh jaringan otot. Saraf ini menjalar perlahan-lahan ke seluruh tubuh. Kaki adalah bagian badan terakhir yang mendapat perintah bekerja dari otak. Tetapi pada akhir bulan pertama saraf sudah mencapai pipi dan bayi belajar melakukan tindakan pertama yang dilakukan kemauannya sendiri, bagaimana cara tersenyum!
Kini otot yang halus seperti rambut yang mengendalikan lensa mata untuk memfokuskan pandangan sehingga benda jauh maupun dekat bisa tampak jelas mulai semakin kuat. Tetapi dunia yang dilihat bayi masih kabur semua hanya hitam dan putih karena kemampuan membedakan warna belum berkembang. Otot yang menggerakkan mata juga berkembang dan mulai berfungsi pada telinga. Pada akhir bulan pertama bayi akan menunjukkan matanya ke arah bunyi yang tidak biasa.
Sementara pencerapan sensoris menjadi lebih halus, seorang bayi terserang oleh rangsangan yang sebelumnya tidak menjadi masalah. Bunyi keras, cahaya terang yang menyorot dengan tiba-tiba serta perlakuan kasar menjadi tantangan yang menakutkan.
Kira-kira enam pekan kemudian dia mulai membuat eksperimen dengan bunyi, untuk mengeluarkan suara. Sebagai seorang penyelidik yang tak kenal lelah, dia mengambil langkah langkah pertama untuk mengkoordinasikan otot sarana berbicara: otot bibir, lidah, langit-langit dan kerongkongan. Tiga bulan kemudian tangisan hampir merupakan sebuah bahasa tersendiri, jenis tangisan memberi tahu ibunya apakah dia lapar, marah atau sedih. Kira-kira pada waktu itu dia juga belajar menggerakkan bibirnya untuk memekikkan seruan perang. Dia menganggap hal itu lucu sekali.
Sampai sekarang mata bayi yang abu-abu kebiruan (semua mata bayi sama warnanya ketika lahir) mungkin merupakan sumber kekhawatiran bagi orangtuanya karena hanya bisa memfokuskan matanya secara bergantian. Dia membiarkan mata lainnya mengembara tanpa tujuan kemana-mana, tetapi pada bulan ketiga otot yang mengkoordinasikan gerakan mata bekerja sebagai satu tim dan segera setelah itu, pigmentasi permanen berkembang. Warna mata yang biru berubah menjadi coklat hitam atau hijau.
Di bulan keempat dia mulai memandang dunia sebagai tempat yang indah mempesona. Dia seperti cendekiawan kecil yang tak kenal lelah, menyelidiki segala-galanya. Makanan bukan lagi merupakan satu-satunya kepentingan, musik lembut, gerakan bergoyang dan percakapan sangat menyenangkannya. Kadang-kadang bahkan lebih menarik baginya daripada botol susu atau payudara ibunya. Eksperimennya dengan bunyi hampir dilakukan terus-menerus pada saat dia tidak tidur dan jelas sekali merasa senang dengan hasilnya. Dia juga merasa senang dengan perkembangan ototnya seperti pesenam yang tekun dia melakukan latihan terus-menerus.
Dia tumbuh dengan kecepatan yang menakjubkan. Berat badannya sudah meningkat dua kali lipat dari bobotnya ketika baru lahir pada akhir bulan ke empat dan kini beratnya sudah 7 kg. Kalau dia terus tumbuh dengan kecepatan yang luar biasa ini, dia akan seberat setengah ton pada usia 50 tahun dan tingginya 50 kaki. Tulang yang merupakan tulang rawan yang lunak dan lentur seperti karet mulai mengandung kalsium makin keras, siap untuk menopang tubuh. Hidung yang kecil dan pesek menjadi semakin bagus bentuknya dan dagunya makin menonjol. Rahang bawah merupakan tulang yang paling pesat perkembangannya. Bayi mulai siap mendapat makanan keras dan dia memerlukan rahang bawahnya untuk mengunyah.
Dia mulai bisa membuat otot lengan mematuhi perintahnya. Sekarang dia bisa meraih botol dan mengalihkan perhatian ke otot kaki. Di bulan ke lima atau enam kaki dan tangan bekerja bersama-sama dengan cukup baik untuk memungkinkan semacam gerakan merangkak. Sekarang dia menjadi penjelajah karena sudah bosan dengan memandang langit-langit kamar. Dia senang menopang tubuhnya dan melihat dunia di sekelilingnya.
Dalam waktu enam bulan dia telah belajar mengkoordinasikan pandangan dan gerakan tubuh. Dia menemukan mainan kerincingan dan memungutnya. Kita menerima hal ini sebagai peristiwa yang sudah semestinya, tetapi itu merupakan prestasi luar biasa yang memerlukan koordinasi antara berpuluh-puluh jaringan otot.
Kira-kira pada waktu itu terjadi sebuah peristiwa besar yang memberitahukan bahwa bayi hampir siap beralih ke makanan yang harus dikunyah giginya yang pertama. Biasanya gigi seri bawah tumbuh menembus gusi.
Pada bulan ketujuh dia bisa duduk sendirian tanpa merasa lelah. Di bulan kedelapan dia belajar mengenal sejumlah kata. Karena upaya yang fantastis dia bisa meniru kata-kata yang paling penting "mama" dan "dada".
Dalam waktu sembilan atau sepuluh bulan dia bisa belajar merangkak dengan cukup baik dan sekarang dia bisa mengangkat badannya dalam kurungan mainnya dengan berpegangan kuat-kuat. Kini dia bisa berdiri sekarang, dia seorang warga negara yang berdiri diatas kaki sendiri!
Secara maksimal tiga bulan yang tersisa sebelum hari ulang tahun pertama si bayi dilewatkan dalam menyempurnakan pengetahuan dasar yang sudah diperolehnya. Sekarang dia sudah besar lebih panjang 8-9 inchi dan beratnya tiga kali lipat. Kalau sebelumnya Kehidupan terasa sangat berat dan terutama hanya menyangkut upaya untuk mempertahankan kelestarian, sekarang sudah ada waktu untuk bersenang-senang. Dia menemukan kesenangan bermain-main seperti kaki yang bukan lagi mainan yang tidak berguna, kini dimaksudkan untuk sarana berdiri dan yang lebih penting untuk berjalan. Kegiatan motorisnya semakin baik dan dia belajar untuk melemparkan benda-benda. Berikutnya dia mengusahakan eksperimen yang lebih ambisius, membuat otot tangan lengan dan mukanya bekerja sama untuk memberi makan dirinya. Memang benar makanan masih nyasar ke mana-mana, tapi kenyataan bahwa dia bisa menemukan dasar mulutnya, itu sudah merupakan prestasi luar biasa.
Pada akhir tahun dia sudah melewati banyak kesulitan dan bahaya. Masalah apapun yang dihadapi di dunia orang dewasa tidak seberapa, kalau dibandingkan dengan masalah yang dihadapi dan dipecahkannya. Dari orang kecil yang hanya meraung-raung berkembang menjadi anggota keluarga manusia yang ramah dan beradab. Itu merupakan tahun yang luar biasa. Tidak akan ada lagi lainnya yang seperti itu.

thumbnail

Berapa Usia Terbaik Pria Menikah, Berkeluarga?

Jangan tergesa-gesa menikah. kaum pria dalam penelitian yang menikah sebelum usia 25 tahun tampak sekali mempunyai pemasukan seumur hidup yang lebih rendah daripada pria yang menikah ketika mereka berumur antara 25 dan 29 tahun. Mereka yang kawin sesudah umur 25 tahun juga biasanya bisa memiliki rumah yang lebih baik dan pekerjaan yang lebih menarik. Satu penyebab penting biasanya latar belakang pendidikan yang lebih baik memungkinkan mereka mampu memegang pekerjaan yang penuh tantangan dan dengan gaji lebih besar.
menikah
Dalam judul studi yang dimuat di majalah ilmiah sains bertajuk Poverty Impedes Cognitive Function (2013) menguak fakta muram orang yg gajinya pas dalam jangka panjang akan makin menurun daya kognisinya. Ya, studi itu menulis, "Daya kemampuan berfikir mendalam (kognitif) orang yang berpenghasilan pas-pasan akan makin memudar. Kemampuan berpikirnya akan menurun." Penelitinya sendiri terkejut dengan hasil studi mereka. Sebab studi itu menegaskan fakta muram orang yang gajinya kecil bisa terjebak selamanya. Kemampuan otak manusia sejatinya terbatas. Itulah kenapa otak membenci kegiatan multitasking. Penelitinya menulis, "kecemasan mereka tentang income yang pas, atau kondisi keuangan yg terbatas amat mempengaruhi daya berpikir mereka. Itulah kenapa orang yg sedang dalam keadaan tertekan karena gaji yang kecil, atau terjebak hutang, suka bingung tidak tau apa solusinya.
Saat otak kita dibebani kecemasan gaji yg serba pas, maka kemampuan otak untuk berpikir jernih dan kreatif menurun drastis. Ada eksperimen menarik dalam studi itu. Para petani diminta untuk mengerjakan tes logika yang sama, dalam waktu berbeda. Sebelum dan sesudah panen. Saat sebelum panen, ketika uang tabungan makin habis, dan petani stress, maka hasil skor tes selalu jeblok. Sebaliknya, setelah panen tiba dan uang melimpas, maka skor tes para petani itu naik secara dramatis.
Sebaliknya, orang yang ekonominya sedang mapan, mereka memiliki keleluasaan dalam berfikir secara mendalam, matang dalam perencanaan membangun masa depan.
Jangan punya anak terlalu banyak. Hampir semua keluarga yang sukses dalam generasi yang lebih muda punya anak tidak lebih dari dua anak. Mereka bukan hanya punya anak yang lebih sedikit daripada orangtua atau kakek-nenek mereka, tetapi mereka juga memiliki anak dalam jangka waktu yang lebih pendek, misalnya tiga tahun. Berpikir bahwa berhubungan dengan apa yang disebut masalah "penempatan sosial". Di masa lalu katanya nepotisme kerapkali merupakan cara anak-anak mendapat pekerjaan. Pada zaman sekarang kita lebih tergantung pada pendidikan, tempat keluarga harus menanamkan uangnya. Dengan anak yang lebih sedikit, investasi bisa lebih banyak bagi setiap anak.
Bersiap-siaplah mengatasi keadaan yang tak terduga. Dua-pertiga dari semua perubahan yang benar-benar dibuat oleh semua keluarga adalah pindah rumah, pekerjaan, pembelian, tabungan. Keluarga yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan secara lebih siap adalah mereka yang sudah menetapkan kebijaksanaan keluarga berencana, misalnya selalu membeli barang yang dijual bayarlah secara tunai dan hindari punya utang atau belilah pakaian yang baik untuk setiap musim. Kebanyakan kebijakan itu hanya hal hal biasa yang sudah jelas, tetapi apapun kebijaksanaan Itu keluarga yang sukses mengikutinya secara konsisten.
Kehidupan berjalan dengan cepat terutama bagi pasangan muda. Mereka tidak selalu mengantisipasi apa yang akan terjadi dalam rencana mereka. Maka mempunyai kebijaksanaan keluarga untuk menuntun mereka bahkan lebih penting bagi mereka daripada orang orang yang lebih tua.
-orang yang baru menikah jarang memulai perkawinan dengan kebijaksanaan. Pola manajemen yang baik agaknya diturunkan dari generasi ke generasi biasanya melalui diskusi keluarga yang diikuti anak-anak. Diskusi yang paling lazim biasanya dari ibu ke anak perempuan dan kepada cucu perempuan.
Bicarakan keputusan dengan bebas. Keluarga yang paling bahagia dengan keputusannya adalah mereka yang paling banyak membicarakannya. Kebanyakan pasangan muda yang sukses pada kenyataannya melakukan lebih banyak perdebatan tentang rencana dan pembelian daripada yang dilakukan oleh orangtua dulu. Kadang-kadang keputusan ternyata keliru tapi kenyataan bahwa banyak keputusan yang mendahului keputusan itu memungkinkan keluarga-keluarga itu bisa menerima konsekuensinya secara lebih siap.
Biasanya ada tingkat ketidakpuasan tinggi yang dinyatakan oleh para suami muda tentang beberapa keputusan. Mereka sebelumnya semakin banyak perencanaan di muka yang mereka buat untuk keluarga semakin tidak puas pula mereka. Sepertinya ini mengemukakan bahwa terlalu banyak merencanakan bukan hanya tidak berguna, bahkan kontraproduktif, tapi suami muda benar-benar menarik manfaat dengan bersikap lebih kritis. Dia tidak menerima keputusan yang buruk dengan mudah, tapi dia lebih banyak memetik pelajaran dari kesalahan, lebih banyak daripada yang dilakukan oleh generasi yang lebih tua.
Pilihlah pembuat keputusan dengan bijak semua bukti kami menunjukkan bahwa keluarga yang lebih sukses mempunyai apa yang di sebut pembuatan keputusan sederajat. Baik suami maupun istri dan kadang-kadang anak-anak yang lebih besar (remaja) punya suara yang hampir sama dalam mencapai keputusan setelah perundingan. Dalam setiap keluarga yang sukses ada satu orang yang punya penilaian yang lebih baik dan kesadaran keuangan yang lebih baik daripada lainnya dan hampir selalu suami dan istri sependapat tentang siapa orang itu. Jelas sekali orang lain yang lebih baik itulah yang memutuskan mengenai pengeluaran penting.
Suami yang bersikeras membeli saham dalam perusahaan tempatnya bekerja, Istri takut kepada pasar saham. Suaminya menjelaskan mengapa dia merasa bahwa investasi itu bukan hanya aman, tapi juga bijaksana. Ketika suami memaksa istri menurut kepada penilaiannya dan pada waktunya ternyata bahwa investasi mereka sangat menguntungkan. Proses memberi anggota keluarga lainnya pendekatan dengan pertimbangan yang hati-hati mengenai keputusan keuangan merupakan metode belajar yang penting bagi anak-anak. Anak-anak mungkin tidak senang dengan beberapa keputusan yang dibuat oleh orangtua yang bijaksana di segi keuangan, tapi setelah diberi tahu tentang alasan praktis untuk sebuah pilihan, mereka mendapat semacam pendidikan ekonomi yang tidak banyak mereka peroleh di tempat lain.
Bergantung kepada kerabat Anda keluarga yang sukses dalam penelitian sebagian besar tergantung pada kerabatnya, untuk mendapat nasihat bimbingan dan pertolongan dalam bentuk lainnya. Ini termasuk bantuan ekonomi, emosional, pengelolaan rumah tangga, perawatan anak dan bantuan selama sakit, namun sering ada perasaan yang campur aduk mengenai ketergantungan Ini.
Tidak ada salahnya jika orangtua masih memberikan bantuan keuangan pada anak yang sudah menikah terutma pria. Kebanyakan keluarga mengawinkan anak tidak berarti akhir pemberian bantuan keuangan. Hampir separuh dari anak-anak yang sudah menikah dalam penelitian mengakui bahwa mereka menerima bantuan keuangan dari orangtua atau kakek-nenek.
Berfikir bahwa beban istimewa yang ditanggung oleh generasi muda ini harus diakui oleh pemerintah federal Amerika Serikat bahwa mereka akan memiliki lebih banyak keluarga yang sukses kalau pemerintah melakukan pengurangan pajak untuk biaya pendidikan tinggi program universitas yang memperpadukan pengalaman kerja dan pendidikan tinggi bagi orang muda sebelum memasuki perkawinan akan lebih memastikan suksesnya keluarga.
Menurut penelitian, generasi yang paling muda ternyata paling suka berhubungan dengan para ipar mertua orangtua dan kakek-nenek. Dan Hampir semua tentang pendapat bahwa setiap generasi harus dibiarkan bertindak semaunya sendiri jelas sekali keluarga muda ini menarik keyakinan pada keluarga dan kerabat dekat sebagai unsur pokok bagi kebutuhan mereka.
thumbnail

Cara Mengetahui Bakat Anak

(Penelitian Pendidikan oleh Seorang Guru di Amerika Serikat)

bakat anak
Saya masih hijau sekali ketika saya menghadapi kelas saya yang pertama bertahun-tahun yang lalu. Saya mengambil pekerjaan mengajar hanya karena gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sampai saya bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik. Tetapi anak-anak laki-laki dan perempuan yang menjadi murid saya menawan hati saya sejak awal. Apa yang mulai saya pelajari dari mereka menyebabkan saya tetap mengajar selama sisa kehidupan saya yang aktif.
Untuk meredakan ketegangan mereka bertemu dengan guru baru, saya bergurau dengan mereka mengenai kebodohan saya sendiri. Mereka tertawa, tetapi tidak terlalu keras. Saya bertanya kepada mereka apa yang seharusnya saya ajarkan dan mereka menyebutkan beberapa mata pelajaran. "Oh, ya dan fisiologi," kata seorang gadis cilik dengan suara melengking.
"Apa itu?" saya bertanya.
Mereka tertawa, tetapi menyenangkan dan ramah. "itu tentang tulang-tulang," gadis itu menjawab dengan cepat, "dan darah usus dan perut".
"Ugh!" saya menyela. Itu sangat menggelikan bagi mereka. Saya berkata sambil berpikir, "fisiologi? Saya bahkan tidak yakin saya bisa mengeja perkataan itu." Kemudian mereka tertawa lagi, tertawa gelak-gelak dan ada yang dengan pekikan.
Seorang guru wanita melongok kedalam ruang kelas, "Ada kesulitan?" dia bertanya.
"Wah, tidak," saya menjawab.
"Saya mendengar suara tertawa," tukasnya.
Kemudian anak-anak menceritakan kepada saya tentang pemukulan di rumah setiap kali mereka mendapat nilai rendah dalam "kelakuan", sebuah praktek yang lazim pada akhir tahun 90an.
"Sejak sekarang," saya berkata, "kalian masing-masing akan mendapat nilai paling tinggi dalam kelakuan." Ini menyebabkan seluruh kelas menjadi anak yang kelakuannya paling baik di sekolah. Untuk mengeluarkan apa yang paling baik dari seorang anak, saya mendapatkan, orang harus berada di pihaknya, menjadi pembela terhadap kebiasaan yang dilakukan orang dewasa dengan tujuan menekan insting alaminya yang baik.
Usai sekolah murid-murid mengerumuni meja tulis saya dan tetap mengelilingi saya sampai penjaga sekolah yang akan menyapu menyuruh mereka pulang. Dalam pertemuan sesudah sekolah itu saya menemukan bakat-bakat luar biasa. Saya mendapatkan seorang anak laki-laki yang menciptakan cara cepat untuk menjumlah, dia bisa menjumlah sederet bilangan secepat orang bisa menyebutkan angka-angka. Ada seorang gadis yang terus-menerus menggambar dalam buku sketsa yang disayanginya. Saya gembira karena saya tidak memerintahkan untuk berhenti dan menyuruhnya memperhatikan pelajaran saya! Di situ juga saya menemukan seorang anak laki-laki dengan pengenalan nada yang sempurna. Dengan membelakangi piano dia bisa menyebutkan nada apa saja yang diketukkan pada alat musik itu.
Walaupun hanya sedikit anak jenius, saya mendapatkan bahwa semua anak memiliki bakat yang bisa menjadi kemahiran istimewanya. Seribu bakat menunggu pengakuan pada orang-orang yang mampu, tetapi tidak mau menonjolkan diri, pada seorang pekerja lambat yang akhirnya menyelesaikan pekerjaannya hebat, pada mereka dengan perhatian khusus diluar tuntutan sekolah, seperti entomologi atau koleksi perangko, pada pengurus rumah tangga yang alami. Seorang pencipta muda mungkin begitu tekun dalam pekerjaannya sehingga dia melalaikan pelajarannya yang penting, pengguna perkakas yang ahli mungkin perlu perhatian orang dewasa untuk melindunginya dari sikap tinggi hati kutu buku, termasuk para guru.
Saya jadi berkeyakinan bahwa seseorang harus waspada pada tahun-tahun dini untuk mengawasi dan membimbing bakat alami tersebut. Tidak cukup hanya mengenali bakat bawaan hal itu harus diberi dorongan berulang kali. Di atas segala-galanya bakat harus dilindungi terhadap efek membunuh dari kutukan sosial. Anak laki-laki yang berpikir cerdas mungkin disebut lemah oleh teman-temannya, anak perempuan yang sopan mungkin dianggap menjilat. Calon cendekiawan calon cendekiawan mungkin bisa merosot semangatnya karena istilah "kutu buku". Dan seorang humoris muda mungkin ditetapkan sebagai pembuat kegaduhan. Kerap kali orang dewasa hanya memberikan dorongan kepada tingkah laku yang terbatas cakupannya, hanya yang biasanya diyakini sebagai sikap yang akan menghasilkan sukses. Ini merugikan banyak bakat lainnya yang dimiliki anak.
Kerap kali bakat yang kelihatannya tidak penting ternyata paling bermanfaat dalam kehidupan. Kemampuan mengomunikasikan keyakinan mungkin kadang-kadang lebih berguna bagi seorang dokter dibandingkan dengan keahlian medisnya. Cinta yang sangat besar kepada keadilan yang ditekan pada diri seorang anak karena dianggap sebagai kelancangan, mungkin pada suatu hari kelak lebih penting bagi keberhasilan seorang ahli hukum dibandingkan dengan kemampuannya menyusun berita acara.
Penemuan ini membuka jalan bagi saya menuju harapan dan kegembiraan rahasia pada anak-anak. Bersama guru-guru yang penuh rasa simpati, saya ikut mendirikan sekolah swasta yang terspesialisasi dalam menemukan dan mendorong kemampuan tersembunyi. Kami mengawasi anak-anak pada waktu istirahat bukan untuk mencari tingkah laku buruk, yang juga kami perhatikan, tetapi untuk melihat sikap baik yang tampak jelas pada waktu anak bermain-main dengan bebas.
Seorang anak laki-laki kelas lima yang pendiam dalam kelas diberi cap bodoh oleh gurunya. Saya mengawasinya sebagai guru dalam permainan bola di lapangan pasir tempat dia menunjukkan kosakata yang berlimpah, kecepatan dan wewenangnya. Dia bisa mempersatukan timnya dan terus-menerus memenangkan permainan. Saya memintanya untuk menulis cerita tentang permainan itu dan dia bersikeras menulisnya dalam bahasanya sendiri yang berbunga-bunga.
Di sana juga ada anak yang sangat fasih tetapi menjadi pendiam karena koreksi yang tidak simpatik. Sekarang saya membuatnya merasa bahwa caranya yang kasar dalam bercerita punya keunggulan tersendiri. Setelah satu atau dua tahun penggunaan bahasa slanknya berkurang. Ibu dan anak yang "bodoh" tidak mendapat kesulitan dalam ujian masuk perguruan tinggi. Simpati merupakan rangsangan yang kuat terhadap kemampuan untuk belajar sendiri.
"Tetapi bagaimana," saya terus-menerus mendapat pertanyaan, "Orangtua bisa menemukan bakat yang tak terduga-duga pada diri anaknya?"
Dengan pengamatan secara tenang. Berhentilah berusaha membuat anak menjadi apa yang ditetapkan untuknya dan coba lihat apa dirinya yang sesungguhnya sekarang. Singkirkan pandangan mencegah dan perintah yang sewenang-wenang dan lakukanlah pengamatan tidak pribadi seakan-akan mereka anak orang lain.
Pernah saya menceritakan kepada seorang ibu bahwa anak laki-lakinya memberi saya kuliah yang panjang lebar mengenai serangga kumbang. Dia punya koleksi kumbang yang cukup banyak dan banyak membaca tentang serangga. Si ibu bertanya kepada saya mengapa saya membiarkan anaknya mengganggu saya. Saya berkata, "Dia memang membosankan, tapi penting sekali perlu ada seseorang yang mau berbagi perhatian dengannya sekarang supaya semangatnya tetap hidup." Saya memperlihatkan anak itu masuk sekolah menengah. Di sana dia cemerlang sebagai anggota klub sains yang berperingkat tinggi.
Seorang pengarang beberapa buku yang terkenal menulis surat kepada saya bahwa saya merupakan ilham baginya di masa kanak-kanaknya. Yang saya ingat saya lakukan sekarang adalah menerima dari dia setiap hari tulisan-tulisannya. Keinginannya yang besar untuk berproduksi bagi saya rasanya merupakan bakat yang penting. Saya tidak pernah menyuruhnya berhenti menyerahkan tulisan kepada saya dengan satu kata perintah. Untuk itu masih banyak waktu kemudian. Yang diperlukannya pada saat itu adalah dorongan.
Saya rasa orangtua juga harus menarik perhatian pada keinginan anaknya menjadi Pramuka, ikut kelompok pendaki gunung dan sebagainya, sama dengan kepentingan memperoleh nilai tinggi di sekolah. Yang penting adalah melibatkan anak dengan banyak kegiatan dan perhatian, sehingga bakat-bakat bawaannya punya peluang sebanyak-banyaknya untuk muncul.
Waktu yang paling baik untuk mencapai komunikasi yang sebaik-baiknya di rumah bervariasi dengan anak-anak. Kalau waktu sarapan dan waktu makan malam merupakan saat-saat yang santai dan kalau pada waktu itu pandangan, keinginan dan harapan anak benar-benar diberi perhatian, kualitas tinggi dalam berpikir dan merasakan mungkin akan tampak. Banyak ibu mendapatkan bahwa untuk saling bertukar Kepercayaan adalah sebelum tidur, anak-anak menjadi lebih terbuka pada waktu itu sering lebih bersedia berbagi harapan dan keinginan imajinatif yang timbul dari hati sanubarinya.
Disamping penemuan dan dorongan atas suatu kecakapan, tidak perlu dikatakan bahwa kesempatan untuk melatihnya harus disediakan. Orangtua yang bijaksana akan mengusahakan bahan mentahnya selalu ada. Orangtua yang memerhatikan keinginan anak-anaknya akan berusaha keras untuk memberikan bantuan. Kepada batu-batuan atau ular atau hanya kata-kata. Mungkin anak perlu dibantu mencari-cari di seluruh rumah untuk menemukan sesuatu. Apapun bakat anak Anda biarlah bakat itu berkembang.
Bagi beberapa orang dewasa, menemukan bakat terpendam pada anak-anak menuntut perubahan kepribadian. Perubahan pada diri orang dewasa inilah yang merangsang seorang anak. Anak-anak memikirkan dunia dan mendapatkan kesimpulan yang berharga - diri mereka sendiri. Mereka memikirkan dirinya dan orang-orang di sekelilingnya dan sampai pada kesimpulan yang berharga - diri mereka sendiri. Orangtua yang menghargai penilaian itu sebagai batu pijakan menuju penilaian yang lebih tinggi akan merasa senang menyaksikan bakat yang tak terduga-duga muncul dan tumbuh. Memang sulit bagi kita untuk belajar mendengarkan, bahkan mendengarkan anak kita sendiri, tetapi kesenangan yang diberikan oleh permainan itu seimbang dengan upaya yang dilakukan.